Klub MLS Bisa Merekrut Cristiano Ronaldo?

Klub-klub Major League Soccer (MLS) menghadapi tantangan besar untuk merekrut megabintang Cristiano Ronaldo.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Februari 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumor mengenai masa depan megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo, kembali memanas setelah spekulasi ketidakpuasannya di Al Nassr mencuat. Pemain berusia 41 tahun ini dikabarkan mempertimbangkan opsi untuk meninggalkan klub Arab Saudi tersebut, dengan Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat disebut-sebut sebagai salah satu destinasi potensial.

Meskipun gagasan untuk melihat "tarian terakhir" antara Ronaldo dan Lionel Messi di lapangan yang sama di MLS sangat menarik bagi penggemar, realitas finansial dan regulasi liga membuat skenario ini nyaris mustahil terwujud.

Beberapa faktor utama menjadi penghalang besar bagi klub-klub MLS untuk merekrut peraih lima Ballon d'Or ini, mulai dari gaji yang sangat tinggi hingga aturan batas gaji yang ketat di liga Amerika tersebut.

Gaji Fantastis yang Tak Terjangkau

Salah satu hambatan terbesar bagi klub MLS untuk merekrut Cristiano Ronaldo adalah gajinya yang sangat fantastis di Al Nassr. Ia dilaporkan menerima sekitar $4,73 juta setiap minggu, atau sekitar $246 juta per tahun, belum termasuk bonus yang bisa mencapai $50 juta per tahun.

Angka ini menjadikan Ronaldo salah satu pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah sepak bola. Sebagai perbandingan, Lionel Messi, yang juga merupakan bintang besar di MLS, memiliki pendapatan sekitar $20,4 juta per tahun setelah perpanjangan kontraknya dengan Inter Miami pada Oktober 2025.

Gaji Ronaldo yang mencapai sekitar €33,34 juta (sekitar Rp 634 miliar) setiap bulannya dari Al Nassr, atau €7,6 juta (sekitar Rp 144 miliar) per minggu, jauh melampaui kemampuan finansial klub-klub MLS. Bahkan, pendapatan tahunan Messi di MLS kurang dari setengah bonus tahunan Ronaldo saja.

Batas Gaji MLS dan Aturan Pemain yang Ditunjuk

Major League Soccer dikenal dengan sistem batas gaji (salary cap) yang ketat, dirancang untuk menjaga keseimbangan kompetitif antar tim. Aturan ini membatasi jumlah total gaji yang dapat dibayarkan klub kepada pemainnya.

Meskipun ada pengecualian melalui aturan "Designated Player" (DP) yang memungkinkan setiap klub merekrut hingga tiga pemain dengan gaji di atas batas liga, gaji Ronaldo yang sangat tinggi kemungkinan besar tetap melebihi kemampuan klub MLS, bahkan untuk slot DP.

Sebagai contoh, Inter Miami, klub Lionel Messi, telah mengisi ketiga slot DP mereka dengan Lionel Messi, Sergio Busquets, dan Jordi Alba. Ini berarti klub tersebut tidak dapat merekrut pemain lain dengan gaji di atas batas kecuali mereka melepas salah satu pemain DP yang ada atau menawarkan gaji yang sesuai dengan batas standar liga.

Klausul Kontrak dan Situasi Internal Al Nassr

Cristiano Ronaldo masih terikat kontrak dengan Al Nassr hingga 30 Juni 2027. Kontraknya menyertakan klausul pelepasan sebesar €50 juta (sekitar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun). Klub mana pun yang ingin merekrutnya sebelum kontrak berakhir harus membayar jumlah ini.

Meskipun ada spekulasi mengenai ketidakpuasan Ronaldo di Al Nassr dan kemungkinan ia akan hengkang pada Juni 2026, ia masih terikat secara hukum. Hubungan antara Ronaldo dan Liga Arab Saudi dilaporkan memanas, dengan Ronaldo melakukan aksi mogok bermain karena ketidakpuasan terhadap kebijakan transfer klubnya.

Ronaldo merasa Al Nassr kurang menunjukkan ambisi yang sepadan dibandingkan klub-klub lain di bawah naungan Public Investment Fund (PIF), terutama setelah kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal.

Usia dan Pertimbangan Investasi Klub MLS

Cristiano Ronaldo lahir pada 5 Februari 1985, yang berarti ia genap berusia 41 tahun pada Februari 2026. Meskipun MLS memiliki sejarah merekrut pemain bintang yang lebih tua di akhir karier mereka, usia Ronaldo yang tidak lagi muda mungkin menjadi pertimbangan bagi klub dalam investasi jangka panjang.

Meski demikian, Ronaldo tetap menunjukkan performa impresif dan ambisi besar untuk terus berprestasi, termasuk membidik Piala Dunia FIFA 2026. Namun, daya tarik untuk memperluas merek pribadinya di Amerika Utara dan potensi "pertarungan terakhir" dengan Lionel Messi mungkin menjadi godaan baginya, meskipun ia pernah meremehkan kualitas MLS.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan