Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Kenaikan Limfosit Pasca Vaksin akan Membunuh

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi vaksin Covid-19 menaikan limfosit, sehingga yang divaksin akan musnah dalam dua tahun.

Informasi vaksin Covid-19 menaikan limfosit, sehingga yang divaksin akan musnah dalam dua tahun beredar melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi tersebut:

Vaksin Covid-19 menaikan limfosit yang divaksin akan musnah dalam dua tahun

Benarkah kenaikan limfosit pasca vaksin akan membunuh? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

2 dari 5 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi kenaikan limfosit pasca vaksin akan membunuh, dengan menghubungi Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD.

Dr. Dirga menyatakan, informasi kenaikan limfosit pasca vaksin akan membunuh tidak benar.

"Jelas salah lah. Nanti manusia habis dong," kata dr Dirga, saat berbincang dengan Liputan6.com.

Penelusuran dilanjutkan dengan menghubungi Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi. Dr. Nadia mengatakan, informasi kenaikan limfosit pasca vaksin akan membunuh adalah hoaks.

Dr. Nadia pun merekomendasikan penjelasan pada situs covid19.go.id. "Hoaks itu, sudah ada penjelasannya di situs KPECPEN," kata Nadia saat berbincang dengan Liputan6.com.

Artikel situs covid19.go.id menyebutkan, naiknya kadar limfosit pasca-vaksinasi justru berguna untuk membentuk antibodi yang justru bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi keparahan akibat infeksi Covid-19.

Limfositosis merupakan peristiwa meningkatnya jumlah limfosit atau sel darah putih di dalam darah. Peristiwa ini dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya seperti, infeksi virus, bakteri, operasi pengangkatan limpa, penyakit genetik, kanker darah, dll.

Vaksinasi sendiri diakui memang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah limfosit dalam tubuh. Namun, limfosit yang meningkat adalah jenis limfosit yang membentuk antibodi di dalam tubuh.

Menurut pakar patologi klinis dari Universitas Sebelas Maret, Tonang Dwi Ardiyanto, jenis sel darah terbagi menjadi empat, yakni plasma darah, sel darah merah, sel darah putih (leukosit), dan trombosit. Sel darah putih terbagi menjadi dua, yakni neutrofill dan limfosit.

Neutrofill bertugas melawan semua bakteri atau virus penyebab penyakit. Sedangkan limfosit terbagi menjadi dua, yakni limfosit B dan limfosit T. Kedua limfosit ini berperan sebagai pembentuk sistem imun. Limfosit T berfungsi untuk mengenali dan menangkap benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sementara limfosit B berguna untuk menghasilkan antibodi.

Pada tubuh yang belum mendapatkan vaksin, saat ada virus dan bakteri yang masuk, kadar sel darah putih akan meningkat karena neutrofill bertugas melawan benda asing tersebut. Dalam kondisi tertentu, virus dan bakteri akan menyebabkan sakit atau peradangan.

Sedangkan saat tubuh menerima vaksin, sel darah putih juga meningkat karena membentuk kekebalan tubuh (antibodi). Akan tetapi, peningkatan jumlah sel darah putih pada tubuh yang menerima vaksin lebih rendah dibandingkan saat melawan virus atau bakteri dalam tubuh.

Sumber:

https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-kenaikan-limfosit-usai-vaksin-sebabkan-kematian

 

3 dari 5 halaman

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi kenaikan limfosit pasca vaksin akan membunuh tidak benar.

Kadar limfosit pasca vaksinasi memang naik, ini berguna untuk membentuk antibodi yang bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi keparahan akibat infeksi Covid-19.

 

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut