Sukses

Alasan Kenapa Putusnya Situationship Ternyata Lebih Menyakitkan, Pernah Merasakannya Juga?

Berbeda dari putus cinta biasa, ternyata ada alasan kenapa putus hubungan dari situationship terasa begitu berat.

Liputan6.com, Jakarta - Sudah lama dekat dengan seseorang tapi ternyata hubungan kalian tidak ada kejelasan sama sekali? Hati-hati, sebenarnya Anda mungkin saja terjebak dalam situationship atau hubungan tanpa status.

Jika Anda masih asing dengan istilah ini, situationship mengacu pada kencan secara tidak resmi di mana salah satu atau kedua belah pihak bertindak seperti pasangan romantis tapi tidak ada komitmen yang jelas. Atau salah satu atau kedua belah pihak tidak memiliki pendirian yang jelas terhadap hubungan yang sedang dijalani.

Padahal, kalian berdua sebenarnya seperti terlibat hubungan asmara di mana ada waktu-waktu untuk berkencan, saling memberikan hadiah, dan bahkan memperkenalkan dan bertemu teman satu sama lainnya.

Meskipun tampaknya sebagian dari kita tentunya berupaya untuk menghindari status ini, tapi kenyataannya banyak juga yang sedang terlibat dalam situationship. Seperti ramainya bahasan di media sosial seperti TikTok tentang topik yang satu ini.

Termasuk bagaimana putusnya situationship lebih menyakitkan dibandingkan putusnya hubungan Anda ketika berpacaran. Di mana beberapa orang yang pernah menjalani hal ini mengatakan mereka merasa lebih terluka saat hubungan ini berakhir daripada setelah mengakhiri hubungan jangka panjang.

Dilansir dari Huffpost, Rabu (29/5/2024), pakar kencan dan salah satu pendiri aplikasi SoSyncd, Jessica Alderson, tentang situationship apa yang membuat mereka sangat terluka. Kira-kira seperti apa? Cek penjelasan selengkapnya di bawah ini.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Perpisahan dalam Situationship adalah Jenis Kebingungan Khusus

Sifat situasi yang tidak terdefinisi dapat membuat situationship sulit untuk dipulihkan, kata Jessica Alderson.

Seperti yang dia katakan, “Dalam situationship tertentu, seringkali tidak ada batasan, komitmen, dan label yang jelas, sehingga sulit untuk mengetahui di mana posisi setiap orang.”

Kurangnya kejelasan ini bisa berarti Anda tidak selalu mendapatkan penutupan atau perpisahan secara resmi, dan hal ini dengan sendirinya dapat membuat Anda lebih sulit untuk move on. Dalam putusnya suatu hubungan, ada awal, tengah, dan akhir yang lebih pasti. Struktur ini membantu kedua belah pihak mengetahui posisi mereka, yang berarti perpecahan menjadi lebih jelas.

Anda mungkin bertanya-tanya tentang apa yang membuat situationship Anda putus seperti halnya tentang apa artinya saat Anda berdua menghabiskan waktu bersama. Dan sayangnya, Anda mungkin mendapatkan sedikit informasi setelah kejadian tersebut seperti yang Anda dapatkan saat berkencan dengan mereka.

3 dari 4 halaman

Sayangnya Tidak Ada Cara untuk Mengatasi Situationship

Jika Anda kesulitan menyebutkan nama hubungan yang kini telah berakhir, masuk akal jika menemukan cara untuk memulihkannya bisa jadi sama samar-samarnya. Dan Alderson mengatakan bahwa teman dan keluarga – yang biasa menjadi teman kita di masa-masa sulit – bisa menjadi kurang simpatik dibandingkan biasanya ketika mereka bahkan tidak yakin dengan apa yang Anda duka, dan ketika mereka mungkin belum bertemu dengan mantan pasangan Anda.

“Karena situationship seringkali lebih santai dibandingkan hubungan tradisional,” katanya, “Mungkin tidak banyak dukungan dari teman dan keluarga selama perpisahan.”

Hal ini dapat membuat masa-masa yang sepi dan sulit menjadi lebih sulit. Bukan kondisi impian untuk sembuh secara sehat. Dengan kata lain, putusnya situationship pada dasarnya dipersiapkan untuk memastikan semuanya berakhir.

4 dari 4 halaman

Cara Move On dari Situationship yang Berakhir

Jika semua poin di atas tampak agak suram, Alderson mengatakan bahwa, “Hanya karena Anda tidak resmi, hal itu tidak membuat perasaan Anda menjadi kurang valid. Saat Anda sedang mengalami perpisahan dalam situationship tertentu, penting untuk mengakui dan menerima emosimu. Biarkan diri Anda merasa sedih, marah, atau emosi apa pun yang mungkin Anda alami. Beri diri Anda izin untuk berduka atas hilangnya koneksi.”

Selain itu, Alderson mengatakan Anda harus secara serius mempertimbangkan untuk memutuskan semua kontak.

“Jika tetap berhubungan dengan mantan situationship membuat Anda sulit untuk move on, tetapkan batasan untuk melindungi diri Anda sendiri. Sebaiknya nonaktifkan atau berhenti mengikuti mereka di media sosial agar unggahan mereka tidak terlihat.”

Lalu ada nasihat rutin, “Tidur yang cukup, makan sehat, dan berolahraga secara teratur. Lakukan aktivitas yang membuat Anda gembira, seperti berjalan-jalan, membaca buku, atau mendengarkan musik."

Menggunakan kesempatan untuk tumbuh dan mendapatkan kembali jati diri Anda adalah kuncinya, terutama mengingat bahwa beberapa situasi dapat membuat Anda terus-menerus mempertanyakan harga dirimu.

Dan yang terakhir: jangan takut untuk meminta bantuan. Alderson mengatakan bahwa berbagi perasaan Anda dengan teman atau anggota keluarga tepercaya dapat membantu Anda memprosesnya dan mendapatkan perspektif.

Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat melanjutkan hidup dan emosi Anda mengganggu kehidupan sehari-hari, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.