Cara Cek Penerima BPNT 2026, Simak untuk Hindari Hoaks dan Penipuan

Ketahui panduan lengkap cara cek status penerima BPNT 2026 melalui situs dan aplikasi resmi Kemensos, serta tips menghindari berbagai modus penipuan bansos.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara cek penerima BPNT menjadi informasi yang ingin diketahui dan bantuan tersebut kembali menjadi perhatian masyarakat pada tahun 2026, khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang membutuhkan dukungan pangan. 

Penting bagi setiap calon penerima untuk memahami prosedur pengecekan yang benar dan mewaspadai berbagai modus kejahatan siber yang mengatasnamakan program BPNT. Dengan informasi yang akurat, KPM dapat mengakses haknya dengan aman dan nyaman tanpa khawatir menjadi korban penipuan.

Bantuan ini disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen resmi yang ditunjuk.

BPNT disalurkan untuk periode Januari hingga Maret. Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan, sehingga total dana yang diterima mencapai Rp 600 ribu.

Kriteria penerima BPNT adalah masyarakat kurang mampu yang datanya terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Pada tahun 2026, hanya masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4 yang akan mendapatkan bantuan sembako ini.

Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan mencegah praktik penipuan, Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan kanal resmi bagi masyarakat untuk mengecek status penerimaan.

 

Cara Cek Penerima BPNT

Masyarakat dapat memverifikasi status penerima BPNT melalui dua platform resmi yang disediakan oleh Kemensos Republik Indonesia, yaitu situs web resmi dan aplikasi seluler. Kedua metode ini dirancang untuk memudahkan akses informasi bagi seluruh KPM di Indonesia.

Melalui Situs Web Resmi Kemensos

Pengecekan status penerima BPNT dapat dilakukan secara mandiri dan mudah melalui situs web resmi Kemensos. Langkah-langkahnya cukup sederhana dan bisa diakses menggunakan perangkat apa pun yang terhubung internet.

Pertama, buka peramban (browser) di ponsel atau laptop Anda, seperti Chrome, Mozilla, atau Safari. Selanjutnya, kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Pastikan alamat situs yang Anda tuju sudah benar untuk menghindari situs palsu.

Setelah itu, isi data wilayah sesuai dengan alamat yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anda, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Kemudian, masukkan nama lengkap Anda sesuai KTP pada kolom yang tersedia. Terakhir, masukkan kode keamanan (captcha) yang muncul di layar untuk verifikasi. Jika kode tidak terlihat jelas, Anda bisa mengklik kotak kode untuk mendapatkan kode baru.

Setelah semua data terisi dengan benar, klik tombol “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian. Jika nama Anda terdaftar sebagai penerima BPNT, sistem akan menampilkan informasi lengkap, termasuk nama penerima, umur, jenis bantuan (BPNT), status kepesertaan, serta periode bantuan, misalnya Januari-Maret 2026.

Melalui Aplikasi Cek Bansos Kemensos

Selain situs web, pengecekan status penerima BPNT juga dapat dilakukan dengan praktis melalui aplikasi "Cek Bansos" resmi dari Kemensos. Aplikasi ini memberikan kemudahan akses informasi langsung dari perangkat seluler Anda.

Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Cek Bansos Kemensos melalui Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna iOS. Setelah terunduh, buat akun baru jika Anda belum memilikinya, dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Tunggu proses verifikasi akun yang biasanya memakan waktu 1-3 hari, lalu login dan pilih menu “Cek Bansos”.

Kemudian, masukkan data sesuai KTP Anda, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, hingga nama lengkap. Ikuti proses verifikasi keamanan yang diminta oleh aplikasi. Terakhir, tekan tombol "Cari Data" untuk memproses pencarian dan melihat status kepesertaan BPNT Anda.

Cara Menghindari Hoaks dan Modus Penipuan BPNT

Maraknya program bantuan sosial seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan yang mengatasnamakan program BPNT.

Modus Penipuan yang Sering Digunakan

Beberapa modus penipuan BPNT telah teridentifikasi dan terus berkembang. Mengenali pola-pola ini adalah langkah awal untuk melindungi diri.

  • Pesan Palsu (WhatsApp, Facebook, SMS) Pelaku penipuan seringkali menyebarkan pesan melalui WhatsApp, Facebook, dan SMS yang berisi tautan palsu dengan janji pencairan bantuan cepat. Pesan tersebut seolah-olah berasal dari instansi resmi dan biasanya berisi ajakan untuk mengisi data pribadi seperti NIK, nomor rekening, dan alamat rumah guna "verifikasi penerima BPNT", padahal data tersebut digunakan untuk kejahatan digital.
  • Situs Web Palsu Modus lain adalah membuat situs palsu yang tampilannya sangat mirip dengan portal resmi Kemensos. Tautan yang dibagikan dalam unggahan hoaks seringkali tidak mengarah ke laman resmi pemerintah, melainkan ke formulir pengisian data pribadi yang meminta kode OTP.
  • Permintaan Data Pribadi dan Keuangan Pelaku sering menelepon korban dan mengaku sebagai “petugas Kemensos” atau “pendamping PKH”. Mereka meminta data NIK, nomor KK, PIN ATM, atau kode OTP dengan dalih “verifikasi data” atau “aktivasi bantuan”. Perlu diingat, Kemensos tidak pernah meminta masyarakat mengirimkan foto KTP, nomor rekening, atau kode OTP melalui WhatsApp/Telegram untuk pencairan bansos.
  • Penawaran Pendaftaran/Pencairan Berbayar Banyak isu beredar yang menyebutkan bahwa pencairan bansos memerlukan “biaya administrasi” atau “aktivasi akun berbayar”. Informasi tersebut tidak akurat. Berdasarkan Permensos Nomor 3 Tahun 2021, seluruh layanan bantuan sosial dari Kemensos sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apapun. Jika ada pihak yang meminta uang, sudah bisa dipastikan itu adalah penipuan.

Tips Aman Agar Terhindar dari Penipuan BPNT

Meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti tips keamanan adalah kunci untuk melindungi diri dari penipuan BPNT.

  • Verifikasi Informasi ke Kanal Resmi Kunci utama untuk terhindar dari penipuan adalah selalu verifikasi informasi ke kanal resmi sebelum bertindak. Selalu gunakan situs web cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi "Cek Bansos" untuk mengecek status penerima.
  • Jangan Berikan Data Pribadi dan Keuangan Jangan pernah memberitahukan PIN kartu kepada siapapun. Simpan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di tempat yang aman dan ganti PIN secara berkala. Kemensos tidak pernah meminta PIN ATM, kode OTP, atau transfer uang dalam bentuk apapun untuk pencairan bantuan sosial.
  • Waspada Terhadap Tautan Mencurigakan Hindari tautan pendaftaran bansos via WhatsApp atau Telegram yang bukan berakhiran .go.id. Jangan mengklik tautan yang tidak jelas atau berasal dari sumber yang tidak dikenal, karena ini bisa menjadi upaya phishing.
  • Laporkan Indikasi Penipuan Jika Anda menemukan indikasi penipuan atau terlanjur menjadi korban, segera laporkan melalui Call Center 171 atau platform SP4N LAPOR!. Kanal resmi pengaduan Kemensos juga meliputi Call Center 1500-799 (Senin-Jumat, 08.00-16.00 WIB), WhatsApp Kemensos 0811-1022-210, email pengaduan@kemensos.go.id, atau melalui situs web www.kemensos.go.id.