Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Informasi KRI Nanggala 402 Hancur Ditorpedo Kapal Selam China 093B dalam Artikel Kompas.com

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim KRI Nanggala 402 hancur ditorpedo Kapal Selam China 093B dalam artikel Kompas.com.

Klaim KRI Nanggala 402 hancure ditorpedo Kapal Selam China 093B dalam artikel Kompas.com diunggah akun Facebook Mas Wiwik, pada 26 April 2021.Unggahan tersebut berupa tangkapan layar yang terdapat logo Kompas.com dan waktu muat artikel 24 April 2021.

Berikut tulisan dalam tangkapan layar tersebut:

"KRI Nanggala 402 adalah salah satu Kapal Selam jenis terbaik yang dipunyai Indonesia. Kapal Selam ini buatan German, di beli pada jaman Pemerintahan SBY. Namun KRI Nanggala 402 ini kini hancur di Torpedo oleh Kapal Selam Cina 093B. Detik-detik sebelum kejadian Kapten Rifan Jaya yang pimpin patroli ruti di Laut. terdengar minta izin darurat untuk menembakan Terpedo, namun izin tidak di berikan oleh Mabes Tni. Dari hasil penelusuan kami Tim Kompas, ternyata KRI Nanggala 402 telah berhadapan dengan Kapal Selam Cina 093B yang menyusup ke dalam perairan laut Indonesia

Setelah konfirmasi Kepada Menkopolhukam, beliau mengatakan:"Memang benar kondisi KRI Nanggala 402 sedang berhadapan dengan Kapal Selam Cina 093B, namun itu untuk latihan bersama.""

Unggahan tangkapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Kalau berita itu ūüĎábenar , pemerintah tidak boleh tinggal diam dan hanya bicara bela sungkawa , pankat , bintang jasa dan membiayai sekolah anak anak yg ditinggalkan .

Rakyat ingin tahu tentang penyebab pecahnya KRI NANGGALA 402 ūüĆ∑ūüôŹūüôŹ"

Benarkah klaim KRI Nanggala 402 hancur ditorpedo Kapal Selam China 093B dalam artikel Kompas.com? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

2 dari 5 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim KRI Nanggala 402 hancur ditorpedo Kapal Selam China 093B dalam artikel Kompas.com, dengan memeriksa halaman Kompas.com untuk mencocokkan artikel dengan klaim.

Hasil penelusuran tidak ada artikel yang mengarah pada klaim KRI Nanggala 402 hancur diterpedo Kapal Selam China 093B dalam artikel Kompas.com.

Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Serach dengan kata kunci menggunakan kutipan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

"Memang benar kondisi KRI Nanggala 402 sedang berhadapan dengan Kapal Selam Cina 093B, namun itu untuk latihan bersama."

Hasilnya, tidak terdapat artikel Kompas.com dan artikel media lain yang merujuk pada kutipan tersebut.

Dalam artikel berjudul "KSAL Yakin KRI Nanggala-402 Tenggelam Disebabkan Faktor Alam" yang dimuat situs liputan6.com, pada 25 April 2021 Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono yakin tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Perairan Selat Bali disebabkan oleh faktor alam.

"Saya berkeyakinan ini bukan human error, tapi lebih kepada faktor alam," tutur Yudo saat konferensi pers di Badung, Bali, Minggu (25/4/2021).

Yudo menyebut, kapal selam KRI Nanggala ditemukan dengan kondisi terbelah menjadi tiga bagian. Pecahan lain seperti jangkar hingga baju keselamatan turut menuntut petugas ke lokasi tenggelamnya kapal selam.

"Ini badan kapal cuma memang tidak terlalu terang. Ini kemudi horizontal, ini kemudi vertikal, ini bagian buritan, yang lepas ini dari badan utama yang berbadan tekan," ujar Yudo menunjukkan lewat rekaman video.

Sejumlah retakan juga ditemukan di badan kapal selam. Kondisi pecahan lainnya juga tampak menyusut akibat tekanan air laut.

"Kondisi subsunk pada kedalaman 838 meter seperti ini sangat kecil kemungkinan awak KRI Nanggala dapat diselamatkan," Yudo menandaskan.

Sumber:

https://www.liputan6.com/news/read/4541692/ksal-yakin-kri-nanggala-402-tenggelam-disebabkan-faktor-alam

 

 

 

3 dari 5 halaman

Kesimpulan

Klaim KRI Nanggala 402 hancur ditorpedo Kapal Selam China 093B dalam artikel Kompas.com tidak benar.

Tidak ada artikel Kompas.com yang berisi tentang KRI Nanggala 402 hancur ditorpedo Kapal Selam China 093B.

 

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut