10 Bintang Liga Inggris yang Nilai Pasarnya Turun Paling Tajam Sepanjang 2025

Beberapa bintang Liga Inggris tercatat mengalami penurunan harga pasar yang cukup tajam sepanjang 2025. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor.

Diterbitkan 31 Desember 2025, 16:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pemain top Liga Inggris mengalami penurunan nilai pasar signifikan sepanjang 2025. Klub besar seperti Manchester City, Arsenal, dan Liverpool mendominasi daftar tersebut.

Nilai pasar seorang pemain bisa turun karena banyak faktor. Penurunan performa, cedera, hingga usia menjadi penyebab utama fluktuasi harga.

Musim 2025 menjadi periode sulit bagi beberapa nama besar. Ada pemain yang kehilangan momentum, sementara lainnya terganggu masalah kebugaran.

Berdasarkan data Transfermarkt, penurunan nilai ini tercatat cukup tajam. Beberapa pemain bahkan kehilangan puluhan juta euro dari valuasi sebelumnya.

Berikut 10 bintang Liga Inggris yang mengalami penurunan nilai pasar terbesar sepanjang 2025.

10. Gabriel Jesus (-22 juta euro)

Gabriel Jesus menghabiskan sebagian besar 2025 dalam masa pemulihan cedera. Kondisi tersebut membuat kontribusinya di Arsenal sangat terbatas.

Di saat Jesus menepi, Kai Havertz juga berada di ruang perawatan. Sementara itu, Viktor Gyokeres tampil agresif dan mencuri perhatian di lini depan.

Situasi ini memunculkan spekulasi masa depan Jesus. Everton, Chelsea, dan West Ham disebut memantau peluang merekrut striker Brasil tersebut.

9. Ben White (-22 juta euro)

Ben White sempat menjadi andalan di sisi kanan Arsenal dengan kontribusi ofensifnya. Namun, performa tersebut kini terasa jauh dari ingatan.

Cedera berulang dan kehadiran Jurrien Timber membuat perannya berkurang. White lebih sering tampil di ajang piala domestik.

Pada usia 28 tahun, White kembali mengalami cedera hamstring pada Desember. Arsenal disebut terbuka untuk melepasnya pada bursa mendatang.

8. Ollie Watkins (-22 juta euro)

Karier Ollie Watkins mencapai puncak pada 2024 bersama Aston Villa. Ia mencetak 27 gol dan menjadi penentu kemenangan Inggris di Euro 2024.

Musim ini, Watkins hanya mencetak tiga gol dari 24 penampilan. Penurunan produktivitas itu terjadi meski performa tim tetap impresif.

Arsenal dan Manchester United sempat dikaitkan dengannya. Namun, Villa memilih mempertahankan sang striker sambil mencari calon pengganti.

7. Mohamed Salah (-22 juta euro)

Penurunan performa Mohamed Salah dipengaruhi berbagai faktor. Usia dan kondisi mental turut memainkan peran penting.

Menariknya, Salah tampil luar biasa saat kontraknya hampir habis. Ia menjadi motor Liverpool meraih gelar dan memberi tekanan kepada manajemen.

Memasuki paruh musim berikutnya, performanya menurun drastis. Salah bahkan sempat dicadangkan oleh Arne Slot dan dikaitkan dengan penjualan Januari.

6. James Maddison (-30 juta euro)

James Maddison mengalami musim yang berat akibat cedera ACL. Cedera itu terjadi saat pramusim Tottenham melawan Newcastle.

Sejak itu, Maddison fokus pada pemulihan jangka panjang. Ia menargetkan bisa kembali sebelum akhir musim 2025-2026.

Absennya Maddison sangat terasa bagi Tottenham. Tidak mengherankan jika nilai pasarnya turun tajam dalam setahun terakhir.

5. Florian Wirtz (-30 juta euro)

Florian Wirtz kesulitan beradaptasi di Liverpool. Ia kerap terlihat sulit menemukan posisi ideal untuk menerima bola.

Kurangnya kepercayaan dari rekan setim juga menjadi sorotan. Hal ini dinilai tidak sebanding dengan statusnya sebagai pemain mahal.

Meski sempat menunjukkan kilasan bakat, ekspektasi terhadap Wirtz masih jauh dari terpenuhi. Penurunan nilai pasar pun tak terhindarkan.

4. Bernardo Silva (-33 juta euro)

Usia dan performa Manchester City musim lalu memengaruhi nilai Bernardo Silva. Penurunan tersebut cukup signifikan di data Transfermarkt.

Meski demikian, Bernardo tetap menjadi pemain penting. Pengalamannya masih memberi dampak besar di lini tengah City.

3. Martin Odegaard (-35 juta euro)

Martin Odegaard mengalami penurunan performa pada musim sebelumnya. Cedera awal musim mengganggu konsistensinya.

Sebagai kapten Arsenal, ia dinilai kurang berpengaruh di laga besar. Kontribusinya sering tidak maksimal di momen krusial.

Meski mulai bangkit, Odegaard belum kembali ke level terbaiknya. Penurunan nilai sebesar 35 juta euro dinilai cukup realistis.

2. Rodri (-55 juta euro)

Rodri diharapkan kembali ke performa terbaik usai pulih dari cedera ACL. Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud.

Cedera lanjutan membatasi jumlah penampilannya musim ini. Ia hanya bermain delapan kali di semua ajang.

Peran Rodri kini sebagian diisi oleh Nico Gonzalez. Banyak pihak menilai masa puncak Rodri mungkin sudah terlewati.

1. Phil Foden (-60 juta euro)

Phil Foden mulai menunjukkan kebangkitan dalam beberapa pekan terakhir. Ia mencetak enam gol dari lima laga Premier League.

Namun, sebagian besar 2025 berjalan sulit baginya. Foden membutuhkan waktu lama untuk kembali ke performa terbaik.

Penurunan nilai terbesar terjadi karena standar yang terlalu tinggi. Performa gemilang pada 2024 sempat mengangkat valuasinya hingga 140 juta euro.

Sumber: Planet Football

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan