Sukses

Capai Transformasi Ekonomi Digital Melalui Pengembangan Literasi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  menyampaikan agenda transformasi ekonomi berbasis digital yaitu pengembangan literasi serta keterampilan yang lebih inklusif dan produktif.

Hal itu disampaikan dalam Welcoming Remarks di kegiatan Paralel Session of Side Event G20 Global Partnership for Financial Inclusion: Workshop on Digital Financial Inclusion for Unlocking Post-Pandemic Regional Growth secara virtual, Kamis (12/5).

G20 harus menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi. Indonesia melalui kepemimpinan dalam Presidensi G20 berkomitmen agar bisa menghasilkan aksi konkret yang dapat dicontoh di berbagai tempat dan bermanfaat bagi dunia,” katanya dilansir dari Antara.

Diharapkan, momentum Presidensi G20 di Indonesia dapat mendorong upaya bersama pemulihan ekonomi dunia dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan semangat untuk “Pulih Bersama”, Presidensi G20 Indonesia nantinya berperan untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi yang lebih kuat, tangguh, dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Iskandar Simorangkir selaku Sekretaris Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang turut hadir secara virtual mengatakan bahwa transformasi digital diperlukan untuk mempercepat perluasan akses keuangan formal dalam memberikan kesempatan berusaha yang adil, mengurangi kesenjangan serta memperkuat ketahanan ekonomi.

“Momentum pemulihan ekonomi dalam Presidensi G20 harus dimanfaatkan untuk mencapai tujuan nasional, utamanya prioritas kita dalam transformasi ekonomi berbasis digital menuju Indonesia Maju,” ujarnya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Implementasikan Transformasi Ekonomi yang Adaptif

Selain itu, Pemerintah Indonesia mengapresiasi The Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) yang telah mengkoordinasikan Rencana Aksi Inklusi Keuangan sebagai pilar utama dari agenda pembangunan global yang menjadi kesepakatan seluruh negara anggota G20.

Presidensi G20 Indonesia juga akan terus mendukung kerja sama dengan berbagai pihak seperti antarpemangku kepentingan dalam negeri serta kerja sama dengan negara-negara G20 dan organisasi internasional dengan tujuan mengimplementasikan upaya transformasi ekonomi yang adaptif, responsif, dan inklusif.

Gencarnya inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka mempercepat program keuangan inklusif dengan semua kelompok masyarakat melalui Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Inklusi keuangan di Indonesia mengalami peningkatan dari 81,4 persen pada tahun 2020 menjadi 83,6 persen pada tahun 2021.

Hal ini disebabkan oleh beberapa indikator yaitu akses keuangan, penggunaan jasa keuangan formal, dan kualitas layanan jasa keuangan. Peningkatan keuangan inklusif ini juga di dorong oleh peran keuangan digital yang tumbuh secara signifikan.

Dea Amanda/Universitas Multimedia Nusantara

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2876541/pengembangan-literasi-jadi-upaya-capai-transformasi-ekonomi-digital?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=related_news

 

 

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.