Makna 3 Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026

Ini arti dari tiga upacara pembukaan Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembukaan Piala Dunia 2026 hanya tinggal menghitung jam. Edisi Piala Dunia kali ini menjanjikan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen terbesar di dunia ini, tiga negara akan menjadi tuan rumah dan masing-masing akan menyelenggarakan upacara pembukaan dengan konsep yang berbeda, namun tetap menyampaikan satu pesan yang sama: kebersamaan melalui sepak bola.

Rangkaian acara tersebut dirancang oleh Marco Balich, seorang produser asal Italia yang juga terlibat dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Milan-Cortina pada tahun 2026.

Balich menyatakan bahwa tantangan untuk mengadakan tiga upacara pembukaan di tiga kota yang berbeda tidak membuatnya merasa takut. Setiap lokasi akan didukung oleh tim produksi yang terdiri dari 260 hingga 300 orang.

Tema sentral yang menghubungkan ketiga pertunjukan tersebut adalah perayaan olahraga dan cinta terhadap sepak bola, yang diwakili oleh simbol trofi Piala Dunia.

"Idenya adalah menceritakan kisah yang sama dari tiga sudut pandang dan tiga bahasa visual yang berbeda," ungkap Balich.

Tawarkan Ide yang Unik

Ia mengungkapkan bahwa setiap negara akan menunjukkan identitas budaya mereka melalui elemen desain yang unik. Sebagai contoh, Kanada akan mengadopsi konsep mosaik yang melambangkan keberagaman masyarakatnya yang multikultural.

Di sisi lain, Meksiko akan mempersembahkan motif papel picado, yaitu seni potong kertas tradisional yang sangat identik dengan berbagai perayaan yang berlangsung di negara itu. Sementara itu, Amerika Serikat akan menonjolkan representasi trofi Piala Dunia yang berkilau dan memancarkan cahaya yang menawan.

“Amerika Serikat akan memiliki trofi yang sangat berkilau dan bercahaya,” kata Balich, yang sebelumnya juga terlibat dalam produksi upacara pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar. 

Pesan Persatuan

Balich menyatakan bahwa kolaborasi antara Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dalam penyelenggaraan turnamen merupakan indikasi yang menggembirakan di tengah ketegangan politik yang ada saat ini. Ia menekankan pentingnya untuk menunjukkan bahwa ketiga negara tersebut mampu bersatu demi menyajikan salah satu ajang olahraga paling bergengsi di dunia.

“Saya pikir sangat penting untuk menegaskan bahwa tiga negara ini bekerja sama menyelenggarakan kejuaraan yang sangat penting dan relevan, terutama di saat muncul begitu banyak kontroversi di ranah politik,” ujar pendiri Balich Wonder Studios itu.

“Tetapi, masyarakat tetaplah masyarakat, dan mereka akan berkumpul serta menikmati momen ini bersama-sama.”

>Setiap upacara pembukaan nantinya akan menghadirkan pertunjukan seni yang mencerminkan identitas nasional dari masing-masing negara. Meskipun demikian, Balich menegaskan bahwa publik tidak perlu membayangkan format yang mirip dengan pertunjukan paruh waktu Super Bowl.

Perbedaan Piala Dunia dan Super Bowl

Acara pembukaan akan mencakup beberapa elemen penting, seperti pidato penyambutan, parade bendera dari setiap peserta, penyerahan bola pertandingan, dan hiburan musik yang berlangsung selama sekitar 30 menit. 

Upacara tersebut direncanakan berlangsung sekitar 90 menit sebelum pertandingan dimulai. Sebelum itu, para pemain akan melakukan sesi pemanasan yang dijadwalkan selama 25 menit. Penyelenggara berharap bahwa dengan format ini, penonton akan terdorong untuk datang lebih awal ke stadion.

"Ini adalah perayaan sepak bola, FIFA, dan fakta bahwa berkat sepak bola orang-orang bisa berkumpul dalam suasana damai dan harmonis," ujarnya.

Balich juga memberikan penekanan pada perbedaan karakteristik antara Piala Dunia dan Super Bowl.

"Super Bowl merayakan sebuah olahraga yang hanya populer di Amerika Serikat. Sementara seluruh dunia memainkan sepak bola dan memiliki gairah yang sama terhadap olahraga ini," katanya.

Hal ini menunjukkan bagaimana sepak bola memiliki daya tarik global yang tidak dapat dibandingkan dengan olahraga lain yang hanya dikenal di satu negara. Dengan demikian, Piala Dunia menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang di seluruh dunia.

Susunan Pengisi Acara Pembukaan

Perayaan akan dimulai pada Kamis 11 Juni atau Jumat dini hari WIB di Mexico City, menjelang pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan. Upacara pembukaan ini akan dimeriahkan oleh grup rock Latin, Mana, serta J Balvin, penyanyi asal Kolombia, dan bintang pop dari Afrika Selatan, Tyla.

Setelah itu, pada hari berikutnya, perayaan akan berlanjut di Toronto sebelum pertandingan antara Kanada dan Bosnia serta Herzegovina. Penampilan utama pada acara di Toronto akan diisi oleh Alanis Morissette dan Michael Buble.

Pada tanggal 12 Juni waktu setempat atau Sabtu pagi WIB, perhatian publik akan bergeser ke Stadion Los Angeles untuk menyaksikan laga pembuka antara Amerika Serikat dan Paraguay. Dalam acara ini, sejumlah bintang besar dari industri musik dunia dijadwalkan untuk tampil, termasuk Katy Perry, LISA, Rema, Anitta, dan Future.

Ironi di Balik Pesta

Menurut Balich, tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat spesial baginya karena diberi kepercayaan untuk mengelola dua acara olahraga terbesar di dunia pada tahun yang sama, yaitu upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dan upacara pembukaan Piala Dunia 2026. Namun, ada ironi di balik keberhasilan ini, karena Italia kembali gagal untuk lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Ia juga menambahkan bahwa ketidakhadiran Italia, yang ia sebut sebagai "bencana bagi negaranya", justru memberi kesempatan bagi tim produksinya untuk bersikap lebih objektif dalam merayakan setiap negara tuan rumah.

"Hal itu membuat kami bisa merayakan masing-masing negara dengan cara yang sama," ungkapnya. 

 

Sumber: Hery Kurniawan (Bola.com)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan