Sukses

Cek Fakta: Ada Lelang Catut Nama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Simak Penelusurannya

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan tiga akun Facebook dengan klaim mengadakan lelang atas nama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Barang yang dilelang pun sangat menarik dengan harga miring.

Tiga akun Facebook dengan klaim mengadakan lelang atas nama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengunggah link yang sama, yakni quicksell.co. Di sana ada banyak barang yang dilelang, seperti sepeda lipat Brompton dengan harga Rp 5,2 juta.

Bahkan, beberapa merek telepon seluler seperti Iphone, Samsung, dan lain sebagainya dilelang dengan harga yang sangat miring, tidak sampai Rp 1.000.

Di situs tersebut, ada nomor telepon dan email yang harus dihubungi bila tertarik dengan barang lelangan. Nomor kontak yang tercantum adalah +6282192462150 dan alamat email anitasahra05@gmail.com.

Lalu, benarkah klaim lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai?

 

2 dari 5 halaman

Penelusuran Fakta

Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com memeriksa akun Facebook contact center Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bravo Bea dan Cukai. Akun ini sudah mendapat tanda centang biru atau terverifikasi dari Facebook.

Dari akun tersebut, ada unggahan yang membantah soal lelang barang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Unggahan itu berada di Facebook pada 9 September 2020.

Begini bantahannya:

"Selalu waspada!⁣⁣

Ada begitu banyak modus penipuan mengatasnamakan Bea Cukai.

⁣⁣Jangan panik! Bea Cukai tidak pernah menghubungi dengan nomor pribadi dan tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi.

⁣⁣Jangan mudah percaya, jika mengalami hal serupa hubungi Bravo Bea Cukai melalui 1500225 atau linktr.ee/bravobeacukai⁣⁣

Sahabat BC, yuk bantu sebarkan informasi ini supaya orang-orang tersayang kamu tidak menjadi korban penipuan selanjutnya!"

Selain itu, Cek Fakta Liputan6.com memeriksa situs resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Di situs tersebut, pihak Bea Cukai sudah membeberkan ciri-ciri penipuan yang mengatasnamakan institusi mereka, yakni menggunakan nomor handphone pribadi, transfer ke rekening pribadi, dan sering disertai ancaman.

 

Kemudian, Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan artikel berjudul: "[HOAKS] Lelang Mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai" di situs Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Begini petikan kesimpulan yang ada di artikel tersebut:

"Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat menyampaikan bahwa itu adalah penipuan. Pihaknya mencatat secara garis besar ada enam modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai diantaranya jual beli online barang kiriman dalam negeri, lelang palsu, barang kiriman luar negeri, modus teman yang ditahan karena membawa uang, kiriman diplomatik, dan jasa penyelesaian kasus tangkapan Bea Cukai.

Agar terhindar dari penipuan lelang, masyarakat yang berminat mengikuti lelang resmi dapat langsung mengunjungi website penyelenggara diantaranya, www.lelang.go.id, www.kemenkeu.go.id, www.beacukai.go.id, atau subdomain dari akun tersebut.

⁣Syarif Kembali menekankan bahwa lelang Bea Cukai ataupun Kementerian Keuangan tidak pernah menggunakan rekening atas nama pribadi dan tidak pernah menjanjikan kepada pihak manapun yang menjadi peserta lelang untuk bisa menjadi pemenang lelang. Bagi masyarakat yang mendapati indikasi penipuan seperti beberapa modus tersebut, diharapkan segera melapor ke Kantor Bea Cukai terdekat atau langsung menghubungi contact center Bea Cukai di nomor 1500225."

 

3 dari 5 halaman

Kesimpulan

Akun yang mengadakan lelang atas nama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dipastikan hoaks karena akun tersebut menyertakan nomor handphone pribadi bukan call center resmi.

 

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: