Semarak Festival Budaya Lampung, Anak Muda Unjuk Kebolehan di Panggung Tari

Pesenggiri Festival juga menjadi magnet bagi anak-anak muda Lampung yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman di bidang seni tari.

Diterbitkan 01 Juli 2025, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lampung kembali menjadi sorotan dengan diselenggarakannya Pesenggiri Festival 2025, sebuah perayaan budaya yang membuktikan bahwa seni tradisional masih relevan di hati masyarakat, baik lokal maupun dari luar daerah. Selama dua hari, festival ini menyuguhkan berbagai pertunjukan seni yang dikemas secara kreatif, mengundang ribuan pengunjung untuk menikmati keindahan tradisi Lampung.

Salah satu bintang utama dalam festival ini adalah Bulan, seorang penari yang wajahnya menghiasi berbagai materi promosi acara. Dengan tarian yang memukau, Bulan menjadi simbol bagaimana budaya Lampung dapat terus hidup melalui generasi muda. “Pesenggiri Festival ini adalah ajang yang luar biasa untuk memperkenalkan budaya Lampung ke dunia. Kami, generasi muda, merasa bangga menjadi bagian dari pelestarian budaya ini,” ungkap Bulan, yang tergabung dalam tim tari Kitapoleng.

Pesenggiri Festival juga menjadi magnet bagi anak-anak muda Lampung yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman di bidang seni tari. Mereka dengan antusias belajar dan tampil di atas panggung, membuktikan bahwa tradisi mampu menyentuh hati siapa saja yang ingin mengenalnya lebih dalam.

“Awalnya saya hanya penasaran, tapi festival ini benar-benar luar biasa. Mulai dari galeri seni yang estetik hingga kelas-kelas yang mendalam, semuanya menghadirkan pengalaman yang tidak terlupakan,” tutur Shanaya, salah satu pengunjung yang juga bekerja di Hotel Lampung Marriott.

 

Pentingnya mempopulerkan budaya lokal

Menariknya, Pesenggiri Festival digerakkan oleh pihak swasta. Selphie Bong, pendiri The Hurun dan ketua penyelenggara acara, menekankan pentingnya inovasi dalam mempopulerkan budaya lokal.

“Kita butuh event budaya yang fresh dan relevan untuk generasi muda. Dengan pendekatan seperti ini, kita bisa menciptakan efek domino, mulai dari makanan hingga pariwisata,” ujar Selphie.

 

Pelestarian budaya

Antusiasme anak muda yang terlibat di festival ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi penyelenggara. “Saya bersyukur anak-anak muda Lampung begitu terbuka untuk dilatih. Mereka tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga menjadi agen pelestarian budaya,” tambah Selphie.

Pesenggiri Festival 2025, yang diadakan di Lampung Marriott Resort & Spa pada 20-21 Juni lalu, menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Festival ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus menghidupkan warisan budaya mereka.