Sukses

Banyak Hoaks, Pangeran William Imbau Warga Tetap Mau Divaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pangeran William menilai banyak hoaks dan informasi palsu terkait vaksin covid-19 di media sosial. Itu sebabnya Pangeran William meminta masyarakat cermat dan tidak termakan hoaks begitu saja.

Di Inggris saat ini sudah 19,6 juta orang menerima dosis pertama vaksin covid-19. Sementara untuk dosis kedua sudah disuntikkan pada 760 ribu orang.

Namun, masih banyak warga Inggris yang enggan divaksin. Padahal, Inggris menjadi salah satu negara yang mengalami dampak besar akibat virus corona Covid-19.

Tercatat hingga Senin (1/3/2021) jumlah kasus di sana mencapai 4.176.554 orang dan menewaskan 122.849 orang.

"Media sosial terkadang dibanjiri rumor dan informasi salah. Jadi, kita harus hati-hati siapa yang harus dipercaya dan dari mana informasi itu didapat," ujar Pangeran William, seperti dilansir BBC.

"Apalagi bagi mereka yang rentan secara klinis, padahal vaksinasi covid-19 sangat penting. Saya terus berbicara dengan generasi muda agar mereka juga mau divaksin."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini