Mutiara yang Baru Bersinar di Pengujung Kariernya

Musim ini merupakan musim ketujuh bagi Franck Ribery bermain bersama Bayern Muenchen.

Diterbitkan 30 Agustus 2013, 22:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Malam nanti bertempat di Eden Arena, Praha, dua klub elite Eropa, Bayern Muenchen dan Chelsea, akan bertempur memperebutkan Piala Super Eropa 2013. Menyandang status juara Liga Champions, FC Hollywood, julukan Bayern, lebih diunggulkan banyak kalangan. Apalagi, klub raksasa Bundesliga tersebut ditangani pelatih hebat dalam diri Pep Guardiola.

Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi penggawa Muenchen asal Prancis, Franck Ribery, yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik UEFA 2013 mengalahkan dua bintang ternama: Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid).

Nama Ribery baru muncul ke permukaan saat dirinya menjadi pemain inti Les Bleus yang berhasil melaju ke babak final Piala Dunia (PD) 2006 yang berlangsung di Jerman. Sayang, di partai pamungkas, laga diwarnai drama tandukan Zinedine Zidane yang membuat Prancis defisit jumlah pemain. Lewat adu penalti, Prancis bertekuk lutut di tangan Italia. Saat itu Ribery tercatat masih menjadi hak milik Olympique Marseille.

Adalah Arsenal, Real Madrid, dan Olympique Lyonnais yang diketahui mendekati Ribery di bursa transfer musim panas 2006. Selama semusim Marseille mampu mempertahankan mantan pemain akademi Lille tersebut sebelum akhirnya menyerah dibujuk Bayern Muenchen yang berani mengeluarkan fee transfer sebesar 25 juta euro pada 7 Juni 2007. Jumlah yang saat itu merupakan rekor fee transfer di Bundesliga.

Dengan torehan 16 gol dan 17 assist di musim pertamanya, Ribery mengantarkan Muenchen meraih gelar ganda di musim 2007-2008. Hasil yang membuat Ribery—selain menjadi Pemain Terbaik Prancis untuk kali kedua dalam dua tahun beruntun—ditasbihkan menjadi Pemain Terbaik Bundesliga 2007-2008. Ribery pun masuk dalam daftar 25 pemain kandidat peraih Ballon d’Or 2008.

Menyusul kegagalan Muenchen meraih satu gelar pun di akhir musim 2008-2009, masa depan Ribery di Allianz Arena kembali jadi bahan pergunjingan. Chelsea, Manchester United, Madrid, dan Barcelona, diklaim siap mengajukan tawaran mega. Bayern pun langsung bertindak dengan mematok banderol Ribery sebesar

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

100 juta euro. Gertakan Muenchen berhasil. Pada 23 Mei 2010, sehari setelah Muenchen ditundukkan Inter Milan di final Liga Champions, Ribery—yang mendapat julukan “Mutiara Prancis” dari Zidane, yang saat itu hampir berusia 26 tahun, resmi menandatangani perpanjangan kontraknya bersama Muenchen sampai 2015. Isunya, Ribery mau membubuhkan tanda tangannya menyusul kebijakan klub yang menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi, 10 juta euro per musim.Setelah dua musim nirgelar, di Bundesliga dan DFB Pokal dipermalukan Borussia Dortmund, dan di Liga Champions dipecundangi Chelsea, Ribery dan Muenchen bangkit di musim 2012-2013. Didukung dengan penampilan hebat tandemnya asal Belanda, Arjen Robben, Ribery berhasil mengantarkan pasukan Juup Heynckes mengukir prestasi yang tercatat dalam tinta emas sejarah klub, yaitu torehan treble winners alias tiga gelar menyusul kesuksesan Muenchen menggondol gelar Liga Champions, Bundesliga, dan DFB-Pokal.Tak heran jika para jurnalis terkemuka di Eropa pada Kamis, 29 Agustus 2013, kemarin mendaulat Ribery sebagai Pemain Terbaik UEFA 2013 menyingkirkan Messi dan Ronaldo. Di usianya yang memasuki fase lanjut bagi pesepakbola, 30 tahun, akhirnya Ribery mendapat pengakuan atas kerja kerasnya di lapangan hijau. (*)

Halaman
Show All
Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan