Sukses

Ketimbang Mengurangi, Makan Lebih Banyak Justru Jadi Kunci Menurunkan Berat Badan

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang beranggapan mengurangi porsi makan mampu menurunkan berat badan yang diinginkan. Nyatanya, Spesialis Ilmu Makanan dan Nutrisi di Human Food, Emma Bullock-Lynch mengutarakan bahwa kurang makan tidak membantu Anda mencapai tujuan memiliki bentuk tubuh yang ideal. 

Anda kerap kali terjebak pada pengertian menjaga pola makan yang berujung pada kekurangan kandungan nutrisi pada makanan Anda. Ini dapat berujung pada gangguan kesehatan seperti sistem pencernaan dan metabolisme melambat, detak jantung melambat disertai dengan penurunan hormon penting bagi tubuh.

Jadi saat Anda memulai program diet, penting memenuhi tubuh dari nutrisi yang dibutuhkan. Alih-alih, Anda malah membahayakan tubuh yang membuatnya menjadi lesu dalam beraktivitas. Berikut tanda-tanda Anda kurang makan, melansir dari The Sun:

2 dari 5 halaman

Kurang Bersemangat Saat Berolahraga

Pada dasarnya, proses penurunan berat badan diukur dari seberapa banyak kalori yang terbakar daripada kuantitas makanan Anda. Dengan berolahraga, menjamin terbakarnya kalori yang didapat dari konsumsi makanan. 

Sayangnya, hal ini tidak dapat berjalan optimal ketika tubuh Anda dalam kondisi kelaparan. Bahan bakar yang tidak memadai, membuat tubuh Anda kesulitan untuk memecah lemak karena kekuatan otot Anda tidak mumpuni untuk bekerja keras. 

Instruktur pilates Holly Grant menambahkan bahwa jika Anda kurang makan, selain fungsi otot menurun, kekebalan tubuh Anda cenderung melemah.  Ini tentu tidak membantu jika Anda sedang berusaha meningkatkan tingkat kebugaran. 

Hal ini menyebabkan metabolisme Anda terganggu yang berdampak pada peningkatan berat badan.  Melambatnya metabolisme mulai menahan lemak karena tidak yakin kapan selanjutnya akan diberi makan. 

 

3 dari 5 halaman

Perubahan Perilaku yang Drastis

Emma menambahkan bahwa orang yang kurang makan juga mengalami perubahan perilaku. Salah satu yang paling jelas adalah perubahan dalam mengidam makanan tinggi lemak dan gula.

Penelitian menunjukkan bahwa mengidam dapat dikendalikan kalau seseorang mengonsumsi makanan yang cukup nutrisi. Kenyataannya berbeda, apabila kadar nutrisi Anda kekurangan yang berpotensi pada menumpuknya lemak dan gula.

Ujung-ujungnya, berat badan Anda tetap sama atau bisa juga melebihi. Untuk menjaga berat badan yang sehat, penting untuk mengonsumsi makanan yang cukup memberi tubuh Anda nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja dengan baik. 

Sebuah laporan di New England Journal of Medicine baru-baru ini mengungkapkan bahwa pria yang kehilangan berat badan setelah mengurangi kalori secara ekstrem dan menerapkan pembatasan pada diet mereka, berisiko lebih tinggi mengalami ketidakseimbangan metabolik dan gangguan hormonal dibandingkan wanita yang mengikuti aturan ketat.

4 dari 5 halaman

Perut Keroncongan

Ketika Anda berhenti makan atau menahan untuk makan dengan asupan kalori yang benar, pada dasarnya Anda memaksa tubuh Anda untuk membakar energi yang dicadangkan.

Grace Pascoe, ahli gizi di Improb mengatakan bahwa ketika Anda melewatkan makan, tubuh mulai menggunakan cadangan glukosa yang dicadangkan. Ini mengakibatkan energi Anda menurun, konsentrasi menurun, dan iritasi meningkat.

Berbeda halnya dengan makan teratur yang membuat Anda waspada dan termotivasi untuk tetap menjaga kadar gula darah Anda dalam kondisi normal. Hal ini karena kinerja hormon pencernaan yang optimal ketika mengubah makanan yang tinggi karbohidrat kompleks menjadi glukosa.

Meski energi berkurang, mereka tetap bekerja semestinya agar hormon tetap terjaga. Misalnya saja Ghrelin, hormon pemicu nafsu makan dan leptin, hormon penekan nafsu makan akan bekerja sama untuk memberi sinyal tubuh Anda bahwa Anda lapar. Hingga seringkali Anda sinyal itu timbul lewat suara gemuruh di dalam perut.

Hal ini cenderung Anda abaikan yang berdampak pada penurunan berat badan yang diinginkan. Namun, sayangnya Anda akan merasa cepat lelah karena Anda kehilangan energi yang menjadi sumber kekuatan. 

Hanya sekilas nampak ideal, lama-kelamaan penyakit mulai berdatangan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama. 

Penulis 

Ignatia Ivani 

Universitas Multimedia Nusantara

 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: