Siapa Pengganti Iran Bila Batal Tampil di Piala Dunia 2026?

Presiden Federasi Sepak Bola Iran mengisyaratkan ketidakmungkinan partisipasi timnya di Piala Dunia 2026 akibat ketegangan geopolitik.

OlehThomas
Diterbitkan 01 Maret 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Aturan FIFA dan Kandidat Pengganti Potensial

Buku peraturan FIFA secara jelas menyatakan bahwa jika sebuah tim menarik diri dari turnamen, tim tersebut akan digantikan oleh "alternatif yang dinominasikan, seringkali adalah runner-up langsung dari playoff kualifikasi yang relevan atau tim non-kualifikasi dengan peringkat tertinggi dari konfederasi tersebut." Aturan ini juga mempertimbangkan aspek logistik, bahwa jika penggantian tidak praktis karena waktu, visa, atau perjalanan, slot grup akan diberikan kepada tim pengganti tetapi jadwal tetap dipertahankan, atau dalam kasus luar biasa, pengaturan grup dapat disesuaikan.

Melihat kondisi ini, beberapa calon pengganti potensial telah muncul. Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut sebagai kandidat yang paling mungkin. Mereka adalah tim non-kualifikasi dengan peringkat tertinggi di kualifikasi Asia.

Pilihan lain yang dipertimbangkan adalah Irak. Irak bisa dipromosikan langsung ke tempat Iran di Grup G, dengan UEA kemudian dipindahkan ke playoff antar-konfederasi sebagai jalur pengganti ke turnamen. Meskipun Irak memiliki rekor yang lebih baik daripada UEA dalam kualifikasi Asia, UEA disebutkan sebagai pengganti yang diharapkan.

Jadwal Pertandingan dan Sikap FIFA

Iran dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup di Amerika Serikat pada Juni mendatang. Mereka akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles, lalu Belgia pada 21 Juni di kota yang sama, sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Jadwal ini kini terancam oleh ketidakpastian partisipasi Iran.

FIFA, melalui Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom, telah menegaskan bahwa mereka akan memantau perkembangan situasi secara ketat. Organisasi sepak bola dunia ini bertujuan untuk menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua pihak. Namun, dengan adanya eskalasi konflik dan pernyataan dari Presiden FFIRI, keputusan akhir mengenai partisipasi Iran akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dalam beberapa waktu ke depan.

Situasi ini menyoroti bagaimana dinamika politik global dapat secara langsung memengaruhi ajang olahraga internasional. Komunitas sepak bola internasional menanti dengan cemas perkembangan selanjutnya, berharap solusi dapat ditemukan untuk memastikan kelancaran dan integritas Piala Dunia 2026.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan