Indonesia Resmi Luncurkan Orange Bond Perdana, Dorong Inklusi Keuangan dan Kesetaraan Gender

Instrumen investasi inovatif ini hadir sebagai bagian dari upaya mendukung pendanaan program Sustainable Development Goals (SDGs)

Diperbarui 05 Juli 2025, 19:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah diperkenalkan pada pertengahan 2024, Indonesia akhirnya meluncurkan Orange Bond perdana di 2025. Instrumen investasi inovatif ini hadir sebagai bagian dari upaya mendukung pendanaan program Sustainable Development Goals (SDGs), dengan fokus khusus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan kelompok marjinal.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan milik negara, menjadi pionir dengan menerbitkan Orange Bond pertama di Tanah Air. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor publik ikut ambil bagian dalam inovasi pendanaan berkelanjutan.

Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Yanuar Nugroho, menyebutkan bahwa kesenjangan pendanaan untuk program SDGs di Indonesia masih sangat besar, mencapai Rp24.000 triliun. 

“Orange Bond diharapkan bisa membantu menutup gap tersebut dengan menyediakan modal bagi proyek-proyek yang berfokus pada keberlanjutan dan kesetaraan gender,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta.

Dirancang untuk memperluas inklusi sosial ekonomi

Lebih dari sekadar sumber dana, Yanuar menambahkan bahwa Orange Bond juga dirancang untuk memperluas inklusi sosial ekonomi, terutama dengan memberikan akses keuangan yang lebih besar bagi perempuan serta kelompok minoritas. 

“Kami berharap pada 2025 ini sudah ada kolaborasi kuat dengan sektor swasta agar mobilisasi pendanaan bisa lebih masif. Tapi tentu harus dilakukan secara kolektif,” tambahnya.

Pentingnya peran pemerintah

Angela Ng, Chief Operating Officer Impact Investment Exchange (IIX), menekankan bahwa peran pemerintah sangat penting untuk mempercepat adopsi Orange Bond. Menurutnya, instrumen ini tidak menggantikan obligasi berkelanjutan yang ada, tetapi justru menjadi pelengkap yang memperkuat ekosistem investasi berwawasan sosial.

“Orange Bond punya potensi besar untuk memobilisasi dana hingga US$10 miliar atau sekitar Rp160 triliun dan memberdayakan 100 juta perempuan serta minoritas gender pada 2030,” jelasnya.

Dengan PNM sebagai penerbit pertama, Orange Bond di Indonesia menjadi langkah awal untuk mendorong sektor keuangan lebih inklusif sekaligus menggerakkan partisipasi publik dan swasta dalam mencapai target SDGs.