Gianni Infantino Bela Harga Tiket Piala Dunia 2026 yang Dinilai Mahal

Presiden FIFA Gianni Infantino membela harga tiket Piala Dunia 2026 yang dikritik mahal. FIFA adalah organisasi nirlaba, pendapatannya membiayai sepak bola glob

OlehThomas
Diterbitkan 20 April 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tingginya Permintaan Tiket yang Belum Pernah Terjadi

Salah satu alasan utama yang dikemukakan Infantino adalah tingginya permintaan global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk tiket Piala Dunia 2026. Dalam 15 hari pertama saja, FIFA menerima 150 juta permintaan tiket untuk sekitar 6 hingga 7 juta tiket yang tersedia.

Infantino menyebut jumlah permintaan ini setara dengan mengisi 300 tahun Piala Dunia jika dibandingkan dengan total 44 juta tiket yang terjual dalam hampir 100 tahun sejarah Piala Dunia sebelumnya. "Ini menunjukkan betapa kuatnya Piala Dunia," kata Infantino, menyoroti antusiasme luar biasa dari para penggemar.

Peminat tiket terbanyak berasal dari Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama, diikuti oleh Jerman dan Inggris. Infantino sebelumnya mengklaim bahwa permintaan yang masuk setara dengan "1.000 edisi Piala Dunia sekaligus," menunjukkan minat publik yang sangat besar.

Kondisi Pasar Istimewa dan Format Turnamen Diperluas

Infantino menyatakan bahwa kondisi pasar untuk turnamen sepak bola terbesar ini sangat istimewa dan berbeda jika dibandingkan dengan konser musik atau pertandingan liga olahraga komersial lainnya. Ia menyoroti pasar Amerika Utara yang "sangat istimewa" sebagai salah satu faktor penentu harga.

Selain itu, format turnamen yang diperluas menjadi 48 tim dengan 104 pertandingan juga menjadi faktor yang memengaruhi penetapan harga. Perluasan ini berarti lebih banyak pertandingan dan, secara teoritis, lebih banyak peluang untuk mendapatkan pendapatan.

Tingginya minat ini menunjukkan daya tarik turnamen 2026 yang untuk pertama kalinya akan menghadirkan 48 tim nasional. FIFA menilai bahwa edisi kali ini mendapat perhatian dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Skema Harga Dinamis dan Kritik Terhadap Keterjangkauan

FIFA menerapkan skema harga dinamis sejak penjualan tahap pertama pada Oktober, yang mengakibatkan kenaikan harga pada sekitar 40 dari 104 pertandingan pada fase penjualan menit akhir. Menanggapi kritik, FIFA memperkenalkan opsi tiket kategori khusus dengan harga mulai dari $60 (sekitar Rp 930.000) untuk meningkatkan keterjangkauan bagi pendukung tim yang lolos kualifikasi. Namun, opsi ini hanya merupakan sebagian kecil dari total tiket yang tersedia.

Harga tiket Piala Dunia 2026 menuai kritik tajam dari kelompok penggemar yang menilai harganya "memalukan" dan "selangit," jauh lebih mahal dibandingkan edisi 2022 di Qatar. Harga tiket termahal untuk final Piala Dunia 2026 telah meningkat menjadi $10.990 (sekitar Rp 186 juta), naik signifikan dari sekitar $1.600 pada Piala Dunia 2022.

Di pasar sekunder seperti StubHub, tiket termurah untuk pertandingan pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay tercatat $1.359, sementara tiket di tribun bawah di Los Angeles mencapai $14.000 per kursi. Untuk final Piala Dunia di area New York, satu tiket di tribun atas dihargai $8.860 dan bisa mencapai $25.000 di tribun bawah.

Selain harga tiket, penggemar juga mengeluhkan kenaikan harga transportasi umum di kota-kota tuan rumah, dengan beberapa tarif kereta pulang-pergi di AS dilaporkan naik hingga tujuh kali lipat pada hari pertandingan. Sebanyak 69 anggota Partai Demokrat di Kongres AS mengkritik kebijakan harga dinamis ini dalam surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 10 Maret. Mereka menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan misi FIFA untuk membuat sepak bola lebih inklusif dan terjangkau, serta berpotensi menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai yang paling mahal dan paling sulit diakses.

FIFA juga memiliki pasar penjualan kembali sendiri, dengan mengambil komisi 15% dari pembeli dan penjual. Kondisi ini memicu kritik karena dianggap memberikan keuntungan tambahan bagi penyelenggara. Suporter dari negara yang gagal lolos, seperti Italia, Polandia, Denmark, Jamaika, dan Bolivia, dapat mencoba menjual kembali tiket yang telah mereka beli.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan