Sukses

Berakting Bareng Dwayne Johnson di Skyscraper, Hannah Quinlivan Merasa Beruntung

Liputan6.com, Jakarta - Film Skyscraper telah tayang di bioskop-bioskop Tanah Air. Film ini menjadi debut Dwayne Johnson selanjutnya usai Jumanji dan Rampage. Skyscraper yang digarap oleh Rawson Marshal Thurber menampilkan Dwayne sebagai Will Sawyer yang berprofesi sebagai kepala pengamanan sebuah gedung pencakar langit.

Dalam Skyscraper, Dwayne menggaet juga SCREAM queen Neve Campbell untuk beradu akting dengannya sebagai Sarah Sawyer, istrinya. Namun, penonton di Asia sedikit banyak bakal penasaran dengan tokoh Xia yang diperankan oleh Hannah Quinlivan. Istri Jay Chou ini mengambil peran yang bertolak belakang dengan peran-peran yang selama ini pernah diambilnya. 

Pada Skyscraper, Hannah yang melakukan debut dalam TI AMO CHOCOLATE bersama Vanness Wu ini mendapat peran sebagai pembunuh bayaran. Ya, Hannah dikenal sebagai sosok yang lekat dengan drama romantis di televisi kini menjajal peran yang benar-benar berbeda.

Ketika menjadi Xia, tidak ada lagi senyum yang terpancar dari wajah Hannah. Ditambah lagi rambut sleek bob pendek dan juga jaket kulit yang dikenakannya. Bagi Hannah, peran ini benar-benar memikatnya. 

"Pertama, aku sudah suka hanya dari namanya. Rawson memberiku pilihan nama Xia, tapi rasanya ia tak tahu arti di balik nama tersebut. Xia dalam bahasa China artinya musim panas. Ini lucu sih dan atraktif bagi karakterku. Dia sangat jahat dan dingin tapi punya nama seperti itu. Aku suka ini dan memberikan perspektif tersendiri pada tokohku. Tokohku bisa tersenyum manis bersamaan dengan aku membunuh dengan keji," paparnya ketika kami temui di The Ritz Carlton Hong Kong dalam promosi Skyscraper beberapa waktu lalu.

1 dari 3 halaman

Berlatih Fisik

Demi membuat perannya tersebut meyakinkan, Hannah tak hanya memperdalam penokohan Xia semata. Ia juga melatih fisiknya untuk mendapatkan gesture yang pas dan juga luwes dalam melakukan adegan stunt. Ia menjalani latihan fisik selama kurang lebih dua sampai tiga bulan lamanya.   

"Sekitar dua sampai tiga bulan sebelum syuting, aku menjalani sesi latihan fisik dan juga latihan stunt. Latihan yang bagiku, cukup keras. Namun, setelah mendapat latihan tersebut, aku mulai terbiasa dengan adegan laga serta stunt yang harus kulakoni," ungkapnya. 

Selama syuting, Hannah selalu didampingi seorang stuntwoman yang menggantikannya di beberapa adegan. Meski ia mengungkap bahwa ia ingin melakukan semua adegan berbahaya sendiri, Rawson memutuskan untuk memilihkan beberapa adegan aksi yang pas dan aman untuknya.

"Stuntwoman saya juga berada di dekatku setiap waktu, berlatih bersamaku untuk meluweskan gerakan-gerakan aksi kami," ujarnya.   

Hannah memang berusaha sangat keras untuk bisa mendapatkan peran ini. Pada Juni 2017, tiga hari setelah ia melahirkan anak kedua, ia merekam beberapa adegan untuk diikutkan audisi. Setelah itu ia pun kembali merekam beberapa adegan laga hingga akhirnya Rawson menghubunginya via Skype dan memberikan peran itu kepadanya. 

Perjuangannya tak berhenti di situ, ia harus berakting bersama Dwayne yang sudah punya nama besar dalam perfilman AS. Hannah tak boleh tampil buruk. "Karena kamu tahu aku tidak sebesar dia, aku tidak sekuat dia, tapi aku harus mampu mengalahkannya. Aku senang saat tokoh ini nantinya diceritakan mengalahkan Dwayne karena orang bakal kagum dan heran," ceritanya. 

Perjuangan itu pun tak sia-sia. Hannah mendapat pujian dari dua orang yang istimewa baginya. Pertama, dari suaminya sendiri dan kedua dari Dwayne Johnson. "Ia (Jay Chou) menilai sosok yang kuperankan sangat keren. Berhasil menjadi sosok yang mematikan sangatlah keren bagiku. Aku sangat menikmatinya," ungkapnya. Sementara Dwayne dalam sebuah unggahannya di Instagram memuji cara Hannah menghidupkan tokoh Xia yang mematikan. 

2 dari 3 halaman

Pengalaman Menodongkan Pistol ke Dwayne Johnson

Hannah mengaku beruntung karena dalam film Hollywood perdananya ini ia bisa bermain bersama Dwayne Johnson. Diungkapnya, Dwayne mampu memberikan suasana yang nyaman di lokasi syuting terutama bagi dirinya yang sangat grogi saat itu. 

"Aku sangat grogi saat pertama kali syuting adegan bersama Dwayne. "Aduh, ada Dwayne". Dan aku menggunakan pistol saat itu dan kutodongkan kepada Dwayne. Aku berkata dalam hati. Duh ini harus terlihat sangat bagus. Sangat menakutkan pokoknya," ceritanya. 

Di mata Hannah, Dwayne adalah sosok yang sangat ramah dan hangat. Perlahan, rasa groginya ketika di lokasi syuting pun berkurang. "Dwayne memperlakukan semua yang di lokasi syuting seperti keluarga. Suasananya sangat nyaman dan asyik," tambahnya lagi. Sudah sejak lama Hannah memperhatikan Dwayne lewat film-filmnya. JUMANJI dan FAST & FURIOUS menjadi dua judul film Dwayne yang paling sering ia tonton. 

Tidak ia sangka bahwa kini ia satu frame dengan Dwayne dalam SKYSCRAPER. Terlepas dari faktor Dwayne, Hannah melihat keunikan lain dari film ini yang perlu diketahui oleh penonton.

"Sebagai wanita, aku suka dengan kisah cinta atau kisah antara manusia yang satu dengan lainnya. Sementara pria suka film laga, tapi Skyscraper memadukan keduanya. Terutama inti kisahnya yang bercerita tentang kisah keluarga," pungkasnya. 

Untuk kalian yang penasaran dengan aksi Dwayne dan Hannah dalam film ini sudah bisa menyaksikannya di bioskop-bioskop di Tanah Air. Selain dua pemeran utama ini masih ada Neve Campbell, Byron Mann dan Chin Han yang juga beraksi di film ini.

Reporter:

Mahardi Eka

Sumber: Kapanlagi.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Berbahaya untuk The Rock, Adegan Film Skyscraper Ini Hanya Diambil Sekali
Artikel Selanjutnya
Begini Aksi Heroik The Rock dalam Film Sykscraper