Sukses

[Cek Fakta] Benarkah Nata De Coco Mengandung Plastik? Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang nata de coco yang mengandung plastik, viral di media sosial. Kabar ini beredar lewat sebuah video yang diunggah akun facebook Si Ratu pada 9 Desember 2019 lalu.

Dalam video berdurasi 2 menit 18 detik itu tampak seorang pria memperlihatkan Nata De Coco yang diduga mengandung plastik.

Pria ini mengambil sebutir Nata De Coco, kemudian menaruhnya di atas sebuah tisu kering. Si pria tersebut lalu menekan Nata De Coco hingga rata.

Pria tersebut mengeklaim bahwa ada plastik di dalam Nata De Coco. Bahkan ia sempat menggigit serpihan benda tersebut.

Akun facebook Si Ratu juga menambahkan sebuah narasi dalam video yang diunggahnya.

"Astaghfirullahal adziim,hati² dg makanan sprti ini," tulis akun facebook Si Ratu.

Konten yang diunggah akun facebook Si Ratu telah dibagikan 14 ribu kali dan mendapat komentar warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang Nata De Coco yang mengandung plastik ternyata tidak benar. Informasi ini dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel "Cek Fakta Kesehatan: Nata De Coco Tidak Bisa Dicerna karena Mengandung Plastik?".

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu, Di sana, tertulis bahwa produk yang sering dimasukkan dalam es itu berbahan seperti plastik dan tidak larut dalam perut.

Kabar tersebut mendapatkan bantahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia lewat sebuah siaran pers di laman resmi pom.go.id dikutip pada Senin (9/12/2019).

Dalam pernyataannya, BPOM menulis bahwa nata de coco merupakan pangan yang dibuat dari bahan baku air kelapa. Dalam kategori pangan, produk ini masuk ke dalam kelompok bahan baku berbasis buah.

BPOM juga menulis bahwa dalam proses pembuatannya, pangan yang mirip gel ini terbentuk dari jutaan benang selulosa yang berlapis-lapis.

"Sehingga menjadikan pangan ini mengandung serat tinggi yang baik untuk tubuh," tulis BPOM.

BPOM juga menjelaskan bahwa benang serat tipis atau selulosa yang ada di nata de coco, sering disebut juga sebagai dietary fiber atau serat pangan yang memang diperlukan dan penting untuk pencernaan.

"Lapisan yang banyak tersebut juga membuat nata de coco bisa memerangkap cairan. Jika ditekan, cairan tersebut akan keluar dan yang tertinggal adalah benang-benang serat yang menyerupai lembaran tipis. Lembaran tipis inilah yang diisukan atau disebut-sebut seolah-olah lembaran plastik."

Dalam unggahan di media sosial Facebook Gabungan Pengusaha Nata De Coco Indonesia (GAPNI), Rahmad Agus Koto dari Divisi Pendidikan dan Litbang GAPNI menjelaskan bahwa serat selulosa yang ada dalam nata de coco sama persis dengan selulosa dalam sayur dan buah.

"Bedanya selulosa nata de coco dibentuk oleh bakteri pangan melalui proses fermentasi air kelapa, sedangkan selulosa sayur dan buah dibentuk oleh tumbuh-tumbuhan," tulis Rahmad.

BPOM juga menyatakan, potongan nata de coco yang awalnya lembut dan kenyal, bisa digigit putus dan menjadi sangat liat dan sulit untuk disobek apabila cairannya berkurang. Hal ini karena yang tertinggal adalah kumpulan benang-benang serat tipis tadi.

BPOM memaparkan bahwa untuk melihat mutu nata de coco yang baik, Anda bisa melihat dari warnanya yang putih bersih, transparan, memiliki struktur kuat, tidak mudah hancur, tidak lengket, tidak berbau asam, serta tidak mengandung kotoran.

Dalam laman Kementerian Pertanian Badan Litbang Pertanian dijelaskan, kualitas nata de coco yang baik juga ditentukan oleh beberapa elemen seperti bahan baku, penambahan sumber nitrogen, penambahan sumber karbon, starter nata, wadah fermentasi dan sanitasi.

Balitbang Kementan juga menjelaskan bahwa bahan baku pembuatan nata de coco haruslah air kelapa murni yang tidak tercampur air atau kotoran lain.

"Air kelapa tidak harus segar asalkan jangan lebih dari delapan hari penyimpanan karena telah berubah sifatnya akibat adanya fermentasi dan kontaminasi bakteri," tulis laman tersebut.

Lebih lanjut, Rahmat menyatakan bahwa serat selulosa memiliki manfaat untuk melancarkan sistem pencernaan manusia. Selain itu, dia menambahkan bahwa bagi mereka yang jarang mengonsumsi atau tidak suka sayur-sayuran, nata de coco bisa menjadi makanan alternatif.

 

Tak hanya  di laman resminya, BPOM juga membantah kabar dusta tersebut lewat akun Twitter:

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Tidak ada kandungan plastik di dalam Nata De Coco. Benang serat tipis atau selulosa yang ada di nata de coco, sering disebut juga sebagai dietary fiber atau serat pangan yang memang diperlukan dan penting untuk pencernaan.

Narasi dan video yang disebarkan oleh akun facebook Si Ratu tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Mengonsumsi Daun Pakis Berbahaya karena Memicu Kanker? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Kanibal Kabur ke Baubau Sultra