Sukses

[Cek Fakta] Prabowo Ungguli Jokowi dalam Survei Pilpres Versi Indo Barometer?

Liputan6.com, Jakarta - Pendaftaran calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 telah ditutup pada 10 Agustus lalu. Dua pasangan telah tercatat, yakni pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Aroma persaingan tercium semakin kuat di antara kedua kubu pendukung paslon. Kedua kubu pendukung pun meramaikan media sosial dengan unggahan-unggahan yang mengunggulkan pasangan jagoannya. Tidak sedikit juga yang menggunakan media sosialnya untuk menjatuhkan lawan.

Klaim Survei Indo Barometer

Sebuah gambar berisi hasil survei Pilpres 2019 yang mengatasnamakan lembaga survei Indo Barometer menyebar di media sosial.

Gambar itu menampilkan foto Jokowi dan Prabowo dan menyertakan logo Indo Barometer dengan hasil survei Pilpres 2019 di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan.

Gambar itu juga memuat persentase yang ada di bawah foto Prabowo lebih besar ketimbang yang ada di bawah foto Jokowi.

2 dari 2 halaman

Bantahan Indo Barometer

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menegaskan kalau gambar tersebut hoaks alias bohong belaka.

"Sehubungan dengan beredarnya meme hasil survei Pilpres 2019 yang terus menyebar di group-group Whatsapp mengatasnamakan Indo Barometer dalam dua hari ini, maka kami menyatakan bahwa hasil survei itu tidak pernah dilakukan oleh Indo Barometer," ujar Qodari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/8/2018).

Qodari juga menyatakan kalau hasil survei yang ada dalam gambar tersebut tidak benar.

"Dalam hal ini, secara tegas Indo Barometer menyatakan meme hasil survei Pilpres 2019 tersebut Hoax alias tidak benar. Data yang tertera di situ juga tidak benar dan bukan bersumber dari Indo Barometer," ucap dia.

Selanjutnya, Indo Barometer akan mempertimbangkan langkah hukum untuk pelaku penyebar gambar tersebut.

"Indo Barometer juga mengimbau kepada para pihak untuk tidak menyebarkan hoax ini," ucapnya.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 53 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta@liputan6.com.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta Kesehatan: Makan Rambutan Picu Batuk, Apa Iya?
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks MK Mengaku Ada Kecurangan di Pilpres 2019