Sukses

Demi Menyontek Saat Ujian, Calon Guru di India Pakai Sandal Jepit yang Terhubung ke Bluetooth

Liputan6.com, India - Menyontek selalu menjadi masalah besar di India, terutama selama ujian. Tahun ini, pihak berwenang di Rajasthan, bertindak dengan memutus koneksi internet di negara bagian selama ujian untuk mencegah kecurangan. 

Tetapi mereka masih tidak dapat mencegah penipu yang cerdas dengan cara mereka yang tak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya.  

Dilansir dari Odditycentral, Senin (4/10/2021), puluhan calon guru yang mengikuti ujian mengajar di India ketahuan menyontek menggunakan sandal jepit yang telah dipasangi Bluetooth. 

Metode kecurangan terbaru ini dilaporkan melibatkan sandal jepit yang terhubung Bluetooth dan dijual oleh geng kriminal hingga 600.000 rupee ($ 8.000) atau setara dengan Rp 115 juta per pasang.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Tertangkap Curang

Lebih dari 4.000 pusat tes didirikan di seluruh negara bagian India untuk Rajasthan Teacher Eligibility Test (REET) pada 26 September lalu. Tes tersebut belum diadakan sejak 2018 dan dianggap sebagai jalan masuk untuk karir mengajar. Ini merupakn peluang penting bagi banyak calon guru. 

Namun, puluhan dari mereka tertangkap memakai sandal jepit dengan kartu sim tersembunyi di dalamnya. Ponsel itu terhubung ke lubang suara Bluetooth kecil yang tertanam jauh di telinga mereka agar tidak terlalu terlihat.

Sandal itu memiliki kartu sim dan para kandidat memiliki bug Bluetooth kecil yang ditanamkan di telinga mereka. Dalam satu kasus, kami harus mengambil intervensi dokter untuk menemukan bug karena tertanam begitu dalam,” kata seorang petugas polisi kepada The National.

3 dari 3 halaman

Modus yang Baru

Rencana mereka adalah meminta seseorang di luar membuat panggilan ke sandal jepit mereka sehingga mereka dapat secara diam-diam mendiktekan jawaban kepada mereka. 

Kami menyadari kemungkinan kecurangan, tetapi kami pikir itu akan menjadi kebocoran kertas pertanyaan atau seseorang akan menggunakan internet, oleh karena itu dilarang di banyak kota,” kata pejabat polisi Priti Chandra.

 “Tapi ini adalah modus yang sama sekali baru. Mereka menjadi sangat paham teknologi.

Sebanyak 25 orang kedapatan mengenakan sepasang sandal itu selama ujian minggu ini. Jumlahnya bisa saja lebih besar, tetapi ketika para penipu tertangkap, informasi mengenai metode baru dibagikan ke beberapa distrik, mendorong banyak pusat untuk meminta para kandidat melepas alas kaki mereka di luar ruang ujian.