Sukses

Cek Fakta: Viral Video Pengemasan Masker Solida Tidak Higienis, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Akun Twitter @MRFOLKTIVE mengunggah video yang memperlihatkan pengemasan masker yang diklaim merk Solida dilakukan di pabriknya. Namun dalam video tersebut menujukkan pengemasan masker dilakukan secara sederhana di lantai sehingga tidak higienis.

Berikut transkrip suara dalam video yang diunggah pada 20 Februari 2020 tersebut:

"Hari Rabu tanggal 19 Februari 2020 waktu menunjukan jam 12 lewat 30 menit, ini untuk orderan Ibu Mariana melalui mediator dengan bapak yanto di Jakarta. Jadi kalau posisi-posisi di gudang atau dipabriknya. Ini karyawan-karyawan yang sedang sortir atau memasukan masker tiga ply dengan merek solida. Ini barangnya tiga ply ini barangnya asli, jadi misalkan kalau booking atau order dipersilahkan melalui mediator bapak Yanto di Jakarta, ini bukan barang gaib ya barang nyata."

Pada unggahan video tersebut, akun Twitter @MRFOLKTIVE menyertakan keterangan sebagai berikut:

"APA!!!!??? 😱 Astaga! Jorok banget.

Pak polisi tolong usut video yang beredar ini."

Benarkah pengemasan masker merek Solida dilakukan tidak higienis secara sederhana di lantai? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video pengemasan masker merek Solida tidak higienis, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'pengemasan masker solida'.

Dari pencarian tersebut mengarah pada judul artikel "Viral Video Packing Masker Diinjak-injak dan Tak Steril, Ini Bantahan Solida" yang diunggah situs kompas.com, pada 21 Februari 2020.

Berikut isinya:

"Berdasarkan petunjuk yang ada di video itu, Kompas.com menghubungi pihak Maesindo Indonesia, yang merupakan produsen masker Solida.

Bagian humas produsen masker Solida, Yosephin Anita, membantah bahwa apa yang terlihat pada video itu merupakan produksi dan pengemasan masker Solida.

“Saya sampaikan video yang beredar adalah tidak benar," kata Anita, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/2/2020) siang.

Menindaklanjuti video ini, pihak Solida melakukan investigasi.

"Kami melakukan investigasi dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai prosedur," lanjut dia.

Anita menegaskan, produk masker Solida yang mereka pasarkan diproduksi sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan. "Untuk produk masker Solida yang kami jual dapat dipertanggungjawabkan karena sudah sesuai standar dari serifikat produk alkes yang kami miliki,” kata Anita.

Anita menyebutkan, produk masker Solida telah memegang sertifikat produksi dan sertifikat Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB)."

Dalam artikel tersebut, Bagian humas produsen masker Solida, Yosephin Anita membatah,  klaim masker yang sedang dikemas dalam video tersebut hasil produksi Solida.

Dia menyatakan, masker Solida yang pasarkan dan diproduksi sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Akun resmi Instagram @solida.proteksi juga membantah klaim video yang menunjukan pengemasan masker Solida yang dilakukan secara sederhana dan tidak higienis, dengan mengunggah video yang memperlihatkan pabrik masker Solida sebenarnya, pada 21 Februari 2020.

Dengan keterangan sebagai berikut:

"PABRIK MASKER SOLIDA YANG SEBENARNYA

Video ini merupakan pabrik resmi masker SOLIDA yang berlokasi di Yogyakarta. Sangat berbeda dengan video viral yang beredar di media sosial belakangan ini..cc : @kemenkes_ri @kemendagfyi : @lambe_turah @undercover.id @ndorobeii#maskersolida"

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim video yang memperlihatkan pengemasan masker merek Solida dilakukan secara sederhana dan tidak higienis tidak benar, produsen masker Solida pun telah membatah klaim masker merek Solida dalam video yang beredar di sosial media tersebut dan menyatakan masker solida diproduksi sesuai standar kesehatan.

4 dari 4 halaman

Tentang Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading