Lamine Yamal Bongkar Cara Lepas dari Tekanan di Barcelona: Semuda Itu, Sebagus Itu!

Lamine Yamal mengungkap caranya melepaskan diri dari tekanan besar di Barcelona dan Spanyol, memilih hidup normal demi menjaga keseimbangan dan fokus.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 10:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lamine Yamal tengah berada di pusat sorotan sepak bola dunia. Usianya baru 18 tahun, tetapi perannya di Barcelona dan timnas Spanyol membuat ekspektasi publik terus meninggi dari waktu ke waktu.

Di tengah tekanan tersebut, Yamal memilih pendekatan yang tidak biasa bagi pemain muda dengan statusnya. Ia berusaha memisahkan kehidupan profesional dari kehidupan pribadi agar tetap waras dan menikmati prosesnya.

Dalam wawancara bersama ESPN, Yamal menceritakan bagaimana ia menjalani hari-harinya di luar lapangan, sekaligus berbagi pandangannya tentang Piala Dunia 2026 dan kenangan masa kecil yang membentuk dirinya.

Menjaga Jarak dari Sepak Bola di Luar Lapangan

Sebagai remaja yang memecahkan banyak rekor, Yamal menjadi salah satu pemain muda paling diawasi di dunia. Namun ia menegaskan bahwa keberhasilannya justru datang dari kemampuannya untuk tidak terus-menerus memikirkan sepak bola.

Dalam wawancara tersebut, Yamal menjelaskan bahwa ia tidak terbiasa menghabiskan waktu dengan menonton video lawan atau mempelajari bek yang akan dihadapinya. Baginya, kehidupan di luar lapangan sama pentingnya dengan performa saat pertandingan.

"Aku melakukan apa yang dilakukan anak 18 tahun pada umumnya: berkumpul dengan teman-teman, menjaga adikku, bermain PlayStation, berjalan-jalan, hal-hal seperti itu," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keseimbangan menjadi kunci dalam rutinitasnya sehari-hari.

"Aku mencoba menghabiskan waktu dengan teman-temanku dan menjalani hidupku. Aku berusaha untuk tidak hanya fokus pada sepak bola, tidak terus-menerus memikirkan pertandingan atau menonton video bek sayap yang akan kuhadapi."

"Aku mencoba menikmati sepanjang hari dan, ketika berada di lapangan, memberikan segalanya. Namun saat meninggalkan lapangan, aku juga melakukan hal yang sama, memutus hubungan dengan sepak bola sebisa mungkin."

Antusias Piala Dunia dan Kenangan Masa Kecil

Menjelang Piala Dunia 2026, antusiasme mulai terasa di dalam skuad Spanyol. Turnamen yang akan digelar di Meksiko itu menjadi kesempatan besar bagi Yamal untuk kembali mencatatkan namanya dalam sejarah.

Meski demikian, fokus Yamal tidak semata soal prestasi. Ia juga menantikan pengalaman baru di luar lapangan, terutama kesempatan mengenal budaya setempat.

"Sebenarnya masih cukup lama, tetapi antusiasme ini dirasakan oleh semua orang Spanyol. Kami ingin menang dan memberikan segalanya untuk negara," katanya. "Kupikir aku harus mencoba taco. Aku belum pernah ke Meksiko."

Di luar sepak bola, Yamal juga mengingat kembali masa kecilnya sebelum dikenal luas publik. Ia bercerita bahwa kecintaannya pada kartu Pokemon lahir dari kebersamaan dengan teman-temannya di sekolah.

"Di sekolah kami bermain kartu Pokemon dan semacamnya. Ada yang bermain Nintendo, tetapi kebanyakan kartu. Saat kecil kami tidak mampu membeli PlayStation atau Nintendo. Jadi kami bermain bersama teman-teman di halaman sekolah dengan kartu-kartu itu, yang harganya satu euro," tuturnya.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prediksi Man United vs Ipswich Town: Kembali ke Jalur Kemenangan?

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • La Liga adalah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga merupakan sebuah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Liga Spanyol
  • Lamine Yamal