Sukses

Hoaks Terkini Daftar Makanan yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta- Menjaga tubuh dari makanan yang berbahaya bagi kesehatan sangatlah penting, agar terhindar dari berbagai penyakit baik yang ringan hingga berat.

Informasi tentang makanan yang berbahaya bagi kesehatan pun beredar di tengah masyarakat, khususnya lewat media sosial hingga aplikasi percakapan. Namun kita harus memastikan kebenaran informasi tersebut terlebih dahlu sebelum mempercayainya.

Cara tersebut perlu dilakukan agar kita tidak mempercayai informasi yang salah atau hoaks. Pasalnya, hoaks bisa menimbulkan dampak negatif bahkan merugikan.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks terkini seputar makanan yang berbahaya bagi kesehatan.

1.  Buah Tak Berbiji Hasil Rekayasa Genetika Berbahaya dan Haram

Beredar di media sosial postingan video yang menyebut buah tak berbiji hasil rekayasa genetika berbahaya dan haram. Postingan ini beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 7 Juni 2022.

Dalam unggahannya terdapat video berdurasi 30 detik. Dalam video itu terdapat suara yang menyebutkan bahwa kita diminta berhati-hati untuk mengonsumsi buah yang tidak berbiji seperti anggur dan semangka.

Selain itu video tersebut disertai narasi, "Hati2 buah tak berbiji berbahaya dan haram!"

Lalu benarkah postingan video yang menyebut buah tak berbiji hasil rekayasa genetika berbahaya dan haram? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hoaks Berikutnya

2. Makanan Kaleng Thailand Mengandung AIDS dan Daftar Minuman Kemasan Picu Penyakit Berbahaya

Cek Fakta Liputan6.com memperoleh informasi seputar makanan kaleng Thailand mengandung AIDS dan daftar minuman kemasan memicu pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang.

Informasi makanan kaleng Thailand mengandung AIDS dan daftar minuman kemasan memicu pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp seperti berikut ini.

"InnaLillahi wa Inna Illaihi roji'un

Assalammu'alaikum Wr Wb

Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL

Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor.  Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI

(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)

Simak Beritanya :health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..🙏🙏

[ ‼️‼️WARNING‼️‼️

Tolong disebar luas kan

Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).Untuk itu, hindarilah minuman sbb:

👉1. Extra Joss,

👉2. M-150,

👉3. Kopi Susu Gelas (Granita),

👉4. Kiranti,

👉5. Krating Daeng,

👉6. Hemaviton,

👉7. Neo Hemaviton,

👉8. Marimas,

👉9. Segar Sari shachet,

👉10. Frutillo,

👉11. Pop Ice,

👉12. Segar Dingin Vit. C,

👉13. Okky Jelly Drink,

👉14. Inaco,

👉15. Gatorade,

👉16. Nabati,

👉17. Adem Sari,

👉18. Naturade Gold,

👉19. Aqua Splash Fruit.

Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.

Info:RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RSNara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPH

Mohon dishare, sayangi keluarga anda."

Benarkah informasi seputar makanan kaleng Thailand mengandung AIDS dan daftar minuman kemasan memicu pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini

 

3 dari 4 halaman

Hoaks Selanjutnya

3. Makan Kepiting dan Susu Bersamaan Sebabkan Keracunan

Kabar tentang makan kepiting dan susu saat bersamaan dapat menyababkan keracunan beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 22 Agustus 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar berisi narasi bahwa makan kepiting dan susu bersamaan dapat menyebabkan keracunan. Berikut narasinya:

"Tolong beritahu seluruh orang yang ada di sebelah kalian, setelah makan kepiting jangan minum susu, juga tidak boleh makan pisang, bisa beracun, semestinya sudah ada di berita, ada anak yang belum sampai rumah sakit sudah meninggal, tidak peduli kalian sesibuk apapun harus memforward pesan ini, tidak lebih dari semenit kok"

"Sekedar informasi luurr mugi bermanfaat," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 22 ribu kali dibagikan dan mendapat 135 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, kabar tentang makan kepiting dan susu saat bersamaan dapat menyababkan keracunan ternyata tidak benar. Mengonsumsi susu dan pisang setelah makan kepiting tidak berpengaruh karena tidak ada hubungannya.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.