Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini 2.500 Ton Minyak Goreng Tumpah ke Laut

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim 2.500 ton minyak goreng tumpah ke laut beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 20 Maret 2022.

Video berdurasi 24 detik itu memperlihatkan tumpahan minyak di atas dek kapal. Video itu kemudian dikaitkan dengan tumpahnya 2.500 ton minyak goreng ke laut.

"VIRAL MINYAK GORENG 2.500 TON TUMPAH KE LAUT SENILAI RP 37 MILIAR, NETIZEN: AKIBAT DZOLIMI KE RAKYAT"

"2500 ton minyak goreng tumpah di laut viral di dunia maya," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 121 kali ditonton dan mendapat beragam respons dari warganet.

Benarkah dalam video itu 2500 ton minyak goreng tumpah ke laut? Berikut penelusurannya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim 2.500 ton minyak goreng tumpah ke laut. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "video minyak goreng tumpah ke laut" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Polisi Pastikan Video Viral Minyak Goreng Tumpah di Laut Hoaks" yang dimuat situs cnnindonesia.com pada 21 Maret 2022.

Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menyebut, video viral yang dinarasikan seolah memperlihatkan minyak goreng tumpah ke laut sebagai berita bohong atau hoaks.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Timur Kombes Indra mengatakan, peristiwa dalam rekaman itu tanggal 18 Januari 2022, yang berlokasi di atas dek Tongkang (TK) Kahuripan 207.

Cairan yang tumpah sebagaimana tertera dalam video adalah minyak CPKO (Crude Palm Kermel Oil) sebanyak kurang lebih 50 Liter.

"Bukan sebanyak 2,5 ton seperti informasi yang ada dalam video TikTok yang viral tersebut," kata Indra kepada wartawan, Senin (21/3).

Indra menjelaskan, polisi telah memanggil pemilik akun @candrasurveyor91 yang memviralkan video tersebut untuk memberikan klarifikasi.

Hasilnya, kata Indra, video tersebut dapat dipastikan tak benar alias hoax. Pemilik akun mengaku hanya iseng saat membagikan video tersebut.

"Maksud dan tujuan saudara Candra Sasmita (pemilik akun @candrasurveyor91) mengatakan di dalam video TikTok terdapat tumpah minyak goreng sebanyak 2.5 Ton hanya iseng-iseng main Tiktok saja dan tidak ada maksud lain," ucap dia.

Ia menjelaskan, penyebab tumpahan CPKO tersebut lantaran sobekan selang vacum usai mengalami gesekan dengan bagian pinggir dek kapal yang sebagai sarana menyalurkan CPKO.

Sehingga, kata dia, minyak tersebut luber di atas dek TK. Kahuripan 207 yang di Jetty 2C PT Kutai Refenery Nusantara.

Dari video yang beredar itu, terlihat cairan berwarna cokelat yang diduga sebagai minyak goreng itu tumpah ruah di sekitar sebuah perahu.

Pembuat video itu menuliskan bahwa cairan itu adalah minyak goreng dalam jumlah banyak dengan kualitas tinggi.

"Bertumpah ruah Minyak Bimoli kualitas terbaik, 2500 ton seharga kurang lebih Rp 37 miliar. Dokumen tidak akan cair tanpa tanda tangan saya," tulis keterangan dalam potongan video tersebut.

Minyak itu terlihat seolah disalurkan melalui sebuah pipa. Namun, ada beberapa yang menyebar ke bagian badan kapal hingga akhirnya tumpah ke laut.

 

Referensi:

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220321185010-12-774372/polisi-pastikan-video-viral-minyak-goreng-tumpah-di-laut-hoaks

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Video yang diklaim 2.500 ton minyak goreng tumpah ke laut ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada tumpahan minyak sebanyak 2500 ton ke laut. Minyak tersebut luber di atas dek kapal akibat sobekan selang vacum. Jumlah minyak yang tercecer hanya 50 liter.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.