Sukses

3 Fakta Menarik CSAT, Ujian Terpenting bagi Orang Korsel Usai Lulus SMA

Liputan6.com, Jakarta - Untuk memasuki perguruan tinggi, beberapa negara memiliki proses seleksinya masing-masing. Salah satunya di Korea Selatan (Korsel), negeri ginseng ini memiliki ujian CSAT atau Suneung bagi siswa SMA yang akan meneruskan jenjang pendidikan mereka.

Ujian CSAT tahun ini akan diadakan pada 17 November 2022. Sebagian besar siswa SMA di Korsel yang ikut kali ini lahir pada 2004.

Suneung adalah akronim bahasa Korea untuk College Scholastic Ability Test atau dalam bahasa Korea ditulis "대학수학능력시험 (daehagsuhagneungryeogsiheom)".

Ini seperti SAT di Amerika Serikat, tetapi tiga kali lebih lama. Suneung juga memiliki bobot lebih dalam penerimaan perguruan tinggi daripada SAT.

Terdengar melebih-lebihkan, tetapi bagi masyarakat di sana hasil CSAT menentukan masa depan siswa Korea.

Mengutip dari BBC, Kamis (17/11/2-22), Suneung adalah ujian maraton selama delapan jam berturut-turut, yang tidak hanya menentukan apakah para siswa akan masuk ke universitas, tetapi juga dapat memengaruhi prospek pekerjaan, pendapatan, tempat tinggal, dan bahkan hubungan masa depan mereka.

Setiap tahun di bulan November, Suneung membuat seluruh negeri terhenti. Keheningan bisa menyelimuti seluruh ibu kota Korea Selatan, Seoul, karena toko-toko tutup, bank-bank tutup, bahkan pasar saham pun terlambat buka. Sebagian besar pekerjaan konstruksi terhenti, pesawat-pesawat terbang dihentikan dan pelatihan militer dihentikan.

Sesekali keheningan dipecahkan oleh sirene dari kejauhan. Sepeda motor polisi berlomba untuk mengantarkan siswa yang terlambat mengikuti ujian.

Banyak orangtua yang gugup menghabiskan hari di kuil Budha atau gereja Kristen setempat, sambil menggenggam foto anak-anak mereka, doa dan sujud terkadang diatur waktunya agar sesuai dengan jadwal ujian.

Selain keheningan saat masa ujian CSAT, berikut ini 3 fakta menarik Suneung menurut Linguasia, Kamis (17/11/2022):

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. Format Ujian Suneung

Suneung terdiri dari pilihan ganda (5 pilihan) dan pertanyaan jawaban singkat (hanya untuk matematika). Pada awal setiap mata ujian, pengawas membagikan buku tes besar dan lembar jawaban kartu optical mark recognition (OMR).

Jumlah pertanyaan dalam setiap mata pelajaran adalah:

- Bahasa Korea (국어): 45 pertanyaan

- Matematika (수학): 30 pertanyaan

- Bahasa Inggris (영어): 45 pertanyaan (17 pertanyaan pertama adalah pertanyaan mendengarkan)

- Sejarah Korea (한국사), Sosial/Sains/Eksplorasi Karir (사회/과학/직업탐구): 20 pertanyaan

- Bahasa Kedua/Karakter Cina (제2외국어/한문): 30 pertanyaan

Ini mungkin terlihat mudah dikerjakan, tetapi setiap pertanyaan terdiri dari beberapa paragraf. Manajemen waktu sangat penting, karena kamu harus menyelesaikan semua pertanyaan dan menandai jawaban pada lembar jawaban terpisah.

3 dari 4 halaman

2. Pengawasan Tes yang Ketat

Semua peserta tes ditugaskan ke sekolah yang berbeda untuk mencegah kecurangan. Jika seorang siswa ingin pergi ke kamar mandi selama tes berlangsung, mereka harus mengangkat tangan mereka dan memberitahu inspektur dengan tenang.

Inspektur di koridor akan memindai tubuh mereka dengan detektor logam dan dapat menemani mereka ke kamar mandi.

Ada dua pengawas di setiap kelas, biasanya pengawas utama adalah guru SMA dan pengawas pendukung adalah guru SMP.

Para pengawas harus tiba pada pukul 07.30 waktu setempat dan menyerahkan ponsel mereka (dan bahkan kunci mobil pribadi).

Ini adalah pekerjaan yang ekstrem karena mereka harus mengawasi segala sesuatu di kelas dan mendeteksi kecurangan sambil tetap diam.

4 dari 4 halaman

3. Pembuat Soal Ujian yang Diisolasi

Sekitar 300 penulis ujian yang terdiri dari guru sekolah menengah dan profesor universitas dipilih secara rahasia (penulis tidak diizinkan untuk membicarakannya) dan dikunci di tempat yang aman sekitar sebulan sebelum Suneung.

Tidak ada yang tahu lokasinya. Agen-agen dari Dinas Intelijen Nasional memutus semua metode komunikasi, termasuk internet, dan petugas polisi menjaga tempat itu. Tempat itu benar-benar terpisah dari dunia luar selama sebulan. Bahkan sampah dibuang setelah CSAT.

Mereka hanya bisa keluar ketika ada anggota keluarga langsung yang meninggal dunia, tetapi tetap saja, agen keamanan akan menemani mereka, dan mereka harus kembali dalam setengah hari.

Mereka diketahui menerima lebih dari 10.000.000 won (sekitar Rp117 juta). Ini adalah kompensasi bagi mereka yang dikurung selama satu bulan di semacam penjara.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS