Sukses

Gaslighting Jadi Kata Paling Populer pada 2022 Ini

Liputan6.com, Jakarta - Istilah gaslighting menjadi kata terpopuler yang pada 2022 ini berdasarkan situs kamus online Merriam-Webster.

Kata gaslighting didefinisikan sebagai tindakan atau praktik menyesatkan seseorang secara kasar terutama untuk keuntungan diri sendiri.

Ia  menjadi populer karena banyak masyarakat menggunakan kata ini untuk menyebut tindakan persepsi penipuan.

Berdasarkan situs Merriam-Webster, Senin (5/12/2022), pencarian dari kata ini mengalami peningkatan hingga 1.740 persen pada tahun ini.

Istilah gaslighting ini merangkum beberapa istilah umum lainnya yang biasa kita hubungkan dengan misinformasi, seperti "deepfakes" dan "fake news".

Kata ini berasal dari judul sebuah drama pada 1838 dan film di 1944 yang diangkat berdasarkan drama tersebut. Drama tersebut memiliki plot yang melibatkan seorang pria yang berusaha membuat istirnya percaya bahwa dia menjadi gila.

Aktivitas misteriusnya di loteng menyebabkan lampu gas di rumahnya meredup, tetapi ia bersikeras mengatakan kepada istrinya kalau lampu tersebut tidak meredup dan sang istri tidak bisa mempercayai persepsinya sendiri.

Jadi, saat gaslighting digunakan untuk pertama kali pada pertengahan abad ke-20, hal ini merujuk pada jenis penipuan seperti yang ada di film.

Situs Merriam-Webster mendefinisikan istilah ini sebagai bentuk manipulasi psikologis seseorang yang biasanya dalam jangka waktu yang lama akan membuat korban mempertanyakan keabsahan pikiran, persepsi realitas, atau ingatannya sendiri dan biasanya menyebabkan kebingungan, kehilangan kepercayaan diri dan harga diri.

Dampak ini kemudian akan membuat seseorang mengalami ketidakstabilan secara emosi atau mental dan merasa dirinya selalu bergantung kepada pelaku.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat makna gaslighting juga merujuk pada sesuatu yang lebih sederhana dan lebih luas.

Definisi istilah ini berkembang menjadi tindakan atau praktik menyesatkan seseorang secara kasar untuk keuntungan pribadi. Kata ini pun kemudian berkaitan dengan bentuk penipuan dan manipulasi modern.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Gaslighting Jadi Istilah yang Multifungsi

Gagasan mengenai konspirasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan membuat istilah gaslighting berguna dalam menggambarkan kebohongan yang merupakan bagian dari rencana yang lebih besar.

Berbeda dengan kebohongan, yang cenderung terjadi di antara individu atau penipuan yang cenderung melibatkan organisasi, kata gaslighting dapat berlaku dalam kedua konteks tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya saluran berkomunikasi dan teknologi yang digunakan untuk menyesatkan, gaslighting telah menjadi kata yang disukai untuk persepsi penipuan.

Meskipun istilah ini sudah digunakan selama beberapa dekade, baru pada akhir-akhir tahun ini kita memiliki istilah yang bisa dipakai untuk menggambarkan fenomena ini.

Hal ini membuat lebih banyak orang mampu mengidentifikasi makna kata dan bahaya yang ditimbulkannya. Setelah mereka sudah memahami tanda dan gejala dari gaslighting akan lebih mudah bagi mereka untuk menghindar agar tidak menjadi korbannya.

3 dari 4 halaman

Gastlighting merupakan Sebuah Manipulasi Psikologis

Jalan cerita dari film "Gaslight" memberikan kita gambaran yang cukup mengenai gaslighting. Baik dalam drama maupun filmnya sangat terkenal pada masa itu.

Keduanya sama-sama bercerita tentang seorang pria jahat yang mencoba mengelabui istri barunya agar mengira dirinya sudah kehilangan akal sehat.

Menurut kamus online Merriam-Webster, di dalam filmnya tersebut cerita memiliki konteks gaslighting sebagai sesuatu yang mengacu pada manipulasi psikologis seseorang selama periode waktu yang lama dan menyebabkan korban mempertanyakan realitas mereka.

4 dari 4 halaman

Gaslighting Bisa Dilakukan oleh Siapa Saja

Meskipun kita mengenal istilah ini sering digunakan dalam keadaan sebuah hubungan romantis, nyatanya gaslighting bisa dilakukan oleh siapa saja dan kepada siapa pun.

Manipulasi kondisi mental ini membuat kita membiarkan orang lain berperilaku buruk terhadap kita.

Hal ini pun bisa keluar dari mulut politisi atau dokter kita percayai dapat menjawab pertanyaan yang membuat kita kebingungan. Ketika kita sedang berkonsultasi tentang rasa sakit yang dialami, misalnya, tidak jarang mereka akan melontarkan ungkapan seolah rasa tersebut hanya "perasaan saja".

Untuk beberapa alasan, istilah gaslighting menjadi sesuatu yang lebih berbahaya dan berdampak besar dibandingkan kata "bohong".

Tidak jarang kita sering menggantikan kata "pembohong" dengan "gaslighter" atas tindakan yang mereka lakukan. Akan tetapi, ungkapan gaslighting sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih licik dan manipulatif daripada itu.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS