Sukses

7 Cara Agar Tak Menjadi Penyebar Hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Misinformasi atau hoaks selalu akan menjadi masalah yang tidak akan hilang di internet. Meskipun saat ini platform media sosial besar seperti Facebook dan Twitter telah mengambil langkah lebih serius guna mengurangi penyebaran misinformasi.

Lalu, bagaimana caranya agar kita tidak termasuk sebagai orang-orang yang suka menyebar hoaks atau misinformasi? Pertahanan yang hanya bisa kita lakukan hanyalah pertahanan terhadap diri sendiri.

Mengutip dari theconversation.com, penelitian psikologi yang tengah berkembang mengatakan ada beberapa cara yang dapat membantu untuk melindungi diri kita dari paparan misinformasi.

Berikut tujuh cara yang dapat dilakukan dengan mudah oleh diri sendiri.

1.      Mendidik diri sendiri dengan banyak mempelajari hal baru

Memahami trik yang digunakan si penyebar disinformasi atau hoaks untuk mencoba memanipulasi pembaca. Strategi ini dapat dengan sederhana membiasakan diri dengan trik yang biasa digunakan para penyebar disinformasi.

Saat Anda telah terbiasa mengenali informasi palsu ini, membuat Anda tidak terlalu rentan dengan trik tersebut.

Selain itu juga anda dapat dengan mudah mempelajari lebih lanjut tentang fakta yang yang dapat membantu anda mengurangi kerentanan terhadap suatu kebohongan.

2.      Kenali sifat kerentanan yang Anda miliki

Penelitian telah menemukan bahwa orang akan lebih rentan terhadap kesalahan informasi yang umumnya sejalan dengan pandangan masing-masing. Orang akan cenderung memercayai informasi yang menegaskan tentang apa yang sebelumnya sudah dipercayai.

Menjadi kritis terhadap suatu informasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Ingatkan pada diri sendiri agar mencari sudut pandang lain dari sumber lain tentang informasi dan topik yang sama.

 

2 dari 5 halaman

Selanjutnya

3.      Pertimbangkan sumber

Saat membaca suatu informasi atau berita pastikan seberapa dapat dipercayanya sumber tersebut. Periksa ulang berita tersebut dari sumber lain. Selain itu juga ketahuilah bahwa ada beberapa bahkan banyak pembuat disinformasi membuat situs palsu yang seakan-akan terlihat seperti sumber berita yang dapat dipercaya. Ketahuilah bahwa yang anda kunjungi adalah sumber yang benar.

4.      Beristirahatlah

Saat terlalu banyak menghabiskan waktu di internet terutama media sosial, informasi yang salah akan hadir sebagai hiburan atau bahkan gangguan. Akurasi terhadap suatu informasi tidak lagi menjadi prioritas utama. Sebelum memutuskan untuk membagikan sesuatu, luangkan waktu sejenak untuk mengingatkan diri sendiri tentang kebenaran dan keakuratan suatu informasi. Pikirkanlah apakah yang dibagikan itu informasi yang benar.

Penelitian menunjukan kebanyakan informasi yang salah dibagikan dengan cepat tanpa berpikir panjang. Gunakan waktu untuk berpikir panjang tanpa perlu terburu-buru.

5.      Sadarilah emosi Anda

Orang sering berbagi suatu informasi bukan karena pemikiran yang kritis, akan tetapi berdasarkan nalurinya. Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa orang dengan pola pikir emosional secara signifikan lebih mungkin membagikan informasi yang salah dibanding mereka yang berpikir lebih rasional. Kemarahan dan kecemasan khususnya, membuat orang lebih rentan jatuh karena kesalahan informasi.

 

3 dari 5 halaman

Selanjutnya

6.      Jika melihat sesuatu, katakan sesuatu

Jika melihat suatu kesalahan, mungkin tidak nyaman untuk menentang teman secara online, akan tetapi bukti menunjukan bahwa mengkritik alasan dan memberikan bukti yang menunjukan itu palsu atau salah merupakan teknik yang efektif. Orang akan lebih memercayai manusia lain dibanding algoritma atau bot. Orang sungguhan akan mengoreksi informasi tersebut secara online. Terutama jika anda memiliki keahlian atau subjek tertentu atau memiliki hubungan yang dekat dengan orang yang membagikannya.

7.      Jika melihat orang lain mengutarakan yang benar, dukung mereka

Jika melihat sudah ada orang lain yang mengkritik bahwa informasi tersebut informasi yang salah, tidak ada salahnya untuk mendukung pernyataannya. Jika anda tidak melakukannya, dan informasi tersebut dibagikan berulang kali, maka akan memperkuat keyakinan bahwa tidak masalah membagikan informasi yang salah.

Membiarkan informasi yang salah menyebar akan membuat banyak orang memercayainya. Karena umumnya hal yang mereka dengar berulang kali dapat menjadi kebenaran meskipun informasi tersebut salah.

Tidak ada solusi yang tepat, beberapa informasi yang salah bahkan lebih sulit dilawan. Tetapi tidak ada salahnya untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang yang terhubung di media sosial anda dari kebohongan dan penipuan. 

Sumber: https://theconversation.com/7-ways-to-avoid-becoming-a-misinformation-superspreader-157099

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Cek Fakta di Bawah Ini