Sukses

Perhatikan 5 Hal Ini Jika Ingin Berteman dengan Mantan Kekasih

Liputan6.com, Jakarta Tidak dapat disangkal bahwa putus cinta memang sangat menyakitkan, apalagi jika Anda enggan untuk mengakhiri hubungan. Anda mungkin merasa kesepian dan patah hati begitu Anda berpisah dengan cinta dalam hidup Anda. Untuk tetap berhubungan baik dengan mantan pasangan Anda, Anda mungkin ingin tetap berteman setelah mengakhiri hubungan Anda. Tapi apakah itu benar-benar berhasil?

Sejujurnya, jika Anda adalah teman sebelum Anda mulai berkencan, ada kemungkinan Anda dan mantan pasangan Anda akan tetap berteman. Ini karena Anda memiliki kesamaan yang memegang dasar persahabatan Anda tanpa perasaan romantis satu sama lain. 

Ini bisa lebih mudah jika Anda dan mantan pasangan Anda memiliki teman bersama karena mereka dapat membantu Anda dalam transisi ke fase baru tanpa merasa canggung. Mereka juga dapat menghibur Anda saat dibutuhkan dan membantu Anda mengatasi gangguan emosional.

Tetapi terlepas dari ini, mungkin ada saat-saat ketika Anda mungkin sering bertanya-tanya apa aturan yang harus diikuti ketika Anda memutuskan untuk tetap berteman dengan mantan pasangan Anda. Nah, dalam hal ini Anda perlu mengingat beberapa hal. Untuk mengetahui apa itu, berikut ulasannya dilansir dari Boldsky.

1. Saling Memberi Waktu Jika 

Anda berpikir bahwa Anda dan mantan pasangan akan langsung menjadi teman sesaat setelah putus, Anda mungkin salah. Anda harus membiarkan ada ruang setelah putus. Penting bagi Anda dan mantan pasangan untuk menerima kenyataan bahwa tidak ada hubungan romantis di antara Anda berdua. Hal-hal lain mungkin berubah secara tak terduga. Anda mungkin akhirnya merusak kesempatan untuk menjadi teman.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

2. Jujur Pada Satu Sama Lain

Salah satu hal yang mempererat persahabatan tidak diragukan lagi adalah kejujuran. Bukan berarti seseorang harus jujur ​​hanya dalam hal hubungan. Anda juga harus jujur ​​tentang perasaan dan emosi Anda. Jika Anda merasa pahit tentang perpisahan Anda, beri tahu mantan pasangan Anda hal yang sama. Anda tidak perlu berpura-pura baik-baik saja saat Anda tidak.

3. Ciptakan Batasan yang Sehat 

Jika Anda telah memutuskan untuk berteman setelah putus, penting bagi Anda untuk membuat batasan yang sehat. Ini akan memungkinkan Anda untuk mengetahui bagaimana Anda akan bertransisi dari pasangan menjadi teman, hal-hal yang akan Anda bagikan satu sama lain atau jenis persamaan yang akan Anda alami. Ini karena Anda tidak harus menjadi teman baik atau berbagi setiap detail.

 

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Hormati Kehidupan Pribadi Satu Sama Lain 

Sekarang setelah Anda tidak terlibat asmara, penting bagi Anda untuk menjauh dari kehidupan pribadi satu sama lain. Anda perlu menghormati ruang dan kehidupan pribadi masing-masing. Mencoba mengganggu privasi dapat memperburuk keadaan. Hanya karena dia berkencan dengan orang lain atau akan menikah, bukan berarti Anda akan pergi dan membuat keributan.

5. Jangan Posesif

Mari kita luruskan ini, bersikap posesif tidak pernah menjadi hal yang sehat dalam hubungan apa pun. Sekarang setelah Anda putus dan memutuskan untuk berteman, tidak ada gunanya bersikap posesif. Mantan pasangan Anda mungkin berkencan dengan orang lain dan itu seharusnya tidak mengganggu Anda. Anda tidak dapat meminta mantan pasangan Anda untuk berhenti melihat seseorang hanya karena Anda tidak dapat melihatnya dengan orang lain.