Sukses

Konsumsi Dua Jenis Minuman Ini Ampuh Turunkan Berat Badan dan Singkirkan Lemak Perut

Liputan6.com, Jakarta Membawa lemak perut dalam jumlah besar tidak hanya tidak sedap dipandang, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan utama yang dapat mengancam jiwa.

Ketika Anda memikirkan penurunan berat badan, berkeringat di gym selama berjam-jam dan mengisi piring dengan makanan hambar sering muncul di benak Anda.

Namun, menurut para ahli, hanya menyeruput minuman tertentu dapat memiliki efek mendalam pada penurunan lemak perut.

Risiko kesehatan serius yang terkait dengan membawa sejumlah besar lemak perut termasuk penyakit jantung, diabetes, stroke dan tekanan darah tinggi.

Studi terbaru juga menunjukkan hubungan antara lemak perut dan kanker

Alasan-alasan ini membuatnya penting untuk menghilangkan lemak ini, tetapi dengan begitu banyak teori dan rencana yang berbeda di balik penurunan berat badan, bagaimana Anda bisa benar-benar yakin apa yang terbaik?

Pakar teh dan peneliti Dr Tim Bond dari Tea Advisory Panel mengatakan: “Minum teh memiliki tempat yang mapan di benak publik untuk membantu manajemen berat badan."

“Teh hijau meningkatkan pengeluaran energi, yang merupakan faktor penting dalam penurunan berat badan karena Anda harus membakar lebih banyak energi daripada yang Anda konsumsi untuk menurunkan berat badan."

“Meskipun penurunan berat badan mungkin tampak cukup sederhana, sebagian besar dari penurunan berat badan adalah lemak perut."

"Penelitian telah menunjukkan bahwa katekin teh hijau meningkatkan kehilangan lemak perut terutama bila dikombinasikan dengan olahraga."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Teh hijau untuk menghilangkan lemak perut

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine, efek konsumsi infus teh hijau pada metabolisme energi dianalisis.

Penelitian ini melibatkan 21 subjek - 11 perempuan dan 10 laki-laki.

Penelitian ini dilakukan pada dua hari yang berbeda setelah sarapan standar disertai dengan air atau teh hijau.

Studi ini menemukan bahwa minum teh hijau di pagi hari membantu meningkatkan pengeluaran energi dibandingkan dengan minum air putih.

Dalam studi lain, efektivitas teh hijau pada penurunan berat badan diamati lebih lanjut.

Studi ini melibatkan 60 subjek obesitas dan menemukan bahwa minum teh hijau sebagai bagian dari diet penurunan berat badan menghasilkan tambahan 3,3kg (setengah batu) hilang selama 12 minggu.

Manfaat ini berkat kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) dan kafein, zat yang ditemukan dalam teh hitam dan hijau yang dapat meningkatkan metabolisme dan karenanya membakar kalori.

 

3 dari 4 halaman

Kesehatan usus dan penurunan berat badan

“Teh berkontribusi pada penurunan berat badan dan lemak melalui efek prebiotik,” tambah Dr Bond.

“Teh hitam telah ditemukan untuk memperbaiki komposisi tubuh."

“Studi laboratorium menunjukkan bahwa polifenol teh hitam memberikan efek positif dalam menghambat akumulasi lemak tubuh melalui peningkatan pemecahan lemak tubuh, menghambat perkembangan sel-sel lemak dan menghalangi proses obesitas dan peningkatan lemak tubuh terkait melalui mekanisme antioksidan dan anti-inflamasi.”

Penelitian menunjukkan bahwa polifenol teh menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA) di usus yang berinteraksi dengan mikrobiota usus dan mempengaruhi metabolisme lemak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa SCFA lebih kuat dihasilkan oleh teh yang telah mengalami fermentasi (misalnya hitam, oolong, dan gelap) dibandingkan dengan teh yang tidak difermentasi (hijau).

 

4 dari 4 halaman

Cuka sari apel untuk menghilangkan lemak perut

Asam asetat adalah komponen aktif utama dari cuka sari apel, yang dikatakan sebagai salah satu kontributor utama untuk mempercepat kehilangan lemak.

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa asam asetat dalam cuka sari apel dapat meningkatkan penurunan berat badan dalam beberapa cara - termasuk menurunkan kadar gula darah, menurunkan kadar insulin, meningkatkan metabolisme, mengurangi penyimpanan lemak, menekan nafsu makan dan membakar lemak.

Satu studi lebih lanjut mengeksplorasi klaim ini dan melihat asam asetat yang mengatur ekspresi gen untuk enzim oksidasi asam lemak di hati untuk menekan akumulasi lemak tubuh.

Pencegahan obesitas pada tikus yang diberi makan tinggi lemak dengan asam asetat lebih lanjut dilihat.

“Pemberian asam asetat menghambat akumulasi lemak tubuh dan lipid hati tanpa mengubah konsumsi makanan atau berat otot rangka,” simpul penelitian tersebut.