Liputan6.com, Jakarta - Semut yang berkeliaran di sekitar tanaman cabai sering kali menjadi tanda adanya gangguan yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Karena itu, banyak pekebun mulai mencari cara mengusir semut dari tanaman cabai tanpa pestisida kimia agar hasil panen tetap aman dan lingkungan kebun tetap sehat. Metode alami dinilai lebih ramah terhadap tanah, tanaman, serta organisme bermanfaat yang hidup di sekitar kebun.
Keberadaan semut pada tanaman cabai tidak boleh dianggap sepele. Selain mengganggu, semut sering kali berhubungan dengan hama lain seperti kutu daun yang menghasilkan cairan manis sebagai sumber makanan mereka. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat mempercepat penyebaran hama dan menurunkan produktivitas tanaman cabai.
Kabar baiknya, ada berbagai cara sederhana yang bisa diterapkan untuk mengusir semut tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Mulai dari memanfaatkan bahan dapur hingga tanaman beraroma kuat, solusi alami ini tidak hanya efektif tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem kebun. Dengan langkah yang tepat, tanaman cabai dapat tumbuh lebih sehat, subur, dan menghasilkan panen optimal. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (4/6/2026).
Advertisement
Larutan Sabun Cuci Piring
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7739874/original/035780800_1780546541-Larutan_Sabun.jpeg)
Larutan sabun cuci piring merupakan salah satu metode yang efektif dan aman untuk mengusir semut dari tanaman cabai. Sabun bekerja dengan merusak lapisan lilin pada tubuh serangga, yang menyebabkan dehidrasi dan akhirnya kematian pada semut. Untuk membuat larutan ini, campurkan satu sendok teh sabun cuci piring cair ke dalam satu liter air hangat. Kocok perlahan hingga larutan tercampur rata dan berbusa, lalu semprotkan langsung ke semut dan area yang terinfeksi pada tanaman. Penting untuk membilas tanaman dengan air bersih sekitar dua jam setelah penyemprotan untuk menghilangkan residu sabun yang mungkin menyumbat pori-pori daun, terutama jika dilakukan pada siang hari.
Advertisement
Cuka Putih dan Perasan Lemon/Kulit Jeruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507891/original/074228000_1771557495-unnamed__1_.jpg)
Cuka putih dan perasan lemon atau kulit jeruk memiliki sifat asam yang tidak disukai semut, sehingga efektif mengganggu jejak feromon mereka. Aroma kuat dari bahan-bahan ini membuat semut menjauh dan kehilangan arah navigasi mereka. Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 50:50, atau gunakan air perasan kulit jeruk/lemon yang dilarutkan dalam air. Semprotkan campuran ini di sekitar area tanaman atau pada jalur semut, bukan langsung pada daun yang rapuh untuk menghindari potensi kerusakan. Minyak esensial dalam kulit jeruk terutama limonene, juga dapat mengganggu sistem saraf serangga.
Bumbu Dapur dan Rempah-rempah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7739876/original/030549800_1780546547-Rempah.jpeg)
Beberapa bumbu dapur memiliki aroma kuat yang tidak disukai semut dan dapat menjadi pengusir alami yang efektif. Rempah-rempah seperti lada hitam, lada merah, bubuk cengkeh, dan kayu manis dapat digunakan untuk mengusir semut dari tanaman cabai. Taburkan beberapa rempah beraroma kuat di sekitar pangkal tanaman atau sepanjang jalur semut. Aroma pedas dan menyengat dari rempah-rempah ini akan membuat semut menjauh. Bubuk kayu manis juga memiliki aroma kuat yang dapat mengganggu semut, caranya dengan menaburkannya di sekitar pot atau area yang dilalui semut untuk solusi alami.
Advertisement
Ampas Kopi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686690/original/085614900_1702561120-andrea-tummons-ehymerU7QFI-unsplash.jpg)
Ampas kopi adalah bahan alami lain yang dapat digunakan untuk mengusir semut dari tanaman cabai. Semut tidak menyukai aroma dan tekstur ampas kopi yang kuat, menjadikannya pengusir efektif. Taburkan ampas kopi bekas seduhan yang sudah dikeringkan di tanah sekitar tanaman. Selain mengusir semut, ampas kopi juga dapat bermanfaat sebagai pupuk ringan yang kaya nitrogen bagi tanah. Lakukan secara rutin untuk hasil terbaik dalam mencegah semut kembali ke area tanaman cabai Anda.
Bawang Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7739877/original/057039300_1780546552-Larutan_Bawang_Putih_dan_Air_Sabun.jpeg)
Bawang putih memiliki sifat pengusir hama alami karena aromanya yang kuat dan menyengat. Kandungan dalam bawang putih efektif mengendalikan berbagai hama, termasuk semut, menjadikannya pilihan tepat untuk mengusir semut dari tanaman cabai. Haluskan beberapa siung bawang putih, lalu campurkan dengan sedikit air atau cairan pencuci piring. Larutan ini kemudian bisa disemprotkan langsung ke area yang banyak semut atau pada tanaman. Untuk hasil optimal, rendam bawang putih yang sudah dihaluskan dalam satu liter air hangat selama 24 jam, saring, lalu tambahkan sedikit sabun cuci piring sebagai agen perekat sebelum disemprotkan.
Advertisement
Diatomaceous Earth (DE)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7739878/original/098495900_1780546558-Diatomaceous_Earth.jpeg)
Diatomaceous Earth (DE) adalah bubuk alami yang terbuat dari fosil diatom. Bubuk ini bersifat abrasif secara mikroskopis dan dapat merusak kerangka luar serangga, menyebabkan dehidrasi pada semut. Taburkan bubuk DE di sekitar pangkal tanaman atau pada jalur semut sebagai cara mengusir semut dari tanaman cabai. Pastikan untuk menggunakan DE food-grade yang aman untuk digunakan di sekitar tanaman dan hewan peliharaan. Namun, perlu diperhatikan bahwa efektivitas DE dapat berkurang jika terkena air atau kelembaban tinggi.
Menanam Tanaman Pengusir Semut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7739879/original/019341600_1780546566-Tanaman_Herbal_di_Dekat_Pohon_Cabai.jpeg)
Beberapa tanaman secara alami menghasilkan senyawa atau aroma yang tidak disukai semut, sehingga dapat berfungsi sebagai pengusir alami. Menanam tanaman ini di sekitar cabai dapat membantu mencegah semut mendekat dan menjadi solusi jangka panjang. Contoh tanaman pengusir semut meliputi mint (peppermint, spearmint), marigold, catnip, rosemary, krisan, dan kemangi. Tanam mint di dekat tanaman yang sering diserang semut karena aromanya yang kuat. Marigold juga dikenal sebagai pengusir serangga alami, termasuk semut, yang efektif untuk menjaga tanaman cabai.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Mengusir Semut Dari Tanaman Cabai Tanpa Pestisida
1. Mengapa semut sering datang ke tanaman cabai? Semut biasanya tertarik pada tanaman cabai yang memiliki kutu daun atau sumber makanan lainnya.
2. Apakah semut berbahaya bagi tanaman cabai? Semut dapat membantu penyebaran hama tertentu yang berpotensi merusak tanaman cabai.
3. Bagaimana cara alami mengusir semut dari tanaman cabai? Anda dapat memanfaatkan bahan alami seperti kayu manis, kulit jeruk, atau larutan sabun ringan.
4. Apakah ampas kopi bisa mengusir semut? Ya, aroma ampas kopi sering digunakan sebagai penghalang alami untuk semut.
5. Seberapa sering cara alami perlu diterapkan? Penggunaan bahan alami sebaiknya diulang secara berkala agar hasilnya tetap efektif.
6. Apakah pestisida alami aman untuk tanaman cabai? Sebagian besar pestisida alami aman digunakan jika diaplikasikan sesuai takaran yang tepat.
7. Bagaimana cara mencegah semut datang kembali? Jaga kebersihan area tanam dan kendalikan hama yang menjadi sumber makanan semut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7738879/original/078297400_1780545640-Semut_di_Tanaman_Cabai.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2834356/original/068304400_1561110302-1456029331-teh_telur.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7820393/original/087594300_1780639220-hl1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513933/original/068943100_1772077387-23334455.jpg)