10 Transfer Terburuk Juventus yang Mengejutkan Dunia

Juventus dikenal sebagai klub dengan strategi transfer cerdas, namun beberapa keputusan justru berakhir buruk. Berikut 10 transfer terburuk dalam sejarah Bianco

Diterbitkan 30 April 2026, 15:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selama membela Juventus, ia tidak mencetak satu gol pun. Performa buruknya membuatnya cepat tersingkir dari tim utama.

Ia akhirnya kembali ke Spanyol tanpa meninggalkan kesan berarti. Transfer ini dianggap gagal total oleh klub.

4. Marcelo Salas – €28,5 juta dari Lazio, 2001

Salas datang dengan reputasi sebagai striker tajam di Lazio. Juventus merekrutnya sebagai pengganti Filippo Inzaghi.

Namun cedera menjadi masalah utama sejak awal kariernya di Turin. Ia tidak pernah mencapai performa terbaiknya.

Selama dua musim, kontribusinya sangat minim dengan hanya empat gol. Hal ini jauh dari ekspektasi besar klub.

Potensinya tidak pernah benar-benar terlihat di Juventus. Ia meninggalkan klub tanpa warisan berarti.

5. Amauri – €22,8 juta dari Palermo, 2008

Amauri direkrut setelah tampil cukup baik bersama Palermo. Juventus berharap ia bisa menjadi striker utama.

Namun performanya tidak pernah konsisten di level tertinggi. Setelah awal yang menjanjikan, ia langsung menurun.

Amauri kesulitan menjadi finisher yang diandalkan dalam jangka panjang. Klub akhirnya kehilangan kepercayaan padanya.

Meski sempat kembali mencetak gol penting, kontribusinya tetap tidak sebanding dengan harga transfer. Ia akhirnya meninggalkan Juventus tanpa dampak besar.

6. Christian Poulsen – €9,75 juta dari Sevilla, 2008

Poulsen datang bersama Amauri dalam periode transfer yang sama. Juventus membutuhkan gelandang bertahan yang kuat.

Namun ia gagal memenuhi ekspektasi sebagai gelandang pengatur ritme. Perannya tidak pernah benar-benar terlihat.

Ia juga kalah bersaing dengan pemain lain di lini tengah. Klub kemudian mencari penggantinya dalam waktu singkat.

Kepergiannya menandai kegagalan proyek gelandang bertahan Juventus saat itu. Transfer ini dianggap tidak efektif.

7. Felipe Melo – €25 juta dari Fiorentina, 2009

Melo direkrut sebagai pengganti Poulsen di lini tengah. Juventus berharap ia membawa agresivitas dan stabilitas.

Namun ia justru sering melakukan kesalahan fatal di pertandingan penting. Disiplin permainannya menjadi masalah besar.

Ia juga sering mendapat kartu merah akibat gaya bermain kerasnya. Hal ini merugikan tim dalam banyak laga.

Setelah dua musim buruk, Melo dijual ke Galatasaray. Investasi besar Juventus tidak pernah kembali.

8. Jean-Alain Boumsong – €5 juta dari Newcastle, 2006

Boumsong didatangkan saat Juventus terdegradasi ke Serie B. Klub berharap ia menjadi pemain stabil di lini belakang.

Namun performanya tidak meyakinkan bahkan di level kedua Italia. Ia sering melakukan kesalahan mendasar.

Juventus tidak yakin ia bisa bermain di Serie A. Ia tidak pernah tampil di liga utama bersama klub.

Ia kemudian dijual ke Lyon tanpa kontribusi signifikan. Transfer ini dianggap sekadar eksperimen gagal.

9. Dusan Vlahovic – €85,4 juta dari Fiorentina, 2022

Vlahovic datang sebagai striker muda paling mahal di Serie A. Juventus berharap ia menjadi mesin gol utama.

Namun tekanan harga transfer membuat ekspektasinya terlalu tinggi. Ia kesulitan tampil konsisten.

Gajinya yang besar juga membebani keuangan klub. Juventus kesulitan mengatur struktur finansial akibat kontraknya.

Meski bukan striker buruk, ia tetap belum memenuhi ekspektasi. Transfer ini menjadi beban jangka panjang.

10. Paul Pogba – Gratis dari Manchester United, 2022

Pogba kembali ke Juventus dengan harapan mengulang kesuksesan masa lalu. Sebelumnya ia menjadi bintang besar di Turin.

Namun cedera membuatnya hampir tidak bermain sepanjang musim. Situasinya semakin buruk setelah skandal doping.

Ia akhirnya dijatuhi larangan bermain panjang. Juventus pun memutus kontraknya lebih awal.

Kembalinya Pogba menjadi salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah klub. Ekspektasi tinggi berubah menjadi kekecewaan total.

Sumber: Football Transfers

Persaingan Ketat di Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan