Segini Upah Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Berapa jumlah uang yang diterima oleh pemain Timnas Inggris ketika berlaga di Piala Dunia 2026?

Diterbitkan 07 Juni 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Nilai Komersial Dapat Meningkat

Bagi sejumlah atlet, keuntungan utama dari berpartisipasi dalam Piala Dunia tidak selalu berasal dari imbalan finansial yang diberikan oleh federasi. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini sering kali menciptakan peluang bisnis yang nilainya jauh lebih besar. Banyak perusahaan memilih untuk menunda peluncuran kampanye iklan mereka hingga skuad resmi diumumkan. Setelah seorang pemain terpilih ke dalam tim nasional, nilai komersialnya di mata sponsor biasanya mengalami peningkatan yang signifikan.

Untuk pemain-pemain ternama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Declan Rice, penampilan yang mengesankan di Piala Dunia dapat membuka jalan untuk kontrak sponsor baru atau mengaktifkan klausul bonus dalam perjanjian yang sudah ada.

Penampilan impresif atau momen ikonis di hadapan audiens global bahkan bisa menghasilkan keuntungan yang jauh melampaui bonus dari FA. Dengan demikian, kesempatan untuk bersinar di panggung dunia tidak hanya berujung pada pengakuan, tetapi juga pada peningkatan nilai komersial yang sangat menguntungkan bagi para pemain.

Imbalan Besar

Skema bonus besar bagi Timnas Inggris sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Ketika mereka berkompetisi di Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar, para pemain dilaporkan berhak menerima bonus sebesar 500.000 poundsterling per orang jika berhasil meraih gelar juara dunia.

Angka tersebut mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bonus tertinggi pada Piala Dunia 2018 di Rusia, yang berada di angka sekitar 215.000 poundsterling. Keberhasilan Inggris mencapai semifinal pada 2018, yang merupakan pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak tahun 1966, dianggap sebagai salah satu faktor yang mendorong FA untuk meningkatkan insentif bagi turnamen berikutnya.

Namun, perjalanan Timnas Inggris di Qatar terhenti di babak perempat final setelah mereka disingkirkan oleh Prancis. Oleh karena itu, bonus maksimal yang dijanjikan tersebut tidak pernah dibayarkan, mengingat nilai bonus tersebut disesuaikan dengan pencapaian tim dalam turnamen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada janji insentif yang besar, realisasi bonus sangat tergantung pada performa di lapangan. Dengan demikian, pencapaian tim di turnamen menjadi penentu utama dalam distribusi bonus yang telah ditetapkan sebelumnya.

Seluruh Pendapatan Disumbang

Di balik angka besar yang beredar, terdapat satu fakta menarik yang sering kali tidak diketahui oleh masyarakat tentang sistem keuangan Timnas Inggris. Sejak tahun 2007, semua pemain tim nasional putra Inggris secara sukarela menyumbangkan seluruh biaya penampilan yang mereka terima kepada England Footballers' Foundation (EFF), bukan untuk kepentingan pribadi mereka. Tradisi ini muncul dari kesepakatan yang dibuat oleh komite pemain sebelumnya yang terdiri dari David Beckham, Gary Neville, dan John Terry. Kebijakan ini terus dilanjutkan hingga saat ini.

Pada tahun 2018, total dana yang berhasil dikumpulkan melalui EFF telah melebihi angka 5 juta poundsterling (setara dengan Rp 120,6 miliar). Dana tersebut kemudian disalurkan untuk mendukung berbagai organisasi dan kegiatan sosial, seperti UNICEF, Help for Heroes, Cancer Research UK, dan The Bobby Moore Fund.

Ketika Kylian Mbappe mendapatkan banyak pujian pada Piala Dunia 2018 karena menyumbangkan uang hasil penampilannya untuk kegiatan amal, Gary Neville mengingatkan melalui media sosial bahwa para pemain Inggris telah melakukan hal yang sama selama lebih dari sepuluh tahun. Sampai sekarang, EFF menjadi salah satu contoh paling konsisten dalam aksi sosial kolektif di dunia sepak bola.

Tradisi ini akan terus berlanjut pada Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di Amerika Utara, tidak peduli sejauh mana pencapaian Inggris dalam turnamen tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari para pemain Inggris untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui EFF. Dengan demikian, mereka tidak hanya berfokus pada prestasi di lapangan, tetapi juga memberikan dampak positif di luar sepak bola. Inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dan kepedulian sosial yang patut dicontoh oleh atlet di seluruh dunia.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan