Sukses

5 Hal yang Akan Terjadi pada Tubuh Jika Anda Tidak Sarapan

Liputan6.com, Jakarta - Untuk memulai aktivitas, penting bagi kita untuk menyantap sarapan di pagi hari. Hal ini lantaran sarapan dapat membantu kita memiliki energi lebih untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. 

Namun, tak sedikit dari kita yang kerap melewatkan sarapan lantaran tak memiliki waktu. Bahkan tak sedikit pula orang yang memiliki kebiasaan untuk memulai hari tanpa sarapan sama sekali. 

Mungkin bagi Anda hal ini tak apa untuk dilakukan. Tapi tahukah Anda bahwa melewatkan sarapan dapat memberikan beberapa dampak buruk bagi tubuh?

Melansir dari Insider, Selasa (14/9/2021), berikut deretan hal yang akan terjadi pada tubuh jika Anda melewatkan sarapan pagi. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 6 halaman

1. Memperlambat Metabolisme Tubuh

Sementara kebutuhan kalori total setiap orang berbeda, makan yang tidak seimbang sepanjang hari jika dilakukan secara teratur, benar-benar dapat mempengaruhi metabolisme Anda dalam jangka panjang.

Metabolisme Anda bisa melambat jika Anda tidak makan sesaat setelah bangun tidur karena tubuh mengirimkan pesan ke otak untuk menghemat lemak dan energi hingga makan kembali, menurut Health.

3 dari 6 halaman

2. Berat Badan Naik

Sering kali melewatkan sarapan dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar sepanjang hari, yang dapat menyebabkan Anda ingin terus memakan camilan atau makan berlebihan di kemudian hari, menurut Mayo Clinic.

Juga, melewatkan sarapan sering kali memicu proses pemikiran bahwa kalori yang dilewati dapat diganti pada waktu makan berikutnya. 

4 dari 6 halaman

3. Menurunkan Fungsi Otak

Otak berfungsi dengan glukosa, jadi setelah dalam keadaan lapar semalaman penting untuk Anda mengonsumsi karbohidrat, yang dipecah menjadi glukosa. Ini untuk mengisi bahan bakar otak Anda di pagi hari, menurut Reader's Digest. 

Jika Anda melewatkan sarapan, fungsi otak mungkin akan terganggu. Ketika karbohidrat makanan dipecah menjadi glukosa dalam tubuh dan dipasok ke otak, ini memungkinkan fungsi kognitif dan memori yang optimal.

5 dari 6 halaman

4. Kadar Kortisol Meningkat

Kortisol adalah hormon steroid yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres. Hasil studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Physiology & Behavior menemukan bahwa melewatkan sarapan menyebabkan peningkatan konsentrasi kortisol bebas dalam tubuh, yang menunjukkan bahwa melewatkan sarapan adalah hal yang memicu stres.

Peningkatan kortisol dalam tubuh dapat menyebabkan banyak efek negatif, termasuk penambahan berat badan, penekanan sistem kekebalan, peningkatan risiko penyakit dan ketidakseimbangan gula darah, menurut Today's Dietitian.

Untuk menghindari konsekuensi negatif ini, mungkin ada baiknya mempertimbangkan untuk menambahkan sarapan ke dalam rutinitas Anda.

6 dari 6 halaman

5. Mudah Mengalami Sakit Kepala

Melewatkan sarapan dapat menyebabkan sakit kepala. Menurut The Migraine Trust, melewatkan makan, atau bahkan makan yang tertunda atau tidak teratur dapat memicu sakit kepala dan migrain.

Ini mungkin karena penurunan kadar glukosa darah, tetapi "hormon stres yang dikeluarkan oleh tubuh selama puasa" juga bisa menjadi penyebabnya.