Perjalanan Paraguay menuju putaran final tidak hanya ditandai oleh stabilitas performa, tetapi juga oleh beberapa kemenangan penting melawan tim-tim papan atas. Salah satu hasil yang paling mencolok adalah kemenangan tipis 1-0 atas Brasil, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam dunia sepak bola.
Selain itu, Paraguay juga berhasil meraih kemenangan mengesankan lainnya dengan menundukkan Argentina dengan skor 2-1. Kedua hasil ini menunjukkan bahwa Paraguay mampu bersaing dengan tim-tim elit dan layak untuk tampil dalam turnamen besar seperti Piala Dunia.
Rapor di Piala Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554409/original/080133200_1776069866-Paraguay_World_Cup_2010.jpg)
Paraguay melakukan debutnya di Piala Dunia pada edisi pertama yang diselenggarakan di Uruguay pada tahun 1930. Sayangnya, mereka tidak dapat melanjutkan langkah dan harus terhenti di fase grup. Sejak saat itu, perjalanan Paraguay di turnamen ini mengalami pasang surut, termasuk beberapa kali absen, sebelum akhirnya menunjukkan performa yang lebih konsisten di era modern.
Dalam catatan sejarah, Paraguay telah berpartisipasi dalam sembilan edisi Piala Dunia, yaitu pada tahun 1930, 1950, 1958, 1986, 1998, 2002, 2006, 2010, dan yang terbaru, mereka dipastikan akan tampil kembali pada edisi 2026.
Momen paling berkesan bagi Paraguay terjadi pada Piala Dunia 2010 yang diadakan di Afrika Selatan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, Paraguay berhasil mencapai babak perempat final. Dalam perjalanan yang mengesankan tersebut, tim ini menunjukkan ketahanan yang solid, berkat pertahanan yang disiplin dan permainan kolektif yang sangat baik.
Namun, sayang sekali, impian mereka untuk melangkah lebih jauh harus terhenti di babak delapan besar setelah berhadapan dengan Spanyol, yang sekaligus mengakhiri harapan mereka untuk melangkah lebih jauh di turnamen tersebut.
Setelah tahun 2010, Paraguay mengalami masa-masa sulit dan tidak berhasil lolos ke beberapa edisi Piala Dunia yang berikutnya. Namun, dengan adanya format baru yang diperluas pada edisi 2026, harapan mereka untuk kembali tampil di pentas dunia kembali terbuka. Ini memberikan kesempatan bagi Paraguay untuk membangun kembali tim dan meraih kesuksesan di level internasional.
Pelatih Timnas Paraguay: Gustavo Alfaro
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554410/original/047089100_1776069867-000_73MN4YM.jpg)
Perjalanan Timnas Paraguay menuju panggung dunia tidak terlepas dari pengaruh besar pelatih Gustavo Alfaro. Menghadapi situasi yang sulit, Alfaro berhasil mengubah arah tim sehingga kembali diperhitungkan di kancah internasional. Ia resmi menjadi pelatih pada Agustus 2024, ketika kondisi tim sangat tidak ideal. Pada saat itu, Paraguay hanya mengumpulkan lima poin dari enam pertandingan awal kualifikasi zona CONMEBOL, sebuah awal yang membuat peluang mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026 diragukan.
Namun, pelatih asal Argentina ini sudah menunjukkan visi besarnya sejak awal. Dalam konferensi pers perdananya, ia menegaskan bahwa "Paraguay harus menjadi tim yang tangguh, sulit dikalahkan, dan memiliki semangat juang tanpa kompromi." Debut Alfaro di pinggir lapangan langsung menunjukkan perubahan karakter tim. Saat menghadapi Uruguay di Estadio Centenario, Montevideo, Paraguay berhasil meraih hasil imbang 0-0, yang menjadi fondasi penting bagi kebangkitan mereka.
Selama sisa kualifikasi, Alfaro memimpin Paraguay dalam 12 pertandingan dengan performa yang konsisten. Satu-satunya kekalahan tipis terjadi saat melawan Brasil di Sao Paulo dengan skor 0-1. Selain itu, Paraguay menunjukkan daya saing yang solid dan akhirnya berhasil memastikan tiket ke putaran final. Dari segi pengalaman, Alfaro bukanlah pelatih baru. Sejak memulai kariernya pada tahun 1992, ia telah melatih banyak klub dan pernah dipercaya untuk menangani Ekuador dan Kosta Rika.
Rekam jejak tersebut menjadi modal penting dalam membangun kembali mental dan identitas permainan Paraguay. Dalam waktu kurang dari satu tahun, perubahan signifikan telah berhasil diwujudkan. Dari tim yang terseok-seok di awal kualifikasi, Paraguay kini kembali memberikan harapan baru bagi para pendukungnya. Di bawah kepemimpinan Alfaro, La Albirroja tidak lagi sekadar peserta, melainkan tim yang siap memberikan kejutan di Piala Dunia 2026.
Bintang Timnas Paraguay: Diego Gomez
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554411/original/054994600_1776069867-Diego_Gomez_Paraguay.jpg)
Paraguay menyongsong Piala Dunia 2026 dengan semangat yang tinggi. Salah satu faktor utama yang mendasari kepercayaan diri mereka adalah kehadiran gelandang muda berbakat, Diego Gomez, yang dianggap akan menjadi pilar utama tim dalam turnamen yang akan datang. Pemain yang lahir pada tahun 2003 ini menunjukkan penampilan yang mengesankan selama fase kualifikasi.
Momen paling berkesan terjadi pada bulan September 2024, saat ia berhasil mencetak gol krusial melawan Brasil. Kontribusinya tersebut membuktikan bahwa Gomez bukan hanya sekadar pemain muda berbakat, tetapi juga sosok yang mampu beraksi di pertandingan-pertandingan penting.
Di bawah bimbingan Gustavo Alfaro, Gomez telah berkembang menjadi bagian integral dalam strategi permainan Paraguay. Ia tidak hanya berfungsi sebagai gelandang kreatif, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan. Kemampuannya untuk bermain sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang menjadikannya fleksibel dalam berbagai situasi permainan.
Dalam sistem yang menekankan disiplin dan organisasi, Gomez sering kali berperan sebagai penghubung yang vital antar lini. Performa gemilangnya juga berlanjut di level klub, di mana sejak bergabung dengan Brighton, ia menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Memasuki awal tahun 2026, Gomez tampil konsisten dengan mencetak gol di kompetisi domestik seperti Liga Inggris dan Carabao Cup. Ketajamannya dari lini kedua menjadi nilai tambah tersendiri bagi tim. Ia memiliki kemampuan untuk membaca ruang, melakukan penetrasi, dan melepaskan tembakan yang akurat, atribut yang jarang dimiliki oleh gelandang seusianya.
Secara umum, Gomez dikenal sebagai gelandang modern bertipe "box-to-box". Ia memiliki intensitas permainan yang tinggi, jangkauan umpan yang baik, serta kemampuan menyerang dari lini kedua, yang membuatnya semakin berharga bagi tim.
Selain itu, ia juga nyaman bermain lebih maju di belakang penyerang, memberikan variasi dalam pola serangan Paraguay. Kombinasi antara fisik, teknik, dan kecerdasan taktik yang dimilikinya menjadikannya salah satu prospek paling menjanjikan dalam sepak bola Amerika Selatan.
Dengan pengalaman yang didapat dari kualifikasi zona CONMEBOL dan kompetisi elit di Eropa, Gomez diperkirakan akan menjadi salah satu pemain kunci bagi Paraguay di Piala Dunia 2026. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan performa tim sekaligus membawa Paraguay bersaing di level yang lebih tinggi.
Skuad Timnas Paraguay
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554322/original/071708700_1776065831-Paraguay.jpg)
Berikut komposisi skuad Paraguay pada FIFA Matchday terakhir Maret lalu. Pada posisi kiper, terdapat beberapa nama yang mencolok, yaitu Roberto Fernande, Orlando Gill, dan Gaston Olveira. Sementara itu, di lini belakang, tim ini diperkuat oleh Gustavo Velazquez, Omar Alderete, Juan Caceres, Fabian Balbuena, Junior Alonso, Alan BenÃtez, Gustavo Gomez, Jose Canale, dan Alexandro Maidana.
Untuk sektor gelandang, Paraguay memiliki pemain-pemain berbakat seperti Ramon Sosa, Diego Gomez, Miguel Almiron, Mauricio Magalhaes, Lucas Romero, Damian Bobadilla, dan Braian Ojeda. Selain itu, MatÃas Galarza juga menjadi bagian dari jajaran gelandang yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan.
Di lini depan, Paraguay mengandalkan penyerang-penyerang seperti Antonio Sanabria, Alex Arce, Julio Enciso, Gabriel Avalos, dan Gustavo Caballero.Â
Jadwal Timnas Paraguay di Piala Dunia 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
13 Juni 2026
08.00 WIB: Amerika Serikat vs Paraguay
20 Juni 2026
11.00 WIB: Turki vs Paraguay
26 Juni 2026
09.00 WIB: Paraguay vs Australia
Prediksi Paraguay di Piala Dunia 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370720/original/047083500_1759567179-Piala_Dunia_2026.jpg)
Di bawah kepemimpinan Gustavo Alfaro, Paraguay kembali menegaskan karakter mereka sebagai tim yang mengutamakan organisasi dalam permainan. Filosofi yang diusung oleh pelatih asal Argentina ini tetap konsisten: pertahanan yang solid menjadi dasar utama, kecerdasan dalam menyerang sebagai pelengkap, dan kualitas individu hadir sebagai nilai tambah, bukan sebagai keharusan.
Pendekatan ini tercermin dalam fleksibilitas taktik Paraguay yang sering kali berubah antara formasi 4-2-3-1 dan, belakangan ini, 4-4-2. Skema permainan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan, dengan fokus utama menutup ruang gerak lawan sebelum mempertimbangkan peluang untuk mencetak gol.
Dari segi statistik, penampilan Paraguay di babak kualifikasi zona CONMEBOL menunjukkan hasil yang jelas. Mereka hanya berhasil mencetak 14 gol dari 18 pertandingan, yang merupakan jumlah terendah di antara tim-tim yang lolos otomatis. Namun, di sisi lain, pertahanan mereka tampil sangat mengesankan dengan hanya kebobolan 10 gol, menjadikan mereka salah satu dari tiga tim dengan pertahanan terbaik di kawasan Amerika Selatan.
Alih-alih memilih permainan terbuka dan berfokus pada produktivitas tinggi, Paraguay mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis: menyulitkan lawan untuk mencetak gol. Strategi ini dianggap realistis, terutama dengan format baru Piala Dunia 2026 yang memberikan lebih banyak peluang untuk lolos ke fase gugur.
Di babak grup, Paraguay akan menghadapi Amerika Serikat, Australia, dan Turki. Dengan karakter permainan yang disiplin, mereka memiliki peluang yang realistis untuk melaju ke babak 32 besar tanpa harus meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Dua hasil positif mungkin sudah cukup untuk membuka jalan ke fase berikutnya.
Uji coba internasional yang berlangsung pada Maret 2026 memberikan gambaran nyata tentang kekuatan dan kelemahan Paraguay. Mereka berhasil mengalahkan Yunani dengan skor tipis 1-0, namun harus menerima kekalahan 1-2 dari Maroko di Lens pada 31 Maret.
Dari dua pertandingan tersebut, terlihat dengan jelas bahwa struktur pertahanan Paraguay membuat mereka sulit untuk ditembus. Namun, mereka masih menghadapi kendala dalam menciptakan peluang dan efektivitas serangan, yang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani, terutama saat berhadapan dengan tim-tim yang memiliki kualitas lebih tinggi.
Dengan fondasi pertahanan yang kuat dan strategi yang terukur, Paraguay mungkin tidak menjadi tim yang paling menarik di turnamen ini. Namun, dalam sepak bola modern, terutama di ajang sebesar Piala Dunia, efektivitas sering kali lebih bernilai dibandingkan dengan estetika permainan.
Â
Sumber: Ari Prayoga (Bola.net)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554412/original/063651200_1776069867-Timnas_Paraguay.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321222/original/082863400_1782190021-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321222/original/082863400_1782190021-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294563/original/004123800_1783843963-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296008/original/088259500_1783999604-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)