Krisis Italia: Calon Presiden FIGC Didominasi Nama-Nama Senior

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah menghadapi krisis kepemimpinan pasca-pengunduran diri Gabriele Gravina.

OlehThomas
Diterbitkan 03 April 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mekanisme pemilihan akan melibatkan total 516 suara berimbang dari berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem sepak bola Italia. Lega Nazionale Dilettanti memiliki porsi suara terbesar dengan 34%, diikuti oleh asosiasi pemain (20%), klub Serie A (18%), pelatih (10%), Lega Pro (12%), dan Serie B (6%). Distribusi suara ini menunjukkan kompleksitas dan representasi yang luas dalam pengambilan keputusan.

Untuk dapat terpilih sebagai Presiden FIGC, seorang kandidat harus berhasil meraih mayoritas absolut dari seluruh suara sah yang diberikan. Aturan ini memastikan bahwa pemimpin terpilih memiliki dukungan yang kuat dari sebagian besar pihak terkait. Pemilihan ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai elemen sepak bola Italia.

Bursa Calon Presiden FIGC: Dominasi Tokoh Berpengalaman

Bursa calon Presiden FIGC saat ini didominasi oleh nama-nama senior dan tokoh terkemuka yang memiliki rekam jejak panjang di dunia sepak bola dan administrasi olahraga. Kehadiran mereka menunjukkan kebutuhan akan pengalaman dan stabilitas di tengah krisis yang melanda. Gianni Rivera, legenda sepak bola Italia dan peraih Ballon d'Or 1969, telah menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri. Rivera, yang kini berusia 82 tahun, berencana memimpin FIGC dengan program khusus yang disusun bersama rekan-rekannya, menyikapi masalah serius yang belum teratasi dalam sepak bola Italia.

Nama Paolo Maldini, legenda AC Milan, juga tiba-tiba mencuat sebagai kandidat kuat. Dukungan untuk Maldini datang dari berbagai pihak, termasuk legenda Inter Milan Giuseppe Bergomi dan bahkan Menteri Olahraga Italia. Bergomi secara eksplisit merekomendasikan Maldini karena pengalamannya yang luas sebagai pemain terbaik Italia. Potensi Maldini sebagai pemimpin baru menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola.

Selain itu, Giovanni Malagò, mantan ketua Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), disebut-sebut sebagai favorit awal dan kandidat terkuat. Malagò memiliki pengalaman luas dalam administrasi olahraga dan mendapatkan dukungan signifikan dari Serie A. Giancarlo Abete, mantan Presiden FIGC (2007-2014), juga masuk dalam daftar calon potensial, membawa pengalaman kepemimpinan federasi.

Giuseppe Marotta, CEO Inter Milan, juga dikaitkan dengan posisi ini, meskipun kontraknya dengan Inter Milan mungkin menjadi hambatan. Nama-nama lain seperti Matteo Marani (Presiden Lega Pro), Demetrio Albertini (mantan pesepak bola), Michele Uva (Direktur Eksekutif Euro 2032 Italia), dan Umberto Gandini (mantan eksekutif AS Roma dan AC Milan) turut meramaikan bursa calon, menunjukkan beragamnya latar belakang para kandidat yang siap memimpin FIGC.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan