Sukses

Nota Diplomatik, Bukti Ketegasan Indonesia

Citizen6, Jakarta: Setalah aksi penyadapan terhadap para pemimpn negara, kini kedaulatan Indonesia kembali di permainkan oleh Australia. Negara yang mengaku sebagai sahabat kini justru terkesan meremehkan dan menganggap sebelah mata. Alih-alih intropeksi dan memperbaiki kesalahannya terhadap Indonesia. Sikap Australia justru kini terkesan semakin menyulut emosi masyarakat Indonesia.

Seperti yang dikemukakan oleh Peraih Civil Justice Award Nasional 2013 dari Aliansi Pengacara Australia, Ferdi Tanoni mengatakan Australia telah melanggar kedaulatan NKRI ketika menghalau masuknya sebuah perahu yang mengangkut sekitar 45 orang imigran gelap pada Senin Januari 2014.

Ferdi Tanoni menambahkan ada 3 kapal perang AL Australia dan 6 kapal cepat (speed boat) Australia menghalau para imigran tersebut sampai menggiring mereka masuk ke wilayah perairan Indonesia di dekat Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolres Rote Ndao Ajun Komisaris Besar Hidayat mengatakan para imigran gelap tersebut berangkat dari Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 21 Desember 2013 dan tiba di Australia pada 1 Januari 2014.

Namun, mereka langsung dihadang dan digiring keluar oleh Angkatan Laut Australia. Tindakan angkatan Laut Australia yang menggiring imigran gelap kembali ke perairan Indonesia tentu perlu di sikapi secara tegas.

Terkait hal tersebut, tindakan Menteri Luar Negeri (Menlu) untuk membuat nota diplomatik patut di apresiasi. Nota diplomatik ini menjadi sangat penting guna menetralisir kondisi dalam negeri yang kembali memanas atas sikap negatif Australia.

Sedangkan Pengamat Hukum Internasional Universitas Nusa Cendana Wilhelmus Wetan Songa mengatakan sebagai bangsa yang besar dan bermartabat, langkah diplomatik yang dilakukan Indonesia dengan melayangkan sebuah nota diplomatik kepada Australia, merupakan sebuah pilihan politik yang patut dipuji.

Hanya pemimpin yang berjiwa besarlah yang mampu menjadikan bangsa ini besar. Untuk itu, bangsa Indonesia harus berani bertindak tegas terhadap Australia. Karena dengan alasan apapun kita harus menjaga kedaulatan bangsa.

Indonesia adalah negara yg besar yang tidak mudah untuk di remehkan bangsa lain. Australia sudah berulang kali melakukan tindakan tidak terpuji terhadap Indonesia lewat skandal penyadapan beberapa waktu lalu, kini kembali berulah dengan melanggar wilayah kedaulatan NKRI saat mengusir pulang para imigran yang hendak mencari suaka di negeri Kanguru itu.

Pemerintahan PM Australia Tony Abbott harus menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia atas tindakan AL Australia tersebut. Karena bukanlah sebuah persoalan sepele dalam membangun hubungan persahabatan antar bangsa.

Indonesia harus mampu menegaskan bangsa ini tidak dapat diremehkan. Hal ini pun kiranya tentu dapat dijadikan sebagai momen kebangkitan bangsa Indonesia sekaligus ujian untuk membuktikan negara kita lebih bermartabat. Tindakan tegas tersebut pun memberikan gambaran kepada dunia bahwa Indonesia masih punya harga diri dan kedaulatan.

Apa pun resikonya, kita mampu berdiri sebagai bangsa yang kuat. Para pemipin bangsa harus percaya bahwa dukungan masyarakat terhadap kedaulatan Indonesia sangat besar. Bangsa Indonesia memiliki berbagai potensi hebat dan para generasi bangsa siap untuk mengawal hal tersebut. (mar)

Penulis
Dharma.A.Yudha : Penulis adalah Alumnus Pascasarjana Tannas UI, Pemerhati dan Peneliti Masalah Ketahanan sipil.
Jakarta, dharma_anaxxx@ymail.com

Baca juga:
Menanti `Jumat Kramat` bagi Jero dan Sutan
Sukses Pemilu 2014: Sukses Partisipasi Politik Masyarakat
Mari Perbaiki Jakarta Tanpa Saling Menyalahkan

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Mulai 7 Januari sampai 7 Februari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Warga Mengadu". Ada hadiah dari Liputan6.com dan Dyslexis Cloth bagi 6 artikel terpilih. Caranya bisa disimak di sini.