Ini Lokasi Ular Ganti Kulit yang Sering Jadi Persembunyian, Wajib Diwaspadai

Ular secara berkala ganti kulit untuk tumbuh dan sehat. Ketahui lokasi ular ganti kulit yang sering tersembunyi, termasuk di area rumah, agar Anda lebih waspada terhadap keberadaan ular di sekitar Anda.

Diterbitkan 26 Oktober 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ular secara berkala melepaskan lapisan kulit luarnya melalui proses alami yang dikenal sebagai ekdisis atau molting. Proses penting ini memungkinkan ular untuk tumbuh lebih besar, memperbaiki kerusakan kulit, serta menghilangkan parasit yang menempel pada tubuhnya.

Selama periode pergantian kulit, ular menjadi sangat rentan dan cenderung mencari tempat yang aman serta tersembunyi. Mereka akan bersembunyi dari predator dan aktivitas manusia untuk menyelesaikan proses ini dengan tenang.

Mengetahui lokasi ular ganti kulit menjadi krusial, terutama jika Anda menemukan bekas kulit ular di sekitar rumah. Ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa ada ular yang pernah atau sedang berada di area tersebut, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Minggu (26/10/2025).

Alasan Ular Melakukan Pergantian Kulit (Ekdisis)

Proses ekdisis merupakan bagian integral dari siklus hidup ular. Salah satu alasan utama ular harus mengganti kulitnya adalah karena kulit mereka tidak dapat meregang seiring dengan pertumbuhan tubuh. Seiring waktu, kulit lama menjadi terlalu ketat, sehingga pergantian kulit memungkinkan ular untuk terus tumbuh dan berkembang.

Selain mendukung pertumbuhan, pergantian kulit juga berfungsi sebagai mekanisme kebersihan dan perbaikan. Ular seringkali terinfeksi parasit seperti tungau dan kutu dari lingkungan mereka. Dengan melepaskan kulit lama, ular sekaligus menyingkirkan parasit-parasit tersebut.

Tidak hanya itu, ekdisis juga membantu memperbaiki kerusakan pada kulit ular, menjaga integritas pelindung tubuh mereka. Proses ini juga meninggalkan jejak bau yang kurang mencolok, membantu ular tetap tidak terdeteksi oleh mangsa atau pemangsa potensial di habitat alaminya.

Selama fase ini, ular berada dalam kondisi yang sangat rentan. Oleh karena itu, mereka akan secara naluriah mencari tempat yang paling aman dan tersembunyi untuk bersembunyi hingga proses pergantian kulit berhasil diselesaikan sepenuhnya.

Lokasi Ular Ganti Kulit yang Umum Ditemukan

Ular memiliki preferensi khusus untuk lokasi ular ganti kulit yang aman dan mendukung proses pelepasan kulit. Mereka umumnya mencari tempat yang tersembunyi, gelap, dan menyediakan permukaan kasar untuk membantu menggosokkan tubuhnya.

Beberapa lokasi umum meliputi area dengan permukaan kasar seperti bebatuan, batang kayu, atau permukaan lain yang dapat digunakan untuk merobek kulit lama. Ular akan menggosokkan moncongnya terlebih dahulu, kemudian seluruh tubuhnya hingga kulit terlepas.

Tempat tersembunyi dan lembap juga menjadi pilihan favorit. Ular sering bersembunyi di bawah tumpukan kayu, bebatuan, puing-puing, di dalam lubang, atau di antara semak-semak lebat. Kelembapan di area tersebut membantu melunakkan kulit lama, mempermudah proses pelepasan.

Tidak jarang, lokasi ular ganti kulit bisa ditemukan di dalam rumah. Ular dapat masuk melalui celah kecil dan bersembunyi di area seperti dekat unit AC, di bawah ventilasi, di plafon, atau di sudut gelap lainnya. Penemuan kulit ular di tempat-tempat ini menjadi indikasi kuat keberadaan ular di dalam hunian.

Tanda-tanda dan Proses Pergantian Kulit Ular

Sebelum memulai ekdisis, ular menunjukkan beberapa tanda fisik dan perubahan perilaku yang khas. Salah satu tanda paling jelas adalah mata ular yang akan tampak keruh atau kebiruan. Ini disebabkan oleh pelumas yang dikeluarkan di bawah lapisan kulit luar untuk membantu proses pengelupasan.

Selain mata, kulit lama ular juga akan terlihat kusam dan kurang bercahaya. Pada beberapa spesies, perut ular bahkan bisa tampak berwarna merah muda. Perubahan fisik ini seringkali disertai dengan perubahan perilaku, di mana ular menjadi lebih sering bersembunyi dari biasanya.

Selama periode ini, nafsu makan ular mungkin berkurang drastis atau bahkan tidak mau makan sama sekali. Ular juga bisa menjadi lebih gelisah atau defensif, terutama karena penglihatan mereka terganggu oleh mata yang keruh, membuat mereka merasa lebih rentan.

Proses pelepasan kulit dimulai ketika ular menggosokkan moncongnya pada permukaan kasar untuk merobek lapisan kulit lama. Setelah robek, ular akan merangkak melalui celah sempit atau terus menggosokkan tubuhnya hingga kulit terlepas sepenuhnya, seringkali terbalik seperti kaus kaki yang dikeluarkan. Proses ini bisa berlangsung beberapa hari hingga minggu, tergantung faktor seperti ukuran dan kondisi ular.

People Also Ask

1. Apa itu ekdisis pada ular?

Jawaban: Ekdisis adalah proses alami di mana ular secara berkala melepaskan lapisan kulit luarnya untuk menggantinya dengan yang baru, juga dikenal sebagai molting atau sloughing.

2. Mengapa ular perlu mengganti kulitnya?

Jawaban: Ular mengganti kulit untuk memungkinkan pertumbuhan tubuh yang lebih besar, memperbaiki kerusakan kulit, dan menghilangkan parasit seperti tungau atau kutu yang menempel pada kulit lama.

3. Di mana saja lokasi ular ganti kulit yang umum ditemukan?

Jawaban: Ular cenderung mencari lokasi tersembunyi, gelap, dan menyediakan permukaan kasar seperti bebatuan, batang kayu, tumpukan puing, semak lebat, atau di dalam rumah seperti dekat AC atau plafon.

4. Apa tanda-tanda ular akan mengganti kulit?

Jawaban: Tanda-tanda ular akan ganti kulit meliputi mata yang keruh atau kebiruan, kulit lama yang kusam, perut yang tampak merah muda, serta perilaku yang lebih sering bersembunyi dan nafsu makan berkurang.

5. Apa yang harus dilakukan jika menemukan kulit ular di rumah?

Jawaban: Jika menemukan kulit ular, tangani dengan hati-hati menggunakan sarung tangan, identifikasi spesies jika memungkinkan, periksa lingkungan sekitar karena ular mungkin masih di dekatnya, dan buang kulit untuk mencegah kutu.