Sukses

Waspada Sebaran Hoaks Seputar Covid-19 Meningkat Jadi 4.170 dalam Sepekan

Liputan6.com, Jakarta- Sebaran hoaks seputar Covid-19 mengalami peningkatan dalam sepekan, kondisi ini harus diwaspadai dengan tidak mudah mempercayai informasi yang didapat sebab dapat merugikan.

Berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sampai Sabtu (31/7/2021) sebaran hoaks seputar Covid-19 mencapai 4.170 unggahan dari 1.821 temuan isu hoaks Covid-19, informasi tersebut tersebar disejumlah media sosial.

Facebook menjadi media sosial yang paling banyak digunakan untuk menyebar hoaks seputar Covid-19 dengan sebaran sebanyak 3.530 unggahan, berikutnya adalah Twitter sebanyak 554 unggahan. YouTube menjadi media sosial terbanyak ke tiga yang digunakan untuk menyebar hoaks dengan 49 unggahan, berikutnya adalah Instagram sebanyak 35 unggahan dan TikTik 2 unggahan.

Temuan hoaks Covid-19 di media sosial tersebut meningkat dibanding Jumat (30/7/2021), dengan temuan isu hoaks Covid-19 mencapai 1.819 dan sebaran di media sosial mencapai 4.163 unggahan.

4.163 unggahan hoaks seputar Cov id-19 meliputi Facebook mencapai 3.523, Twitter 554, YouTube 49, Instagram 35 dan TikTok 2.

Temuan hoaks seputar Covid-19 tersebut meningkat dari 29 Juli 2021, sebanyak 1.814 isu hoaks dengan sebaran sebanyak 4.142 unggahan, sebaran hoaks seputar Covid-19 tersebut meliputi Facebook mencapai 3.502 unggahan, Twitter 554 unggahan, Instagram 35, YouTube 49 dan TikTok 2 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 tersebut pun meningkat dibandingkan, Rabu (28/7/2021), dengan sebaran mencapai 4.126 unggahan. Sebaran hoaks seputar Covid-19 tersebut paling banyak beredar lewat Facebook mencapai 3.488 unggahan, Twitter 554, YouTube 49, Instagram 35 dan YouTube 49.

Temuan isu hoaks Covid-19 pada 27 Juli 2021 mencapai 1.805 konten, informasi bohong ini tersebar diberbagai media sosial. Dari 1.805 temuan isu hoaks Covid-19, sebaran hoaks seputar Covid-19 mencapai 4.103, angka ini mengalami kenaikan dibanding pekan lalu.

Hoaks seputar Covid-19 tersebut tersebar diberbagai media sosial, tercatat hoaks seputar Covid-19 paling banyak beredar lewat Facebook sebesar 3.465 unggahan, kemudian terbanyak kedua adalah Twitter mecapau 554 unggahan.

Media sosial berikutnya yang kerap dijadikan penyebaran hoaks adalah YouTube dengan unggahan mencapai 49 dan Instagram mencapai 35 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 tersebut mengalami kenaikan, dibanding pada 26 Juli 2021 dengan temuan hoaks mencapai 1.801 dan sebarannya sebanyak 4.072 unggahan.

Hoaks tersebut tersebar diberbagai media sosial, yaitu Facebook 3.434, Instagram 35, Twitter 554 dan Youtube sebanyak 49.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 tersebut terus meningkat dalam sepekan, kondisi ini harus diwaspadai agar kita tidak dirugikan karena mempercayai informasi palsu.

Cek Fakta Liputan6.com pun terus melakukan penelusuran informasi seputar Covid-19. Hasilnya sebagian informasi terbukti tersebut hoaks, simak kumpulan hoaks tersebut di sini.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.