Sukses

Penyebab Lutut Sakit di Usia Muda dan Cara Mencegahnya

Liputan6.com, Jakarta - Nyeri lutut bukanlah kondisi yang hanya bisa dialami oleh orang tua. Para remaja pun tidak dapat menghindari penyakit lutut yang satu ini. Nyeri lutut di usia muda bisa diakibatkan dari penggunaan lutut yang berlebihan dan cedera lutut tertentu, seperti terjatuh atau tertekuk ke arah yang tidak normal.

Bagi remaja, nyeri lutut biasanya bersifat sementara dan bisa menjadi salah satu tanda perubahan tingkat aktivitas atau olahraga yang dilakukan. Meskipun begitu, hal ini juga tidak bisa dianggap sepele. Jika sakitnya sampai mengganggu aktivitas, ada baiknya kondisi tersebut diperiksa ke dokter.

Sebagian besar nyeri lutut pada remaja dapat ditangani dengan perawatan yang sederhana. Namun, jika terjadi robekan jaringan lunak yang terlalu banyak atau sampai patah tulang, hal ini bisa memerlukan proses pembedahan.

Individu bisa pulih dengan cepat tanpa ada masalah jangka panjang jika mengikuti prosedur penyembuhan dengan tepat.

Melansir dari Cleveland Clinic, Kamis (8/12/2022), lutut sakit di usia muda dapat disebabkan oleh tiga jenis faktor, yaitu nyeri lutut anterior atau nyeri patellofemoral, cedera ligamen dan tendon lutut, dan kondisi medis tertentu.

Nyeri lutut anterior terjadi saat tempurung lutut tertarik dari posisinya akibat tekanan yang meningkat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh rotasi pinggul yang tidak normal dan penggunaan lutut yang berlebihan, seperti terlalu sering menekuk lutut saat berlari, melompat, duduk, dan aktivitas lainnya.

Sementara itu, cedera ligamen diakibatkan oleh keseleo, otot yang tegang dan robekan pada ligamen dan tendon serta jaringan lunak lainnya. Kondisi-kondisi ini bisa disebut sebagai tendonitis, cedera ligamen, sampai tempurung lutut yang terkilir.

Perawatan yang bisa dilakukan tergantung dari jenis nyeri lutut yang diderita, dan apa yang menjadi penyebabnya. Namun, melansir dari Medical News Today, untuk beberapa nyeri lutut ringan, terdapat beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Olahraga Memperkuat Otot

Melatih kekuatan otot-otot kaki di bagian atas, yaitu otot paha, dapat membantu melindungi sendi lutut. Beberapa cara mudah yang bisa dilakukan sebagai berikut.

  • Meluruskan atau mengangkat kaki saat berbaring atau duduk.
  • Letakkan satu kaki di atas anak tangga, kaki lainnya menyusul, lalu ambil langkah turun, kemudian ulangi langkahnya.
  • Melakukan posisi duduk, lalu berdiri dan duduk lagi tanpa menggunakan tangan selama satu menit dengan lambat.
  • Mengangkat kursi lalu berjongkok sampai lutut menutupi jari-jari kaki, lakukan sebanyak 10 kali.
3 dari 4 halaman

Memperbaiki Bentuk Postur Tubuh

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa ketegangan pada lutut:

  • Hindari duduk di kursi atau sofa yang terlalu rendah.
  • Atasi situasi pertama dengan duduk di atas bantal untuk menaikkan level tempat duduk.
  • Pastikan duduk dengan postur yang baik, tidak membungkuk atau bersandar terlalu lama.
  • Hindari duduk tanpa bergerak dalam periode yang terlalu lama, ini bisa menyebabkan kaku pada sendi.
  • Terakhir, hindari mengenakan sepatu yang dapat mengakibatkan tekanan yang terlalu berlebihan pada lutut.
4 dari 4 halaman

Menurunkan Berat Badan dan Diet

Individu yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami nyeri lutut. Ini karena mereka membawa berat badan ekstra yang membuat sendi harus bekerja lebih keras.

Hal ini dapat diatasi dengan menurunkan berat badan. Selain menghindari nyeri lutut, ini juga dapat menghindari kita dari penyakit sendi seperti artritis. Di samping berat badan, membawa barang yang terlalu berat juga dapat meningkatkan peradangan pada sendi dan memengaruhi kerja lutut.

Mengadopsi program diet yang seimbang dan mengatur pola makan dapat membantu mengatasi berat badan berlebih. Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, makanan berserat, serta makanan rendah daging bisa menjadi salah satu solusinya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS