Piala Afrika 2025: Ejek Pahlawan Kemerdekaan, Striker Aljazair Terima Konsekuensi Fatal

Striker Aljazair Mohamed Amoura menuai kecaman usai selebrasi yang dianggap mengejek simbol pahlawan nasional Republik Demokratik Kongo di Piala Afrika 2025.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 23:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Striker Aljazair, Mohamed Amoura, menjadi pusat kecaman publik setelah menentukan kemenangan timnya atas Republik Demokratik Kongo pada babak 16 besar Piala Afrika 2025 beberapa waktu lalu.

Amoura terlihat melakukan selebrasi yang dianggap menghina dengan cara meniru pose ikonik seorang suporter Kongo yang berdandan menyerupai pahlawan kemerdekaan, Patrice Lumumba.

Tindakan tersebut memicu amarah besar, karena Amoura tak hanya menirukan pose tetapi melanjutkannya dengan gerakan berpura-pura jatuh yang dinilai mengejek simbol sejarah.

Siapa Sosok Patrice Lumumba?

Kemarahan pendukung berakar pada nilai sakral sosok yang ditiru oleh Amoura. Michel Nkuka Mboladinga adalah superfan yang selalu hadir mengenakan kostum lengkap dan berdiri sepanjang laga demi menghormati Lumumba.

Patrice Lumumba adalah Perdana Menteri pertama Kongo yang dibunuh secara tragis setelah membantu negaranya merdeka dari penjajahan Belgia.

Bagi rakyat Kongo, menirukan sosok Lumumba dalam konteks ejekan sepak bola dianggap sebagai tindakan yang sangat sensitif terhadap sejarah perjuangan dan penderitaan bangsa mereka. 

Reaksi Keras dan Kecaman dari Publik

Aksi Amoura segera viral di media sosial dan mengundang gelombang kritik dari berbagai pihak, termasuk pakar sepak bola Afrika.

Banyak yang berpendapat, bahwa aksi tersebut telah melewati batas sportivitas dan menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap budaya serta sejarah negara Afrika.

Para kritikus menekankan meskipun persaingan di lapangan sangat ketat, penghormatan terhadap simbol nasional dan tokoh sejarah harus tetap dijaga di atas segalanya.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi Amoura

Menaggapi kecaman yang meluas, Mohammed Amoura akhirnya merilis pernyataan resmi untuk meminta maaf kepada rakyat Republik Demokratik Kongo.

Pemain Wolfsburg tersebut berdalih bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui latar belakang sejarah di balik sosok yang ia tiru.

Ia menyatakan bahwa niatnya hanyalah melakukan candaan sepak bola tanpa bermaksud menghina pahlawan nasional atau sejarah negara lawan, dan mengaku sangat menyesali kegaduhan yang telah ditimbulkan oleh ketidaktahuannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sukses Korea Selatan dan Chile Tumbuhkan Asa Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Rindi Antika, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan