Sukses

Maraknya Misinformasi Membingungkan Seputar Vaksin Covid-19 Jadi Ancaman Wanita Hamil di Inggris

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa bulan terakhir, hampir seperlima wanita hamil yang belum divaksinasi di Inggris menjadi salah satu pasien yang paling kritis. Alasan tidak mau divaksinasi tersebut diakibatkan dari misinformasi yang beredar luas. Permasalahan tersebut diakibatkan dari adanya disinformasi yang menyebar luas, bahkan pihak pegiat cek fakta juga terus mengingatkan.

Akibat permasalahan tersebut, National Childbirth Trust (NCT) mengkritik pemerintah Skotlandia di Inggris akibat kurang perhatiannya terhadap wanita hamil. Kritikan tersebut diajukan akibat banyak tersebarnya misinformasi seputar ancaman Covid-19 terhadap wanita hamil di media sosial.

"Orang hamil memiliki penyerapan informasi seputar vaksin Covid-19 yang relatif rendah," ujar wakil editor Full Fact, Claire Milne dilansir Yahoo News UK.

Kesalahan persepsi ini diakibatkan karena ketakutan wanita hamil untuk menerima vaksin akibat banyaknya misinformasi seputar dampak atau efek samping obat atau vaksin yang merugikan.

"Ada upaya besar untuk mengatasi ini, tetapi pesan seputar keamanan vaksin pada kehamilan terkadang membingungkan, dan ini memungkinkan informasi yang salah menyebar," Milne menambahkan.

Data dari 100.000 vaksinasi Covid-19 pada kehamilan di Inggris dan Skotlandia, dan 160.000 di AS, tidak menunjukkan bahaya apa pun pada janin atau bayi dalam kasus di mana wanita hamil telah divaksinasi. Namun, banyak ibu hamil yang masih ragu-ragu.

Meski di awal tidak ada penjelasan khusus boleh atau tidaknya wanita hamil menerima vaksin, namun hal tersebut telah diubah pada April 2021 dan wanita hamil dinyatakan aman untuk menerima vaksinasi.

(Penulis: Azarine Jovita Halim/Universtias Multimedia Nusantara)

Sumber: https://sg.news.yahoo.com/pregnant-women-covid-vaccine-disinformation-185221516.html

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.