Sukses

[Cek Fakta] Hoaks Cara Pulihkan Kerusakan Teknis di Facebook Lite

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang tata cara memperbaiki Facebook Lite yang rusak atau error beredar di media sosial. Kabar ini tersebar lewat facebook dan diunggah oleh akun FB Lite pada Jumat 1 Maret 2019. 

Dalam konten yang diunggahnya, akun FB Lite membeberkan tata cara untuk memperbaiki aplikasi Facebook Lite bagi yang mengalami gangguan. Berikut tata cara yang diunggah oleh akun FB Lite:

"INFO.FB LITE LAGI DI HACK,JIKA FB LITE ANDA SAAT BUKA PROFIL ORANG LAIN DAN MUNCUL FOTO PROFIL ANDA SENDIRI, BERARTI FB ANDA TERKENA VIRUS, CARA MENGHILANGKANNYA IKUTI LANGKAH BERIKUT.

1. SUKAI HALAMAN FB LITE2. BAGIKAN INFO INI KE GRUP ANDA.3. KOMENT #FBPROFILKoment anda akan terhubung ke server fb lite, untuk di berikan ke aman extra, dan mengaktifkan kembali fb lite anda.

(INGAT WAJIB SUKAI HALAMAN INI AGAR MASALAH INI CEPAT TERSELESAIKAN)

JIKA KALIAN TIDAK MELAKUKAN LANGKAH TERSEBUT DALAM WAKTU 24 JAM FB ANDA AKAN DI NONAKTIFKAN," tulis akun facebook FB LITE.

Konten ini telah 81.293 kali dibagikan dan mendapat 19 ribu lebih komentar dari warganet.

 

2 dari 3 halaman

Fakta

Dari hasil penelusuran, kabar tentang tata cara memperbaiki aplikasi Facebook Lite yang diunggah oleh akun FB Lite ternyata tidak benar. Akun tersebut bukan merupakan akun resmi dari FB Lite maupun Facebook.

Hal ini sebagaimana yang diberitakan Liputan6.com dengan judul 'Bisnis Gelap di Balik Like di Facebook'. Dalam artikel itu disebutkan bahwa akun yang meminta pengguna media sosial untuk mengklik 'like' dan mengisi kolom kementar hanya untuk mencari keuntungan saja. Tidak ada efek apa-apa ataupun berpengaruh kepada perbaikan aplikasi yang mengalami gangguan.

Para pengguna Facebook yang mengklik link yang berbunyi "Klik ini jika Anda membenci kanker" bisa jadi mendapatkan kejutan yang tidak menyenangkan.

Link seperti gambar itu tidak berpengaruh apa-apa dan hanya digunakan untuk mengumpulkan "like" yang akan dijual. Membuat para penipu online menjadi kaya.

Begitu telah mengumpulkan banyak "like", halaman itu kemudian dijual untuk mendapatkan uang kepada para pelaku bisnis agar mereka terlihat populer.

Sebuah blog yang diposkan oleh Daylan Pearce, ahli mesin pencari di Next Digital di Melbourne, Australia, belum lama ini menjelaskan bagaimana cara kerja penipuan (scam) dan menunjukkan bagaimana halaman-halaman tersebut dijual.

Unggahan gambar yang berisi deskripsi seperti "Klik `like` jika Anda bisa melihat harimau", atau "Berikan komentar dan lihatlah apa yang akan terjadi" digunakan untuk mengumpulkan "like" dan komentar untuk sejumlah halaman.

Begitu halamannya telah mengumpulkan ribuan "like" dan komentar, maka halaman itu akan memiliki posisi tertinggi dalam News Feed para pengguna Facebook. "Like" bagaikan mata uang bagi situs tersebut.

Pearce mengungkapkan bahwa halaman dengan 100.000 "like" dapat dijual seharga US$ 200 (sekitar Rp 2 juta).

Pearce menjelaskan dalam blognya, semakin banyak "like" dan "share" dan komentar yang didapat, semakin terbuka pula peluang mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu pendek dan panjang.

Begitu sebuah halaman sudah mendapatkan 700 ribu "like" (dengan cara menipu), maka halaman itu akan dijual ke orang lain yang ingin populer dalam waktu cepat. Informasi halaman pun diubah, bukan lagi soal kanker, binatang dan sebagainya, tapi mengenai bisnis.

David Em, peneliti jaringan keamanan senior di Kaspersky Lab berkata. "Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter mengalami peningkatan target kejahatan dunia maya."

"Alasan utamanya adalah kepercayaan yang dirasakan oleh orang-orang saat berhubungan dengan para sahabat mereka secara online. Orang-orang lebih senang mengklik sebuah link yang dibagikan teman, dan rasa kepercayaan itulah yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan di dunia maya."(Yahoo!News/ANS)

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Infomasi yang diunggah oleh akun FB Lite ternyata tidak benar atau hoaks. Akun FB Lite jugaa bukan akun resmi atau tidak terverfikasi.

Semua informasi yang diunggah dalam akun tersebut tidak bisa dipercaya. Sebab, akun tersebut bukan merupakan akun resmi dari Facebook.

Tommy Soeharto Kunjungi Petani Sayur Sukabumi
Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Luhut Sebut Jokowi Salat Jumat Empat Rakaat
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Dianggap Penyebab Kanker, Thailand Musnahkan Babi Besar-Besaran?