Sukses

3 Cara Membuat Magnet Sederhana, Lengkap dengan Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta Magnet pertama kali ditemukan oleh orang Yunani di sebuah tempat bernama Magnesia. Dari situlah kata magnet berasal dan secara luas digunakan. Bentuk magnet yang paling pertama ditemukan berupa magnet alam berbentuk batu.

Seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi, magnet kini telah digunakan pada banyak alat elektronik seperti telepon, dinamo, alat ukur, dan banyak lainnya. Pada dasarnya, benda-benda yang bisa ditarik oleh magnet adalah benda yang mengandung unsur logam. Namun, tidak semua logam bisa terpengaruh daya tarik logam. Salah satu logam dengan daya tarik magnet kuat adalah besi dan baja.

2 dari 6 halaman

Kutub Utara dan Kutub Selatan Magnet

Magnet sendiri memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Dua kutub tersebut adalah bagian magnet yang memiliki gaya paling kuat. Bahkan ketika magnet dipecah menjadi bagian terkecil pun, selalu ada kutub utara dan selatan. Seperti yang diketahui, jika dua kutub magnet yang sama didekatkan, maka akan terjadi tolak menolak.

Sebaliknya, jika dua kutub magnet berbeda didekatkan, maka dua magnet tersebut akan menghasilkan gaya tarik-menarik. Mengenai bentuknya, magnet dapat dijumpai dalam berbagai bentuk dan ukuran. Yang sering ditemukan adalah magnet berbentuk batang lurus. Namun, ada juga bentuk tapal kuda dan jarum.

Berbicara mengenai magnet, ternyata kamu bisa membuat magnet buatanmu sendiri, lho. Ada 3 cara membuat magnet yang bisa kamu lakukan di rumah. Syaratnya, kamu hanya perlu menyiapkan magnet permanen serta benda yang ingin kamu ubah menjadi magnet.

Selengkapnya, berikut Liputan6.com sajikan 3 cara mudah membuat magnet yang dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (9/3/2019).

3 dari 6 halaman

1. Cara Membuat Magnet dengan Menggosok

Cara membuat magnet yang pertama adalah dengan menggosok. Kamu hanya membutuhkan magnet permanen dan benda yang ingin kamu aliri. Benda yang bisa dialiri magnet adalah benda yang telah memiliki sifat kemagnetan, misalnya besi dan baja. Benda tersebut terdiri atas domain maupun magnet kecil yang disebut dengan magnet elementer.

Caranya adalah dengan menggosokkan magnet permanen pada benda yang ingin kamu jadikan magnet. Gosokkan secara satu arah dengan beraturan. Gerakan yang searah dan beraturan membuat aliran magnet permanen terhadap benda menjadi terpengaruh magnet.

Untuk menentukan kutub utara dan selatan magnet buatan, kamu hanya perlu melihat ujung magnet permanen yang kamu gosokkan. Maka, benda yang kamu gunakan untuk menerima aliran magnet adalah kutub yang berlawanan dengan ujung magnet permanen.

4 dari 6 halaman

2. Cara Membuat Magnet dengan Elektromagnetik

Cara membuat magnet yang kedua adalah dengan elektromagnetik. Sesuai namanya, elektromagnetik merupakan alternatif membuat magnet dengan cara aliran arus listrik. Sumber listrik yang dapat kamu manfaatkan bisa berupa batu baterai segala ukuran.

Elektromagnetik membutuhkan arus listrik searah atau direct current (DS). Artinya, kamu butuh dua buah batu baterai agar bisa mempraktikkan cara ini. Selain itu, siapkan benda yang ingin kamu ubah menjadi magnet, misalnya paku besi. Siapkan juga kabel kumparan atau kawat besi sebagai perantara aliran.

Pertama, tumpuk dua batu baterai untuk dihubungkan dengan kabel kumparan. Hubungkan kedua ujung kabel dengan kutub positif dan negatif baterai. Jangan lupa untuk mengupas ujung kabel kumparan menggunakan gunting. Selanjutnya, lilitkan kabel pada paku besi. Maka, magnet buatan kamu telah siap digunakan.

Untuk menentukan kutub utara dan selatan magnet buatan, kamu bisa gunakan kaidah tangan kanan. Yaitu dengan menggenggam paku besi tadi pada posisi ibu jari dibuka, sedangkan jari lain tetap menggenggam. Dengan demikian, ibu jari menunjukkan arah kutub utara magnet.

5 dari 6 halaman

3. Cara Membuat Magnet dengan Induksi

Cara membuat magnet yang ketiga adalah dengan cara induksi. Cara kerja induksi terjadi karena pengaruh gaya magnet pada sebuah benda magnet elementer atau konduktor. Siapkan magnet permanen dengan benda yang ingin kamu ubah menjadi magnet. Letakkan dua benda tersebut secara berdekatan dengan posisi vertikal.

Kemudian, letakkan jarum atau benda lain yang bisa menempel dengan magnet. Pastikan posisi magnet permanen dan konduktor tidak berubah-ubah. Amati gerakan jarum yang telah kamu letakkan di bawah konduktor. Pelan-pelan, jarum tersebut akan menempel pada konduktor.

Namun, jika magnet permanen dijauhkan, secara otomatis konduktor akan kehilangan sifat kemagnetannya. Berbeda ceritanya jika konduktor yang kamu gunakan adalah batang baja. Batang baja masih bisa menarik jarum meski magnet permanen telah dijauhkan.

6 dari 6 halaman

Medan Magnet

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa gaya tarik magnet paling kuat berada pada kutub utara dan kutub selatan. Namun tidak berarti sisi lain magnet tidak bisa menarik benda logam. Gaya-gaya magnet juga timbul di sekitar magnet selain di dua kutub. Gaya tersebut dikenal dengan medan magnet.

Medan magnet bisa digambarkan dengan menabur serbuk besi di atas kaca yang di bawahnya ditempelkan magnet. Maka serbuk besi tersebut akan menempel seolah dihubungkan langsung dengan magnet. Untuk mengetahui bagian terkuat magnet, kamu bisa melihat serbuk besi yang terlihat rapat satu sama lain.

Loading