Sukses

Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Komunikasi Guna Cegah Hoaks Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, Defriman Djafri mengatakan, pemberian pemahaman dan informasi yang utuh serta komprehensif kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 adalah tantangan besar.

"Dari pengalaman di lapangan, tantangan terbesar adalah memberikan pemahaman dan informasi yang utuh," kata Defriman seperti dilansir dari Antara, Kamis (7/1/2021).

Apalagi saat ini persetujuan penggunaan vaksin pada masa darurat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait vaksin belum keluar.

Ia menambahkan, pemerintah perlu menyiapkan strategi komunikasi yang baik sehingga masyarakat mengetahui dan paham tentang vaksin Covid-19.

Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan serta ahli yang kompeten memberikan informasi untuk menghindari disinformasi dan hoaks.

"Ini tidak hanya mengantisipasi keraguan bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang tetapi juga untuk mempersiapkan masyarakat awam pada tahap selanjutnya yang minim mendapatkan informasi mengenai vaksinasi," tutur Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand tersebut.

Secara umum, kata Defriman, vaksinasi tidak saja upaya intervensi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 namun jauh dari itu untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta pencapaian kekebalan kelompok herd immunity.

"Penguatan sistem kesehatan tentunya berdampak terhadap produktivitas sosial dan ekonomi ke depan," kata Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Provinsi Sumatera Barat tersebut.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: