Sukses

Waspada, Covid-19 Dapat Masuk Lewat Hidung dan Menyerang Otak Anda

 

Liputan6.com, Jakarta Covid-19 lebih dari sekadar penyakit akibat virus pernapasan yang menyerang tubuh Anda. Beberapa di antaranya juga dapat sangat menakutkan bagi kesehatan mental Anda.

Sebagai perbandingan, dampak Covid pada otak bisa sangat besar. Penelitian telah menetapkan bahwa serangan virus Corona dapat menyerang otak seseorang bahkan hingga 10 tahun.

Ini juga dapat membuat orang mengalami gejala seperti otak berkabut, kehilangan ingatan, dan perubahan suasana hati. Hampir 1 dari 5 kasus Covid juga dapat terus mengalami penyakit mental dan perubahan kualitas hidup yang disebut long covid.

 

2 dari 7 halaman

Dapat masuk lewat hidung

Bagaimana Covid-19 menyerang otak dan menyebabkan kerusakan parah telah menjadi pertanyaan bagi para tenaga medis. Namun, penyelidikan yang terbaru telah mengungkapkan jawaban pertanyaan tersebut.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini seperti dilaporkan oleh TimesofIndia, kerusakan neurologis mungkin bukan hanya tanda infeksi Covid yang semakin parah, tetapi bagaimana virus dapat melancarkan masalah dengan keluar dari hidung dan menyebar ke otak.

 

3 dari 7 halaman

Studinya

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience telah menunjukkan tanda-tanda yang mungkin terjadi dan penjelasan untuk perilaku yang tak dapat diprediksi ini.

Menurut para ilmuwan, salah satu alasan bagaimana Covid dapat menyerang otak Anda adalah dengan memasuki aliran darah lewat selaput lendir yang ada di hidung. Ini juga dapat terjadi ketika seseorang tak memakai masker dengan benar dan membiarkan hidung tetap terbuka.

 

4 dari 7 halaman

Kesimpulan

Untuk hal yang sama, para ilmuwan mempelajari otopsi dari 33 pasien di Jerman yang meninggal karena Covid dan menganalisis sampel lendir di bagian belakang hidung dan jaringan otak, yang saling berhubungan satu sama lain.

Telah diamati bahwa materi genetik dari virus Corona terdapat di sepanjang dinding mukosa dan protein lonjakan yang memfasilitasi replikasi virus, juga ditemukan di jaringan otak.

Para ilmuwan kemudian menyimpulkan bhwa virus tersebut menggunakan saraf dan sel penciuman tubuh untuk menyerang sistem saraf, dan akhirnya, bagian otak yang menyebabkan sejumlah defisit dan masalah saraf.

Juga diamati bahwa cairan serebral yang ada di otak mengandung jejak-jejak sel kekebalan, yang menjadi aktif setelah adanya infeksi.

 

5 dari 7 halaman

Sebab hilangnya indera penciuman/perasa

Mengomentari hal yang sama, salah satu peneliti utama yang terlibat dalam penelitian tersebut, Profesor Heppner berkata: "Di mata kami, keberadaan virus di sel saraf mukosa penciuman memberikan penjelasan yang baik untuk gejala neurologis yang ditemukan pada pasien - seperti hilangnya indera penciuman atau perasa."

Para ilmuwan, dengan demikian, juga membicarakan kemungkinan gejala yang dapat menyerang pasien yang terinfeksi. Ini juga dapat bertindak sebagai tanda peringatan dan menyelamatkan nyawa.

6 dari 7 halaman

Infografis Covid-19

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: