Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Gatot Nurmantyo Tolak Penghargaan Bintang Mahaputera

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan terkait mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Postingan ini ramai dibagikan sejak dua pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya adalah Arba. Dia mengunggahnya di Facebook pada 11 November 2020.

Dalam postingannya ia mengunggah tangkapan layar artikel berita berjudul "Tak Hadir di Istana, Gatot Nurmantyo Tolak Bintang Jasa Jokowi."

Selain itu ia juga menambahkan narasi, "Mantap Jenderal...Jangan Mau Di Kempesin Rezim..Jauh-Jauh Hari Sudah Ditolak GN.. Tapi Rupanya Rezim Masih Merayunya Juga..."

Hingga saat ini postingan tersebut sudah mendapat 137 komentar dan 39 kali dibagikan.

Lalu benarkah postingan tentang kabar Gatot Nurmantyo menolak bintang jasa dari Presiden Jokowi?

2 dari 5 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri fakta dan menemukan artikel dari Merdeka.com berjudul "Gatot Sebut Tak Mungkin Tolak Penghargaan Mahaputera dari Jokowi" yang tayang 26 November 2020.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Gatot Nurmantyo menerima penghargaan bintang mahaputera tersebut. Dia mengatakan, penghargaan itu merupakan penghargaan bagi semua prajurit, sementara sebagai mantan Panglima TNI hanya mewakili.

"Jadi rakyat juga mewakili, tidak mungkin saya tolak itu, kalau saya tolak saya nggak mengakui rakyat Indonesia, tidak mengaku pemerintah, maka penghargaan ini saya terima," ucapnya.

"Maka saya terima dengan ucapan syukur Alhamdulillah saya terima kasih, namun mohon maaf saya tidak bisa hadir dalam penyematan," ucap Gatot.

Selain itu ada artikel dari Cnnindonesia.com berjudul "Gatot Terima Penghargaan Jokowi: Tak Akui Rakyat Jika Menolak" yang tayang 26 November 2020. Berikut isi artikelnya:

"Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo mengaku dirinya tak bisa menolak penghargaan Bintang Mahaputera yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo.Dia merasa sama saja tidak mengakui keberadaan rakyat dan negara jika menolak penghargaan tersebut.

"Penghargaan itu diberikan oleh negara, negara itu ada rakyat, ada pemerintah, wilayah, ada pengakuan. Empat [hal] yang memberikan penghargaan itu yang disebut negara," kata Gatot dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/11)

"Tidak mungkin saya tolak itu. Kalau saya tolak berarti saya tidak mengakui rakyat Indonesia yang memberikan itu kepada saya, tidak mengakui wilayah Indonesia, tidak mengakui pemerintah," tambahnya.

Gatot juga merasa penghargaan Bintang Mahaputera tidak hanya diberikan kepada dirinya, tetap juga kepada seluruh Prajurit TNI yang masih aktif mau pun yang sudah pensiun.

Diketahui, Gatot diberikan penghargaan sebagai jasanya selama menjabat sebagai Panglima TNI.

"Itu untuk mereka yang sudah mengorbankan pikiran tenaga keringat darah bahkan nyawa untuk melindungi negara," kata Gatot.

Gatot tidak hadir di Istana Negara saat proses pemberian Bintang Mahaputera dilakukan Presiden Jokowi. Kala itu, Gatot beralasan saat ini masih dalam kondisi pandemi virus corona.

Kini, dia menjelaskan alasan lain mengapa tidak hadir saat Jokowi memberikan langsung penghargaan tersebut.

"Alasan yang ketiga ini alasan yang sangat pribadi yang saya sampaikan kepada Presiden, antara lain adalah bahwa saya pernah menerima perintah negara yang disampaikan oleh bapak Presiden kepada saya," kata Gatot.

"Hingga saya purna tugas, saya belum bisa menyelesaikan perintah negara tersebut, dan saya berharap dan tentunya berdoa segera diselesaikan oleh penerus saya," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan penghargaan Bintang Mahaputera kepada 71 orang. Salah satunya adalah Gatot. Namun, ia tidak hadir saat diundang ke Istana untuk menerima Bintang Mahaputera itu.

Namun demikian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) menyatakan bahwa Gatot tetap menerima Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo meski tak hadir dalam acara penyematan pada Rabu (11/11)."

Selain itu ada artikel dari Liputan6.com berjudul "Gatot Batal ke Istana, Bintang Mahaputra untuknya Bakal Dikirim Sekretaris Militer" yang tayang 11 November 2020. Berikut isinya:

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan penghargaan untuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo akan dikirimkan melalui Sekretaris Militer. Gatot sedianya menerima Bintang Mahaputera dari Presiden Jokowi, tapi ia tak hadir di Istana Negara.

"Nanti dikirim melalui Sekretaris Militer," ucap Mahfud di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (11/11/2020).

Mahfud menjelaskan bahwa Gatot bersedia menerima penghargaan Bintang Mahaputera. Hanya saja, dia tak bisa hadir ke Istana karena situasi pandemi Covid-19. Adapun alasan ketidakhadirannya ini disampaikan Gatot melalui surat yang dia kirim ke Presiden Jokowi.

"Dalam suratnya, Pak Gatot Nurmantyo itu menyatakan menerima pemberian bintang jasa ini, tetapi Beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan. Pertama, karena ini suasana Covid," jelas dia.

Menurut Mahfud, seharusnya penghargaan tersebut diberikan pada HUT ke-75 RI. Namun, karena situasi pandemi Covid-19, maka disepakati penghargaan diberikan dua kali, yakni Agustus dan November.

Hal ini sekaligus agar bisa tetap menerapkan protokol kesehatan yakni, menjaga jarak. Pasalnya, penerima penghargaan Tanda Kehormatan dan Tanda Jasa pada tahun ini jumlahnya cukup banyak.

"Kalau diberikan tanggal sekarang ini ya karena memang sistem bulan Agustus itu disepakati untuk dipecah dua kali agar tidak berkerumun. Bahwa, Covid kita sudah melihat sendiri ada protokol kesehatan yang ketat baik sebelum masuk ke sini maupun ketika akan masuk ketika di dalam," tutur Mahfud."

3 dari 5 halaman

Kesimpulan

Postingan yang menyebut mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak bintang jasa dari negara adalah tidak benar. Faktanya Gatot Nurmantyo tetap menerima penghargaan tersebut meski tidak hadir dalam acara penyematan.

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini