Sukses

Mengenal Dragonglass dan Valyrian Steel, Senjata Pembunuh dalam Game of Thrones

Liputan6.com, Jakarta - Serial Game of Thrones pada tahun ini memasuki musim terakhirnya. Serial tersebut dijadwalkan akan tayang pada tanggal 14 April 2019 di HBO.

Demi menyambut musim terakhir di serial tersebut, berbagai teori konspirasi makin santer terdengar di kalangan penggemar Game of Thrones. Mereka mulai menerka-nerka berbagai misteri yang belum terpecahkan sepanjang season 1 hingga season 7 pada tahun lalu.

Selain itu, mereka mulai mencocokkan beberapa potongan misteri hingga akhirnya muncul menjadi teori konspirasi. Namun, terlepas dari berbagai teori yang muncul, selalu ada hal misterius yang sangat seru untuk dibahas berkaitan dengan serial ini.

Bagaimana asal-usul benda-benda tersebut? Di mana benda tersebut dapat ditemukan? Mari simak penjelasan berikut yang pasti membantu bagi Anda pecinta serial Game of Thrones.

2 dari 3 halaman

Dragonglass

Dragonglass adalah nama yang sangat umum di Westeros. Merujuk pada zat yang dikenal sebagai obsidian, sebuah wujud dari kaca vulkanik.

Bersama dengan Valyrian Steel, Dragonglass adalah salah satu dari dua benda yang dikenal dapat membunuh para White Walkers. Benda-benda tersebut juga dapat membunuh para Wights, zombi yang dihidupkan oleh para White Walkers atau Night King.

Di Old Valyria, Dragonglass dikenal dengan nama zīrtys perzys, yang diterjemahkan sebagai "api yang membeku". Sejumlah besar Dragonglass dapat ditemukan di Dragonstone, rumah dari para Targaryen.

Dragonglass merupakan benda yang sangat penting bagi para Children of the Forest. Mereka menggunakan Dragonglass sebagai sebuah senjata. Senjata yang dibuat menggunakan Dragonglass yaitu pisau, belati, dan panah.

Sebuah rahasia yang mungkin terlupakan adalah bahwa Children of the Forest merupakan pencipta dari White Walkers (khususnya Night King). Pada awalnya, para Children menciptakan White Walkers untuk dijadikan sebagai sebuah senjata.

Mereka menciptakan White Walkers dengan sebuah upacara sihir yang melibatkan manusia. White Walkers pertama tercipta pada saat Children of the Forest memasukkan pecahan Dragonglass ke dada manusia. Sekarang, White Walkers pertama yang diciptakan oleh Children of the Forest dikenal sebagai Night King.

Kamu mungkin masih ingat pada saat Samwell Tarly berusaha menyelamatkan Gilly dari serangan White Walkers. Pada saat itu, Sam secara tidak sengaja membunuh White Walkers menggunakan Dragonglass, sejak saat itu ia pun mempelajari Dragonglass dengan lebih dalam.

Berbagai senjata yang terbuat dari Dragonglass, kemungkinan dibuat dari tambang di Dragonstone. Hingga kemudian, senjata-senjata tersebut digunakan untuk berburu para Wights.

Beberapa senjata yang digunakan untuk berburu di antaranya adalah kapak tempur, tombak, dan belati. Selama masa Age of Heroes juga tercatat bahwa Children of the Forest selalu memberikan ratusan belati yang terbuat dari Dragonglass pada Black Brothers setiap tahunnya. Tujuan dari pemberian senjata itu tidak lain adalah untuk membunuh para White Walkers.

3 dari 3 halaman

Valyrian Steel

Valyrian Steel merupakan suatu bentuk logam yang ditempa pada masa kejayaan Valyrian Freehold. Ketika logam Valyrian diubah menjadi sebuah senjata berbilah, maka logam tersebut akan tetap tajam selamanya, bahkan tanpa perlu diasah.

Selain ketajamannya, Valyrian Steel juga dikenal dengan kekuatan serta bobotnya yang lebih ringan jika dibandingkan dengan logam atau baja biasa. Selain itu, senjata yang terbuat dari Valyrian Steel memiliki pola suara khas yang ditimbulkan oleh senjata tersebut.

Bersama dengan Dragonglass, Valyrian Steel merupakan salah satu benda yang dapat membunuh White Walkers. Meskipun benda ini tak banyak diketahui, bahkan oleh White Walkers sendiri.

Sejak kehancuran kerajaan Valyrian, kebanyakan sisa senjata yang terbuat dari Valyrian Steel dijadikan sebagai benda warisan dan tersebar di beberapa kerajaan bangsawan di Houses of Westeros.

Rahasia pembuatan senjata ini, hanya diketahui oleh orang-orang Valyrian. Seiring dengan kehancuran kerajaan Valyrian maka rahasia tersebut pun ikut punah. Setelah kehancuran itu, pembuatan senjata baru menggunakan bahan Valyrian Steel pun menjadi sangat tidak mungkin.

Beberapa cerita menyatakan bahwa logam Valyrian dipenuhi dengan mantra sihir dan ditempa menggunakan Dragonfire. Hingga saat ini, belum ada yang bisa memastikan atau menyangkal cerita mengenai Valyrian Steel tersebut.

Bahan-bahan untuk membuat senjata dari logam Valyrian sangat sulit untuk didapatkan, bahkan setelah kehancuran kerajaan tersebut. Pedang Valyrian Steel diibaratkan sebagai Ice milik kerajaan Stark. Sesuatu yang sudah diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya di dalam sebuah keluarga bangsawan yang kuat.

Pengrajin besi yang terampil, dapat menempa ulang senjata yang terbuat dari logam Valyrian dengan cara meleburkan senjata Valyrian yang sudah ada. Namun, hal tersebut merupakan proses yang tidak mudah, bahkan dapat dikatakan sangat sulit.

Dua pedang kecil Valyrian Steel, terbuat dari sebuah pedang besar Valyrian. Sebaliknya, sebuah pedang besar Valyrian dapat terbuat dengan cara meleburkan beberapa pedang Valyrian berukuran kecil. Namun, kendalanya adalah jumlah logam Valyrian yang tersisa di dunia sangatlah sedikit, bahkan dapat dibilang sangat langka.

Berikut adalah beberapa senjata dari Valyrian Steel yang masih ada.

  • Heartsbane, pedang leluhur milik House Tarly. Diambil oleh Samwell Tarly sebelum berangkat ke Oldtown.
  • Ice, pedang besar dari leluhur House Stark. Diambil oleh House Lannister ketika Eddard Stark ditangkap dan dipenjara. Pedang tersebut kemudian digunakan oleh Ilyn Payne untuk memenggal Lord Stark atas perintah Joffrey Baratheon. Setelah Red Wedding dan mengalahkan House Stark, Tywin Lannister mencairkannya menjadi dua pedang panjang dengan ukuran yang lebih kecil. Satu diberikan kepada putranya, Jaime, dan satu lagi diberikan pada cucunya, Joffrey Baratheon.
  • Oathkeeper, pedang panjang pertama yang terbuat dari leburan Ice. Pedang tersebut diberikan oleh Jaime Lannister kepada Brienne dari kerajaan Tarth. Brienne merupakan orang yang menamai Oathkeeper dan sekarang melayani Sansa Stark.
  • Widow's Wail, pedang panjang kedua yang terbuat dari leburan Ice. Pedang tersebut diberikan kepada Joffrey Baratheon sebagai hadiah pernikahannya. Setelah kematian Joffrey, pedang tersebut akhirnya klaim ulang oleh Jaime. Tidak seperti Joffrey, Jaime dapat menggunakan pedang tersebut untuk berperang.
  • Lady Forlorn, pedang leluhur milik House Corbray.
  • Longclaw, pedang leluhur milik House Mormont, yang kemudian diberikan oleh Jeor Mormont kepada Jon Snow.
  • Belati Valyrian Steel yang tak bernama. Belati tersebut digunakan oleh pembunuh yang berusaha membunuh Bran Stark menggunakan belati tersebut. Belati tersebut sebelumnya milik Petyr Baelish, yang ia klaim kehilangannya dalam pertaruhan dengan Tyrion Lannister, meskipun hal ini kemudian ditemukan sebagai sebuah kebohongan. Namun setelah melewati beberapa kejadian, belati tersebut sekarang dimiliki oleh Arya Stark dan digunakan sebagai pisau bantu.

Beberapa senjata dari Valyrian Steel yang telah hilang adalah sebagai berikut.

  • Blackfyre, pedang leluhur milik House Targaryen, yang pernah dipegang oleh Aegon sang Penakluk, hilang selama Pemberontakan Blackfyre.
  • Brightroar, pedang leluhur milik House Lannister, hilang oleh Raja Tommen II Lannister selama ekspedisinya ke Valyria.
  • Dark Sister, pedang panjang milik House Targaryen, yang dipegang oleh Visenya Targaryen, hilang selama Pemberontakan Blackfyre.

 

Reporter:

Rahma Wulan Mei Anjaeni

Universitas Pendidikan Indonesia

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Syuting Game of Thrones Season 8, Emilia Clarke Dibuat Terpukau
Artikel Selanjutnya
Maisie Williams Tak Sadar Bocorkan Akhir Cerita Game Of Thrones Season 8, Tapi...