Lawan Hoaks dan Disinformasi Seputar Obat dan Makanan, BPOM Lakukan Langkah Ini

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyoroti banyaknya hoaks dan disinformasi yang beredar seputar obat serta makanan. Untuk mengatasi hal tersebut, BPOM meluncurkan subsite KataBPOM.

Diterbitkan 23 Mei 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyoroti banyaknya hoaks dan disinformasi yang beredar seputar obat serta makanan. Untuk mengatasi hal tersebut, BPOM meluncurkan subsite KataBPOM.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPOM, Andriana Krisnawati mengatakan, KataBPOM merupakan salah satu strategi untuk memberikan informasi terpercaya seputar obat dan makanan serta memperluas akses komunikasi, informasi, edukasi (KIE).

Maraknya hoaks dan misinformasi di media digital, katanya, menjadi bukti bahwa strategi KIE harus menjadi adaptif, responsif, dan inovatif. Adapun situs tersebut dapat diakses di situs resmi BPOM. 

"Dengan navigasi yang mudah dan tampilan interaktif, KataBPOM dirancang untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, lintas generasi, dan juga lintas wilayah," kata Andriana dilansir dari Antara, Kamis (22/5/2025). 

Andriana menilai, KIE bukanlah sekedar kegiatan pelengkap saja, melainkan merupakan komponen utama komunikasi resiko yang menentukan sejauh mana pengalaman dan partisipasi masyarakat dalam upaya pelindungan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, subsite tersebut juga sebagai ruang kolaborasi untuk mengedukasi pihak internal maupun publik termasuk tenaga kesehatan, pendidik, komunitas, konsumen, dan kalangan media.

"Di dalamnya terdapat pula menu edukasi kolaboratif yang telah disusun bersama Masyarakat Antifitnah Indonesia atau Mafindo sebagai sebuah komitmen bersama untuk memberikan edukasi pada masyarakat dalam menangkis hoaks obat dan makanan," dia melanjutkan.

Peluncuran subsite itu, katanya, menjadi momen untuk transformasi digital KIE dan menyebarkan semangat inovasi di era digital saat ini.

"Penguatan peran BPOM sebagai sumber informasi publik yang kredibel. KataBPOM harus menjadi rujukan utama bagi masyarakat, media, dan komunitas," tutup dia.

 

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.