Sukses

Ingin Mendekorasi Kamar Buat si Buah Hati, Perhatikan 3 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran sang buah hati di dalam keluarga kecil Anda sangat dinanti-nantikan. Bahkan, sebelum kelahiran bayi pun Anda mulai mempersiapkan segala keperluan anak seperti perlengkapan dan kamar untuk si mungil nantinya. 

Sangat menyenangkan bukan, saat Anda mulai memilih pernak-pernik furnitur untuk sang buah hati. Biasanya, pemilihan warna sering menjadi pertimbangan yang perlu diperhatikan. 

Meski terlihat sepele, tetapi pemilihan warna dapat mempengaruhi suasana hati buah hati Anda saat berada di ruangannya.

Berikut kumpulan warna yang direkomendasikan dan yang harus dihindari, melansir dari The Sun:

 

 

2 dari 5 halaman

Warna yang Dianjurkan

Sudah menjadi hal yang lumrah, warna biru sering diidentikkan bagi jabang bayi laki-laki. Sayangnya, warna ini bukan menjadi pilihan utama. Menurut Spesialis Desain Interior homedit.com dan psikolog, Lee Chambers mengungkapkan bahwa warna hijau dan ungu harus menjadi pilihan teratas bagi orangtua.

Lee menjelaskan hijau merupakan warna alam yang menjaga pikiran buah hati tetap tenang. Sebagai warna daar, hijau bisa Anda kombinasikan dengan ornamen yang berwarna kuning yang dimaknai dengan rasa bahagia dan biru untuk menimbulkan rasa dingin yang membuat anak tertidur lelap. 

Sementara itu, warna ungu yang merupakan warna dewasa melambangkan unsur kebijaksanaan dan keagungan yang dapat menjaga kesimbangan buah hati Anda.  Sehingga anak Anda bisa tumbuh kembang menjadi anak yang dewasa. 

 

3 dari 5 halaman

Warna yang Dilarang

Merah muda adalah pilihan populer di kalangan orang tua yang mengharapkan anak perempuan yang menyebabkan masalah di kemudian hari. Menurut Lee, warna pink mengambil beberapa manfaat dari merah dan menghilangkan rangsangan.

Merah merupakan warna yang harus selalu dihindari orangtua karena warna cerah dapat menimbulkan perasaan negatif pada anak. 

Lee menyampaikan warna merah dapat mempengaruhi energi negatif yang cenderung emosional. Tambah lagi, mampu mengarahkan anak memiliki tingkat agresif yang menggebu-gebu hingga melewati batas, tetapi menurunkan konsentrasi akibat dari rasa emosional. 

Selain itu, kuning juga menjadi warna yang harus dihindari. Meski kerap dikaitkan dengan kehangatan dan kebahagiaan, tetapi Lee mengklaim nada tertentu dapat membuat anak-anak kesal. Aura bahagia ini terpancar dari warna jingga seperti sinar matahari sekaligus dapat meningkatkan fokus dan motivasi.

Semakin cerah warna kuningnya, semakin menstimulasi frustrasi, dan dalam penelitian kuning membuat bayi menangis lebih banyak daripada warna lain.

 

 

4 dari 5 halaman

Perpaduan Warna Lain

Pada akhirnya, pilihan bergantung pada orangtua. Lebih penting lagi, warna-warna yang Anda pilih nantinya jangan terlalu berwarna gelap dan terang. Dan usahakan dalam batas normal agara anak tidak merasa terganggu.

Lebih lanjut Lee mengungkapkan pemilihan warna menjadi fokus utama untuk mendukung komunikasi Anda dengan anak di dalam ruangan kesayangannya. Karena pada dasarnya warna yang menimbulkan kecemasan pada anak dapat menurunkan perhatian sang buah hati Anda.

Penulis 

Ignatia Ivani 

Universitas Multimedia Nusantara 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: