Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026

Presiden UEFA Aleksander Ceferin absen di final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perlakuan Terhadap Iran dan Respons Pejabat AS

Selain perkara teknis pertandingan, UEFA menyorot perlakuan terhadap Iran selama Piala Dunia 2026. Menurut laporan, Iran dikenai persyaratan yang lebih ketat untuk proses masuk dan keluar dari Amerika Serikat dibandingkan 47 negara peserta lainnya.

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai yang paling tertindas di Piala Dunia 2026. Pernyataan itu muncul di tengah sorotan atas kebijakan akses yang berbeda dibanding kontestan lain.

Di sisi lain, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin, mengatakan dirinya menari kegirangan ketika Iran tersingkir dari turnamen. Ucapan tersebut menambah sorotan atas dimensi politik yang membayangi penyelenggaraan ajang ini.

Kebijakan Tiket dan Sikap UEFA

Di luar isu di lapangan, Ceferin sebelumnya mengkritik strategi penjualan tiket FIFA untuk Piala Dunia 2026. UEFA memaparkan pendekatan berbeda untuk Euro 2028 dengan menempatkan keterjangkauan sebagai prioritas.

UEFA menyebut 40 persen tiket Euro 2028 akan dijual pada kategori paling terjangkau dengan rentang harga sekitar 30 hingga 60 paun. Badan tersebut juga menegaskan tidak akan menerapkan sistem harga dinamis.

Kendati memboikot final Piala Dunia 2026, Ceferin tercatat menghadiri pertandingan pembuka turnamen di Mexico City pada 11 Juni.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan